Monday, February 17, 2014

MACET ITU MAHAL SEKALI !




Prediksi Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), kerugian ekonomi akibat kemacetan di DKI Jakarta ditahun 2020 akan mencapai Rp 65 triliun, bilamana tidak ada solusi tuntas. Angka kerugian itu didapat dari hasil penelitian dengan cara menghitung kerugian karena aktivitas ekonomi yang terhambat atau bahkan lumpuh akibat kemacetan di Jakarta. Hasil penelitian itu disampaikan Hajime Higuchi, perwakilan JICA Indonesia Office, dalam acara ”Workshop on Quick and Tangible Resolution to Mitigate Traffic Congestion in the Jabodetabek Area”, di Jakarta, Rabu - 15 Mei 2013. Khusus tahun 2012 saja kerugian diperkirakan mencapai Rp12,8 triliun.

Teman saya punya definisi khusus soal lalu lintas Jakarta. Jauh dekat = 30 menit. Lumayan Macet = 60 menit. Dan Sangat Macet > 90 menit. Tapi itu realita Jakarta saat ini. Kota yang berpenduduk 12-14 juta orang ini, konon berdasarkan data yang ada, di Jakarta saat ini terdapat 17,1 juta perjalanan setiap harinya dan dilayani oleh 5,7 juta unit kendaraan bermotor dengan pertumbuhan 9 persen per tahunnya.  Ironisnya, 56 persen perjalanan dilayani oleh angkutan umum yang berjumlah 86.435 unit atau 1,8 persen. Sedangkan 98,2 persen sisanya menggunakan kendaraan pribadi yang melayani 44 persen perjalanan. Ini baru satu faktor biang keladi kemacetan.

Itu sebabnya Jakarta membuat proyek angkutan umum berkecepatan tinggi yang bebas hambatan. Proyek ini disebut Mass Rapid Transport alias MRT. Tujuan proyek MRT ini, bertujuan untuk mengurangi perjalanan dengan kendaraan pribadi. Andaikata ada angkutan umum yang bagus dan nyaman, diharapkan konsumen akan tidak menggunakan kendaran pribadi dan pindah ke angkutan umum. Itu asumsinya. Proyek  MRT Jakarta ini baru memasuki tahap satu. Proyek ini menyerap biaya sekitar Rp 20 triliun yang merupakan pinjaman dari lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dicicil selama sekitar 40 tahun. Total panjang jalur MRT Jakarta tahap satu nantinya sekitar 16 kilometer dengan jalur layang sekitar 10 kilometer, dan jalur bawah tanah sekitar 6 kilometer . Baru akan kelar tahun 2018. Dengan MRT tahap pertama ini, jangan dikira Jakarta akan bebas macet.

Membuat sebuah sistim angkutan umum yang berkecepatan tinggi yang bebas hambatan, bukanlah sesuatu hal yang mudah. Hongkong dengan proyek MTR-nya itu dimulai tahun 1975. Sedangkan Singapore memulainya tahun 1983, dan masih berjalan hingga kini. Dan MRT di Bangkok beroperasi mulai tahun 2004 dan masih dibangun hingga saat ini. Proyek MTR Hongkong memiliki jalur sepanjang  218.2 km dengan 152 statsiun. Bandingkan dengan proyek MRT Singapore yang punya jalur 153,2km dengan dilengkapi 106 statsiun. Bangkok kini memiliki jalur sepanjang 27 km dengan 18 statsiun selama 10 tahun.
Berdasarkan perhitungan ini proyek MRT Jakarta rata-rata setahun akan membangun 3 km jalur kereta, dan mirip dengan Bangkok. Dan Bangkok kini melayani kurang lebih diatas 250.000 penumpang sehari. Bandingkan dengan Singapura yang melayani hampir 3 juta konsumen perhari. Padahal populasi Hongkong berkisar 7,2 juta orang, Bangkok 6,5 juta orang dan Singapura 5,5 juta orang.

Melihat perbandingan ketiga kota tersebut, perhitungannya dengan 16km proyek MRT Jakarta, maka konsumen yang bisa dilayani tiap hari paling akan berjumlah dibawa 300.000 konsumen atau malah kurang dibawahnya. Artinya dengan proyek MRT itu Jakarta belum tentu akan terbebas macet. Dibutuhkan kombinasi solusi yang lebih lengkap dan terpadu.

Biang keladi kedua jauh lebih kompleks lagi. Yaitu tempat tinggal yang layak dan murah. Jakarta tidak memiliki perumahan murah yang disubsidi Pemda DKI Jakarta yang letaknya strategis berdekatan dengan lokasi bekerja di tengah kota. Salah seorang supir mengatakan bahwa ia terpaksa ngontrak rumah dengan biaya Rp. 750.000/bulan. Disebuah rumah yang sangat kecil, dan letaknya 40 menit dari tempatnya bekerja. Terpaksa ia harus punya motor, dan naik motor dari rumah ketempat kerja dan sebaliknya. Bukti nyata biang keladi ini bisa anda rasakan dan anda lihat setiap hari dijalan. Karena tidak bisa ngontrak rumah murah, maka mereka dipaksa semakin tinggal di pinggiran kota. Mobilisasi para karyawan kecil ini yang membuat Jakarta macet setiap hari. Jutaan motor memenuhi jalan-jalan Jakarta.

Riset Indonesia Effort for Environment menyebutkan pada 2013 pertumbuhan kendaraan mencapai 1.600-2.400 unit per hari. Dari jumlah tersebut, 16,5 persen merupakan pertambahan mobil sementara sisanya adalah motor, bus, dan truk. Jumlah kendaraan di Jabodetabek yang beroperasi di Jakarta mencapai 38,7 juta unit, terdiri dari 26,1 juta unit sepeda motor, 5,3 juta unit mobil, 1,3 juta unit bus, dan 6,1 juta unit truk.

Tanpa tambahan jalan, maka solusi yang harus kita kejar, adalah membangun rumah susun murah di lokasi-lokasi strategis di sentra-sentra perkantoran dan bisnis diseluruh Jakarta. Sehingga mobilisasi karyawan kecil ini menjadi semakin pendek, akan mengurangi pemakaian BBM, mengurangi kemacetan Jakarta dan menghemat waktu produktif. Masalahnya harga tanah di Jakarta terus naik dan menjadi sangat mahal. Bayangkan saja, sebuah ruko di Jakarta Selatan harganya bisa mencapai satu juta dolar. Seorang warga asing dari Australia mengatakan dengan sejuta dolar ia bisa membeli sebuah rumah yang layak di negaranya. Tetapi bilamana kita mau mengurai kemacetan di Jakarta, maka para karyawan kecil harus kita pindahkan tempat tinggalnya dari pinggiran kota yang sangat jauh, ke pemukiman yang lebih dekat dengan tempat bekerja-nya.

Biang keladi yang berikutnya, butuh bantuan Pemda DKI. Jakarta yang berpenduduk 14 juta orang terbagi atas 5 wilayah. Perijinan IMB di Jakarta sangat kompleks dan luar biasa ruwetnya. Pemda DKI Jakarta rasanya perlu menata ulang zona perijinan antara rumah tinggal dan tempat berusaha. Koridor-koridor jalan utama di 5 wilayah itu perlu ditata ulang. Jakarta membutuhkan zona usaha di masing-masing wilayah yang lebih luas. Tujuannya agar wilayah bisnis dan usaha tidak menumpuk ditengah kota sehingga menimbulkan kemacetan yang parah dititik-titik tertentu tiap harinya. Perluasan zona berusaha di masing masing 5 wilayah Jakarta akan menciptakan penyebaran orang dan sumber daya. Kemacetan Jakarta bisa diurai dengan lebih baik.

Kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Semarang dan Djogdjakarta masih memiliki populasi dibawah 6 juta orang. Namun beberapa diantara mereka sudah merasa sumpek, dan mulai dihantui dengan kemacetan-kemacetan lalu-lintas. Barangkali mereka masih punya waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri, sebelum menjadi benang kusut seperti Jakarta. Macet itu bukan saja bikin stress. Tetapi biayanya secara ekonomis sangatlah mahal.

Thursday, February 13, 2014

ILMU MENJUAL YANG "BARU"




Semua yang baru adalah obsesi kita. Dan sesuatu yang baru seringkali menjadi bagian dari ritual kehidupan kita. Baru seringkali dikedepan-kan. Baru adalah prioritas bagi kebanyakan orang. Karena baru ibarat jamu yang manjur, maka baru seringkali dijadikan jampi-jampi ilmu pemasaran. Ketika saya kuliah ilmu pemasaran-pun, topik "Baru" menjadi sebuah kuliah yang super menarik. Malah dosen saya mengatakan bahwa inilah salah satu jurus pemasaran yang mesti dikuasai tuntas. Beliau punya teori yang menarik bahwa sebuah strategi pemasaran harus dimulai dari sesuatu yang baru, dan diakhiri dengan sesuatu yang baru pula. Begitu nasehat beliau.

Konsumen memang selalu tertarik kepada yang baru. Kita selalu mencari restoran baru. Cafe baru. Dan tempat hiburan yang selalu baru. Kalau kita mengunjungi sebuah butik, kita juga mencari produk terbaru. Fenomena ini begitu mendarah daging, sampai misalnya membuat para produsen mobil, ikut menampilkan model terbaru setiap tahun. Seorang wartawan pernah bercerita bahwa ia juga tertarik sama seorang artis kalau dia punya sesuatu yang baru. Entah itu lagu baru ataupun pacar yang terbaru. Kelihatan konyol, tetapi itulah yang terjadi. Kita hanya tertarik kepada sesuatu yang baru.

Konon diperlukan rata-rata hampir 3 tahun lamanya , untuk sebuah produsen produk konsumen menciptakan sesuatu yang baru. Tetapi statistik keberhasilan-nya sangat rendah. Kemungkinan hanya mendekati 10%. Padahal jumlah produk baru yang dilempar ke pasar bisa mendekati diatas puluhan ribu tiap tahun-nya. Dengan statistik ini anda mungkin mengira dan menebak bahwa jurus baru ini, sama dengan inovasi. Menurut dosen saya memang sebagian ditentukan oleh inovasi. Tetapi sisanya sama sekali tidak ditentukan oleh inovasi.

Dalam salah satu kasus klasik yang melibatkan Nokia barangkali benar juga. Nokia meluncurkan ke pasar Nokia Communicator 9000 pada tahun 1996. Saat itu langsung sukses besar. Karena konsumen langsung merespon positif. Nokia memulai sebuah era baru. Era telpon selular yang pintar. Alias SmartPhone. Nokia Communicator langsung menjadi status simbol. Dan juga mainan baru bagi para sosialita. Sayangnya setelah itu Nokia gagal menerapkan jurus baru berikutnya. Terutama ketika konsumen dunia mulai malas berbicara di telpon. Bicara di telpon cenderung bertele-tele. Juga menguras emosi. Maka konsumen mengirim SMS alias texting. Pada tahun 2003, Blackberry meluncurkan RIM 850 and 857, yang memulai era ngobrol ala "chatting" di telpon selular. Dan cara komunikasi baru ini ternyata populer di seluruh dunia. Anak muda di Amerika yang berusia 18-29 tahun cenderung hanya berbicara di telpon selular sebanyak 17 kali sehari dibanding dengan 88 SMS yang dikirimnya tiap hari. Telpon selular secara emosional menjadi selimut dan sekaligus kepompong yang melindungi kita. Kita cenderung berlindung didalamnya dan menjadi kurang vokal tetapi lebih visual.

Lalu tahun 2000, telpon selular pertama dengan kamera di jual di Jepang. Dan tahun 2004, Facebook lahir. Maka muncul-lah gelombang fenomena yang sangat baru. Begitu baru dan hebatnya boleh dikatakan sebagai sebuah revolusi. Yaitu munculnya budaya "share". Dimana setiap orang membagi pengalaman-nya, dengan memotret apapun yang dilihatnya, mulai dari makanan, pemandangan, hingga kemacetan lalu lintas. Lalu di-"upload" ke internet dan "social media". Revolusi baru yang kedua adalah era baru "selfie". Semua orang tergila-gila untuk memotret dirinya sendiri. Budaya narsis yang melanda dunia bagaikan banjir bandang. Peristiwa yang terjadi dalam 2 tahun itu, mengubah segalanya. Dan tahun 2007, akhirnya Apple sebuah perusahaan komputer meluncurkan IPhone. Hanya satu model, namun membuat konsumen tergila-gila. Nokia dalam hitungan 10 tahun pudar sinarnya karena gagal menyerap pembaharuan yang melanda dunia. Apple sendiri saat ini dihantui oleh kompetitor Samsung yang sudah menguasai pasar lebih dari 40%. Pertempuran belum selesai dan konsumen menunggu yang terbaru.

Kesimpulan pertama, adu baru itu sama dengan sebuah perlumba-an. Siapa terdepan dia yang akan menang. Resep utamanya barangkali inovasi. Bukan sembarang inovasi, melainkan sesuatu yang bisa mempengaruhi konsumen. Sesuatu yang revolusioner menggugah konsumen untuk ikut berpartisipasi membeli dan mempromosikan produk anda.

Baru memang menarik. Kalau sudah tidak baru, maka konsumen akan memberikan label bermacam-macam, mulai dari kuno hingga ketinggalan jaman. Kalau sudah demikian, kita bagaikan barang rongsokan yang tidak lagi menarik dan punya pesona. Kita terancam ditinggalkan konsumen. Tapi apa jadinya kalau produk kita tidak memungkinkan untuk berinovasi. Misalnya karena produk kita unik dan satu-satunya yang sangat istimewa. Contoh paling mudah adalah celana jeans Levi's atau Coca Cola. Maka kata dosen saya, ada jurus kedua yaitu menjadi pilihan klasik atau baru yang selalu abadi. Itu sebabnya Levi's dengan produk klasiknya 501 memilih slogan - "The Original". Alias yang asli. Dan Coca Cola juga punya strategi yang rada mirip, ketika menggunakan slogan - "The Real Thing".

Strategi sederhana ini diadopsi pedagang soto kaki kambing, yang melabel mereknya dengan sebutan  "Pak Kumis". Bakpia di Djogdjakarta juga menggunakan merek yang berupa nomer. Karena kalau bukan nomer dianggap tidak asli. Pedagang Durian dari kota Medan juga menggunakan merek dan label "Ucok" untuk menunjukan keaslian-nya. Kalau produk anda dianggap yang asli, maka anda akan memiliki baru yang abadi.

Kalau anda tidak sanggup melakukan dan membuat yang baru sama sekali, maka anda bisa mendaur ulang yang ada dan membuatnya baru atau melakukan yang ekstrim, dan justru memilih yang lama. Tidak semua konsumen tergila-gila dengan yang paling baru. Ada juga konsumen yang tertarik dengan yang sangat lama. Konsumen yang mau bernostalgia. Maka sesuatu yang lama sekali, malah bakal menjadi menarik. Apalagi kalau hampir punah. Langka. Dan sudah sangat jarang sekali. Kesimpulan-nya langka adalah sesuatu yang baru juga. Ketika konsumen sudah bosan dengan musik digital, dan cd, maka mereka balik menyukai piringan hitam. Kini banyak penggemar musik yang balik membeli piringan hitam. Musik dengan piringan hitam yang langka adalah musik baru. Hal yang sama dengan dunia fotografi digital. Ketika semuanya sudah digital, sebagian mahasiswa di Vienna, pada tahun 1992 menemukan kamera LOMO buatan Rusia, dan memulai gerakan baru yaitu foto analog yang disebut Lomography. Kini Lomography sudah menjadi komunitas dunia. Sesuatu yang lama dan tidak sempurna adalah sesuatu yang baru juga sebenarnya. Terutama ketika kita bosan dengan semuanya yang serba sempurna. Yang harus kita mengerti bahwa baru adalah sebuah ikatan emosi dengan konsumen. Produknya bisa saja tidak baru dalam pengertian yang sesungguhnya. Tetapi cara kita berkomunikasi, cara kita menyampaikan, dan cara kita menghadirkan persepi, bisa saja memang baru. Rumusnya baru yang baru !

Sunday, February 09, 2014

EKONOMI SAMPAH




Belum lama ini, Wakil Gubernur Jakarta masuk berita gara-gara truk sampah. Permintaan untuk mengadakan truk sampah baru untuk Jakarta menjadi polemik. Dan sampah menjadi komoditi politik. Teman saya yang kebetulan seorang ekonom tertawa terbahak-bahak. Karena bagi sebagian orang sampah tidaklah penting. Bagi yang mengerti sampah masalah ini bukan saja sangat serius tetapi super serius.

Seorang ahli sampah dari Kanada, mengatakan kepada saya, bahwa Jakarta ibaratnya bom waktu. Karena masalah lingkungan Jakarta telah berada pada titik yang sangat kritis. Tahun 2013, konon akibat banjir sebulan kita semua merugi 20 trilyun rupiah. Tahun 2014, perkiraan-nya lebih sedikit yaitu hanya 12 trilyun rupiah. APBD kota Jakarta setahun hanya sekitar 70 trilyun rupiah. Jadi kerugian banjir Jakarta tiap tahun bisa berkisar antara 15% - 20% setara dengan APBD Jakarta tahunan. Belum lama ini Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, mengatakan program pengendalian banjir kota Jakarta masih berjalan. Dia mengatakan program ini dimulai Juni 2012 hingga 2017. Dan biayanya kurang lebih Rp. 13,5 trilyun. Artinya tiap tahun perlu dana 2 trilyun lebih. Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan biaya penanggulangan banjir Nasional yang 100 milyar, dan BNPB menyiapkan Rp 50 miliar untuk DKI Jakarta saja. Ini baru yang ketahuan karena dibayarkan Pemerintah. Kerugian materi dan non materi yang diderita oleh warga Jakarta sangat besar dan tidak terukur.

Hingga Kamis 23 Januari 2014, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melansir data pengungsi banjir di Ibu Kota mencapai 79,614 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak ada di wilayah Jakarta Barat dan paling sedikit ada di Jakarta Pusat. Sementara lokasi pengungsian paling banyak ada di Jakarta Timur yang mencapai 106 lokasi dan total pengungsian di DKI ada 305 tempat. Dan apabila tiap warga menghabiskan biaya yang setara dengan UMR Jakarta yang sebesar 2,4 juta rupiah maka biaya makan, pengobatan, akomodasi, dll bisa setara dengan 192 milyar rupiah. Andaikata semuanya dirinci dan dijumlah dengan produktifitas Jakarta yang hilang selama lebih dari sebulan, saya yakin jumlahnya diatas kerugian 12 trilyun rupiah yang diberitakan di mass media.

Masalah sesungguhnya sebenarnya bukan dari uang semata. Tetapi jauh lebih serius. Pertama kerusakan ekologi dan lingkungan Jakarta sudah melewati ambang batas. Seorang wartwan pernah mengolok saya, katanya bukti tak terbantahkan bahwa kerusakan ekologi dan lingkungan Jakarta sudah sedemikian gawat, adalah peristiwa Istana Presiden yang berulang kali kebanjiran. Bila kerusakan ini tidak kita tanggulangi dengan tuntas, tetapi hanya tambal sulam, maka ada kemungkinan tahun sekian, Jakarta tidak layak untuk dihuni. Ketika ini terjadi maka harga real-estate akan jatuh dan terjadilah bencana ekonomi yang tak terbayangkan besarnya. Ancaman cuaca ekstrem menambah bahaya yang akan kita hadapi didepan. Gangguan cuaca akan semakin buruk. Tidak akan membaik. Jadi ancaman banjir tidak akan berkurang tetapi akan menjadi lebih besar di masa mendatang. Perbaikan dan pembenahan ekologi dan lingkungan Jakarta harus menjadi Prioritas politik dan ekonomi.

Masalah yang kedua adalah sampah. Jakarta sebagai kota metropolis yang berpenduduk lebih dari 14 juta tidak punya solusi soal sampah. Sampah Jakarta hanya dikumpulkan dan dibuang. Ini adalah bom waktu yang kedua. Sampah bukan hanya merusak lingkungan dan menyebabkan banjir, sampah juga meracuni lingkungan berserta manusia lainnya. Sampah bisa menyebabkan wabah penyakit, dan timbunan sampah cenderung menjadi racun yang harus diserap bumi kita.

Jakarta menghasilkan sampah tak kurang dari 6.500 ton perhari. Jumlah ini akan terus naik dan tidak akan berkurang. Konon biaya mengantar sampah ke pembuangan sampah adalah berkisar Rp. 150 ribu perton. Itu belum termasuk biaya gaji supir, tenaga lain, mobil truk dan bensin. Artinya pemerintah DKI Jakarta minimal harus menguras kocek sebesar 240 milyar lebih tiap tahun hanya untuk membuang sampah. Pemerintah DKI Jakarta menghabiskan dana hampir Rp. 800 milyar total setahun hanya untuk sampah.

Teman saya yang mengerti sampah itu, mengatakan masalahnya sampah itu harus dipilah, antara yang organik dan yang tidak organik. Yang organik bisa dijadikan bahan bakar misalnya untuk pembangkit tenaga listrik. Atau diproses untuk menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Yang tidak organik bisa dipilah dan kemudian di daur ulang. Jakarta harus dan wajib untuk segera memiliki solusi sampah yang tuntas untuk 14 juta warganya. Memang sama seperti truk sampah, pabrik pengolahan sampah bisa jadi komoditi politik yang seru juga. Maklum biaya membangun pabrik pengolahan sampah tidak murah, dan bisa trilyunan. Saat ini karena kita tidak memiliki tekhnologinya, maka kita harus mengimpor tekhnologi dan investornya sekalian. Ini yang bikin runyam.

Andaikata kita membangun pabrik sampah dan sampahnya kita gunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik, maka masalah berikutnya adalah berapa biaya listriknya ? Karena di Indonesia distributor listrik tunggal adalah PLN, maka masalah selanjutnya adalah apakah PLN berkenan membeli listrik tersebut. Negosiasi dengan PLN bukanlah masalah yang mudah. Kecuali Menteri BUMN mengeluarkan fatwa agar PLN membuat perusahaan patungan dengan pemerintah daerah diberbagai kota besar dan membuat pembangkit tenaga listrik dari sampah. Kalau ini terjadi, semua bakal jadi pahlawan. Karena sebagian listrik Indonesia adalah listrik hijau yang menggunakan bahan bakar sampah.

Solusi kedua adalah menjadikan sampah organik menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Pemerintah pusat tahun 2014 menganggarkan subsidi pupuk sebesar 18 trilyun rupiah. Andaikata menteri BUMN kembali mengeluarkan fatwa agar perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pupuk membuat perusahaan patungan dengan pemerintah daerah untuk membangun pabrik pupuk dari sampah, maka subsisdi 18 trilyun itu bisa dihemat dan petani kita akan mendapatkan pupuk organik berkualitas tinggi, yang tidak akan membahayakan lingkungan. Malah akan membuat gerakan pertanian yang hijau dan terbarukan.

Sampah-sampah yang non organik dapat di daur ulang dan menghasilkan hasil yang tinggi. Seorang sahabat memberikan input, bahwa sampah-sampah yang non-organik bila dikumpulkan bisa dijual dengan harga : kertas - Rp. 1.000/kg, gelas plastik aqua - sekitar Rp. 9.000 per kg, botol plastik minuman - Rp. 6.500 per kg, kardus - Rp. 1.200 per kg, aneka besi - sekitar Rp.2.200 per kg, kaleng minuman almunium - Rp 15.000 per kg dan tembaga bisa mencapai - Rp. 45.000/kg. Tentu saja harga ini tidak pasti. Hanya sebagai indikator belaka. Namun menunjukan bahwa dalam industri daur ulang. Nilai ekonomi sampah jangan dianggap sembarangan.

Barangkali masalah sampah tidak dan belum menjadi perhatian dan prioritas. Saat ini teriakan Jakarta macet lebih nyaring bunyinya daripada masalah sampah. Padahal biaya pembuatan MRT di Jakarta konon bisa menghabiskan dana 16 trilyun. Padahal kalau proyek ini selesai, kita belum mendapat jaminan bahwa Jakarta akan bebas macet. Atau sejauh mana proyek ini membebaskan kita dari kerusuhan dan kepusingan macet lalu lintas. Proyek ini menjadi prioritas karena lebih banyak orang yang stress terhadap macet. Sampah sebenarnya seharusnya mendapatkan prioritas jauh lebih tinggi dari macet. Karena kerusakan ekologi dan ancaman cuaca esktrem jauh lebih berbahaya dari pada macet. Bahaya ini mesti kita perhitungan bersama.


Saturday, February 01, 2014

PERUNTUNGAN BISNIS DI TAHUN KUDA KAYU 2014



Bagi sebagian orang Januari 2014 dianggap sangat penting. Karena dalam satu bulan itu terjadi 3 peristiwa tahun baru. Yang pertama tentu saja tahun baru internasional pada tanggal 1 Januari 2014. Dan tahun baru Islam pada tanggal 14 Januari 2014. Yang ketiga adalah tahun baru Imlek pada tanggal 31 Januari 2014. Sebuah persilangan enerji yang sangat langka. Konon begitulah istilahnya. Hal lain yang dianggap sangat istimewa adalah hadirnya "super moon". Selama tahun 2014, diperhitungkan bakal ada hanya 5 "super moon" Yang pertama jatuh pada tanggal 1 Januari 2014. Berikutnya jatuh pada 30 Januari 2014, sehari sebelum imlek, dalam bentuk "black moon". Kedua peristiwa ini yang terjadi pada bulan Januari 2014 menyiratkan perubahan poros enerji. Yang menimbulkan gerakan tiba-tiba, dengan sejumlah perubahan. Dengan agenda pemilu 2014, diharapkan inilah enerji besar yang kita butuhkan untuk membuat sejumlah perubahan positif. Begitulah harapan semua orang.

Guru spiritual saya, Mpu Peniti - selalu mengambil sikap yang pragmatis. Menurut beliau karena semua hari adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka semuanya akan baik dan sempurna. Siasatnya, adalah bijaksana membaca tanda-tanda alam. Mawas diri dan memanfaatkan momentum yang ada secara positif. Itu nasehat beliau yang selalu saya amankan dan amalkan. Tahun kuda kayu 2014 bisa jadi tahun yang penuh enerji, bagi mereka yang tidak bisa menyalurkannya dengan baik, ini akan menjadi tahun yang hingar bingar. Namun bagi mereka yang bisa mengendalikan-nya dengan baik, tahun 2014 bisa jadi kendaraan yang penuh keberuntungan. Ibarat kita menunggangi ombak.

IHSG ditutup positif yaitu naik 12.96% sepanjang tahun 2012 ke posisi 4.316,69 hingga awal 2013. Pada penutupan perdagangan Jumat, (3/1/2014), IHSG tercatat melemah ke level 4.257,66. Imbas tahun ular 2013 memang sangat liar. IHSG selama tahun 2013 bukan-nya menguat malah justru ambruk. Semester pertama 2014, IHSG diperkirakan akan punya pondasi baru dan cenderung menguat. Elemen metal selama 6 bulan pertama akan mendatangkan kekuatan yang cenderung membawa rejeki dan pertumbuhan. IHSG selama semester pertama di perhitungkan akan tumbuh dan menguntungkan. Tapi hasil pemilu di bulan APRIL 2014, bisa membawa sentimen negatif terhadap IHSG disemester kedua. Terlebih dengan munculnya elemen api disemester kedua, yang bisa saja menimbulkan percikan api dan korslet tiba-tiba. Rahasianya jangan serakah. Kita perlu sangat hati-hati disemester kedua.

Kuda adalah kendaraan raja, dan panglima di medan perang. Kuda juga menjadi perlambang kemenangan. Dalam bisnis tahun 2014 merupakan momen bagus untuk perluasan bisnis. Perhitungannya, pelaku bisnis disarankan untuk tidak memulai bisnis baru di tahun 2014. Tetapi lebih fokus pada bisnis utama. Ibarat kuda mengenakan penutup mata agar bisa berjalan lurus. Kalaupun anda ingin melakukan perluasan bisnis sebaiknya di bisnis yang sama. Lebih baik anda melakukan akuisisi dibisnis yang sama daripada anda melakukan ekspansi bisnis baru. Semuanya harus dilakukan disemester pertama. Itu kuncinya. Semester kedua adalah untuk konsolidasi dan penyehatan. Anda perlu melakukan semuanya dengan sangat gesit dan cepat. Jangan terlalu lama berpikir. Kecepatan adalah senjata utama di tahun kuda 2014. Kuda bisa terlihat angun dan berwibawa. Tetapi kuda bisa juga terlihat liar dan pemberontak. Tahun 2014, anda ditantang untuk menggunakan semua kemampuan anda untuk bernegosiasi dan memperlihatkan wibawa dan kharisma anda. Bila anda berhasil, maka anda akan mendapatkan banyak pengikut baru. Anda akan sangat disukai. Sebaiknya bilamana anda arogan dan ugal-ugalan, anda akan dimusuhi oleh orang banyak. Kemampuan anda berkomunikasi akan menjadi tantangan utama di tahun 2014. Gunakan dengan sangat bijaksana.

Karena ini adalah tahun Kuda Kayu, maka salah satu bisnis yang paling disorot adalah real-estate. Selama 3 tahun terakhir ini, bisnis Real Estate mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa. Masih ada 14 juta keluarga lebih di Indonesia yang belum memiliki rumah dari total 60 juta keluarga lebih. Artinya permintaan rumah tiap tahun masih berkisar dalam 1 juta unit pertahun. Suku bunga Bank Indonesia yang cukup rendah, juga menopang pertumbuhan bisnis real estate di Indonesia. Semenjak November 2011, suku bunga Bank Indonesia masih dibawah kisaran 6%. Dan sempat bertahan cukup lama. Barulah pada Mei - Juni 2013 terjadi perubahan yang memaksa suku bunga Bank Indonesia naik terus menerus hingga bertengger menjadi 7,5% di Januari 2014. Di tahun kuda ini, diprediksi akan terjadi polarisasi di bisnis real estate, beberapa sektor akan ikut terguncang dan mengalami koreksi tajam.

Bisnis yang akan mendapat sorotan tajam adalah "W-E-W" - yaitu WATER - ENERGY - and WASTE. Dalam bisnis air, kompetisi akan semakin ketat. Perusahaan besar akan masuk dan mengubah peta persaingan. Ini bukan hanya dalam bisnis air kemasan tetapi juga bisnis air PAM. Ini adalah lahan yang akan diperebutkan dengan sengit. Bisnis enerji akan mengalami kemajuan inovasi di sana sini. Bisnis enerji akan mengalami pertumbuhan dan kinerja lebih baik dibanding tahun 2013. Bisnis sampah juga akan mengalami kemajuan yang sangat cepat. Kerusakan lingkungan dan masalah cuaca ekstrim akan membuat perusahaan besar berlumba-lumba melakukan investasi di sektor bisnis ini.

Industri pariwisata akan terus tumbuh dan tahun 2014, prospeknya sangat bagus. Dengan hari libur nasional berjumlah 16 hari dan masa cuti rata-rata 14 hari, tiap pekerja di Indonesia punya kesempatan berlibur 30 hari selama tahun 2014. Ditambah dengan minimal 8 hari kejepit nasional atau HARPITNAS dan sejumlah hari libur menjelang dan saat PEMILU maka diperkirakan jumlah libur dan cuit ditahun 2014 menjadi diatas 40 hari. Potensi industri Pariwisata menjadi andalan bisnis 2014. Bagaikan kereta kuda, industri ini juga akan menarik industri lain seperti transportasi, retail dan juga makanan dan minuman. Hanya saja semester kedua kita harus lebih berhati-hati, bila tidak beberapa kecelakaan angkutan akan kembali terjadi disemester kedua.

Bisnis keuangan di prediksi akan stabil, tidak akan ada banyak kegairahan. Konsolidasi akan terus terjadi. Merger dan akuisisi tidak terelakan. Beberapa perusahaan jasa keuangan terpaksa dijual. Berbeda dengan industri pendidikan yang akan mengalami pertumbuhan baik di tahun 2014. Tahun ular 2013 dianggap bukan tahun dengan perlambang bagus. Kebanyakan orang tua menunggu pergantian tahun kuda. Dan tahun 2014 akan mengalami kelahiran bayi yang jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Industri komputer dan elektronik dunia akan terus mengalami perubahan sangat besar ditahun 2014. Menjadi sangat kompetitif dan meminta korban cukup banyak. Beberapa industri yang mendapat tantangan cukup besar tahun 2014, diantaranya adalah : otomotif, perbankan dan jasa keuangan, bisnis yang terpengaruh air ( perikanan, transportasi laut), industri kapal terbang, dan bisnis pertambangan. Semua industri ini terpengaruh elemen kayu dan api. Namun ingat - kunci adalah gesit dan tangkas ! Serta memanfaatkan keahlian anda dalam komunikasi, negosiasi dan diplomasi !