Tuesday, June 15, 2010

KOPI LUWAK ASLI DI RESTO OASIS !



Ketika saya masih kecil, kakek saya pernah mendongeng tentang kopi yang paling enak didunia, yaitu kopi Luwak. Alkisah, ada sejenis musang yang populer disebut Luwak. Konon kabarnya, Luwak ini sering berkeliaran diperkebunan kopi ketika malam hari. Karena kebetulan salah satu kegemaran Luwak ini adalah makan biji kopi yang sudah masak. Secara alamiah Luwak memakan biji kopi yang masak dan terbaik. Sayangnya Luwak hanya makan kulit luarnya saja, biji kopi yang keras, biasanya tidak bisa dicernakan, akan keluar bersama kotoran Luwak tadi. Menurut dongeng ini, ketika didalam perut biji kopi tadi kena enzim khusus di perut Luwak dan mengalami proses fermentasi yang unik sekali. Lalu para petani kebun kopi akan memungut biji kopi dikotoran Luwak itu, dikumpulkan, digoreng dan jadilah kopi yang paling enak didunia. Itu legendanya !

Dongeng ini sangat melekat pada diri saya. Kebetulan hobi saya adalah minum kopi yang enak. Ketika SMA, setiap saya berkunjung kedaerah yang ada kopinya, saya selalu mencari kopi Luwak ini. Hasilnya selalu nihil belaka. Dongeng kakek saya itu, hanya mirip sebuah mitos. Anehnya, cerita ini hampir selalu saya dengar dimana-mana. Malah disebuah kota di Jawa Tengah, ada sebuah perusahaan kopi yang menggunakan merek kopi Luwak. Mulanya saya ikut gembira, karena saya pikir, mereka pasti punya akses kopi Luwak ini. Nyatanya mereka juga hanya memanfaatkan dongeng yang sama.

Pada tanggal 15 Oktober 2003, The Oprah Winfrey Show menampilkan Kopi Luwak sebagai salah satu topik bahasan-nya. Duniapun mulai penasaran. Sejak itu Kopi Luwak muncul dalam berbagai film dan artikel. Termasuk film serial CSI. Film yang benar-benar mengangkat Kopi Luwak, adalah film The Buckett List, yang dibintangi oleh Jack Nicholson dan Morgan Freeman. Ceritanya mereka berdua adalah pasien kanker, yang melakukan sejumlah kegiatan dan petualangan gila sebelum mereka meninggal. Salah satunya adalah menikmati Kopi Luwak. Berkat dua peristiwa promosi inilah kemudian Kopi Luwak menjadi beken kembali.

Kisah saya memburu Kopi Luwak, berakhir dengan gembira. Di Hong Kong, beberapa tahun yang lalu disebuah supermarket yang ultra mewah, saya menemukan Kopi Luwak. Harganya tidak main-main, 113gr harganya sejuta rupiah. Namun karena penasaran akhirnya saya beli juga. Konon menurut produsen-nya kopi Luwak ini, jumlah panennya hanya 500 kg selama setahun. Produsen dari kopi Luwak ini adalah sebuah perusahaan Inggris, yang namanya Edible. Mereka punya situs unik di internet yaitu www.edible.com. Kopi Luwak, memiliki aroma yang kompleks dan sangat khas. Sebuah “signature” yang unik. Ketika di “brew”, kekentalan dan kepekatannya juga “full bodied”. Mirip kopi tubruk. Karena Kopi Luwak ini berasal dari Sumatera, didaerah Sindhikalang, maka varitasnya berasal dari Sumatera Mandheling yang ditanam di daerah dataran tinggi. Memiliki rasa yang sangat “smooth”, dengan “end-note” rasa coklat yang khas. Hebatnya rasa itu seperti nongkrong diatas lidah, dan membuai cita rasa kita. Namun tidak meninggalkan “after-taste”. Ini kehebatan Kopi Luwak !

Saat ini, Kopi Luwak bisa anda temui hampir disemua Pasar Swalayan. Dengan harga yang berbeda-beda. Kopi Luwak juga bisa anda minum diberbagai café dan tempat ngopi yang populer. Harganya juga bervariasi. Ini fenomena yang membuat saya kesal. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menonton sebuah film dokumenter di televisi. Tentang Luwak yang hampir punah. Dan sangat sukar di cari. 20 tahun yang lalu, Kopi Luwak cuma legenda dan cerita sebelum tidur. Pada awal tahun 2000’an, sejumlah orang asing menemukan Kopi Luwak dalam jumlah terbatas di daerah Sindhikalang di Sumatera. Itupun sangat terbatas dan sehingga harganya menjadi sangat mahal. Tetapi begitu Kopi Luwak terkenal karena acara Oprah dan film Jack Nicholson, tiba-tiba Kopi Luwak membanjir. Kesimpulan saya, sebagian besar Kopi Luwak ini patut kita curigai, apakah benar-benar asli ? Atau cuma karangan belaka ? Beberapa café yang menjual Kopi Luwak, memang mengaku bahwa Kopi Luwak mereka tidaklah 100% murni. Tapi campuran. Ada yang hanya 3% dan ada yang hanya 10%.

Di Vietnam sendiri, perusahaan kopi Trung Nguyen, sedang gencar dan agresif mempromosikan versi mereka tentang Kopi Luwak bikinan Vietnam. Ini kompetisi yang sangat berbahaya. Karena Trung Nguyen sudah membuka toko khusus di airport Changi Singapura, sedangkan kita dari Indonesia, belum ada yang maju dan mempromosikan Kopi Luwak ke laga Internasional.

Menurut Speciality Coffee Association of Indonesia, salah satu proses pasca panen kopi yang unik ala Indonesia, adalah metode yang disebut giling basah. Saya mengutip dari http://www.sca-indo.org/id/keragaman-kopi-indonesia/ cerita tentang proses yang khas ini : “ Sebagian besar petani di Sulawesi, Sumatra, Flores, dan Papua menggunakan proses unik yang disebut sebagai pengupasan basah atau wet-hulling (juga sering disebut sebagai semi washed). Menggunakan teknik ini, para petani mengupas kulit luar buah kopi dengan menggunakan mesin pengupas tradisional yang disebut “luwak”. Biji kopi, yang masih berselaput getah, kemudian disimpan hingga selama satu hari. Setelah masa penyimpanan, biji kopi dibersihkan dari getah dan kopi tersebut dikeringkan dan siap untuk dijual.

Beberapa pabrik penggilingan besar, perkebunan dan koperasi tani di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Bali memproduksi kopi dengan menggunakan metode pencucian penuh. Pertama, buah kopi yang matang digiling untuk mengupas kulit luarnya. Kopi yang telah dikupas kemudian ditempatkan dalam tangki atau tong untuk difermentasi selama 24 hingga 36 jam. Setelah difermentasi, biji kopi dicuci dan ditebarkan untuk dikeringkan diatas lantai semen atau meja-meja pengeringan. Setelah kering, cangkang atau pergamino menjadi mudah lepas dan rapuh. Kemudian, biji kopi dikupas dalam keadaan kering dan siap untuk disortir menggunakan mesin dan tangan sebelum dikemas dan diekspor. “

Proses unik ini, yang konon meniru proses alami Kopi Luwak yang asli ini, membuat beberapa kopi dari Sumatera Mandheling terangkat kualitasnya. Salah satunya adalah kopi dari wilayah Lintong yang memiliki ketinggian diatas laut antara 1.200 meter hingga 1.500 meter, yang kini disebut sebagai Blue Batak. Sebutan Blue katanya merupakan pujian dan penghargaan bahwa kopi ini memiliki status keningratan. Alias berdarah biru.

Nah, kalau anda penasaran dan ingin merasakan Kopi Luwak yang asli, silahkan saja datang ke Restoran Oasis di Jalan Raden Saleh 47, Cikini – Jakarta Pusat. Disana kami telah menyeleksi satu diantara 30 suplier Kopi Luwak dan benar-benar menemukan yang asli. Supplynya tidak banyak dan sangat terbatas sekali. Harganya juga tidaklah murah. Tapi seperti kata pepatah, duit itu tidak pernah bohong. Dan kami merasa puas dan bangga bisa menyajikan Kopi Luwak yang asli. Bilamana anda ingin sesuatu yang exotic, maka Kopi Luwak di Restoran Oasis adalah satu kenikmatan yang tidak akan anda lewatkan ! Sudah tiba saatnya kita maju dan meng-klaim bahwa Kopi Luwak adalah warisan budaya khas Indonesia. Dan ada proses sertifikasi keaslian-nya ! Karena inilah aset budaya yang harus kita bela dan kita pertahankan. Kopi Luwak 100% milik Indonesia !

No comments: