Wednesday, June 25, 2008

IMAGINARIUM

Kurang lebih 27 tahun yang lalu, seorang petani yang tinggal di Zentsuji, Kagawa, Jepang mengawasi dengan cermat, bahwa konsumen selalu mengalami kesulitan untuk menyimpan semangka didalam lemari es. Pertama, ukuran semangka yang kadang terlampau besar. Kedua, semangka yang bundar dan oval, mudah bergulir didalam lemari es. Petani itu kemudian punya ide super gila. “Apa jadinya bilamana ia mampu menghasilkan semangka yang bentuknya kotak seperti kubus ?” Mudah disimpan dan mudah ditansportasikan. Mudah disusun dan pasti membuat semua orang penasaran !

Ide super gila itu kemudian bergulir. Petani mulai melakukan aneka percobaan. Akhirnya ditemukan sebuah cara sederhana. Semangka ditanam didalam kotak kaca yang seragam. Lama-lama semangka tumbuh mengikuti bentuk kotak kaca. Hasilnya ajaib. Semangka kotak berhasil ditanam di Jepang. Kini Semangka berbentuk kotak kubus, bukan barang aneh lagi, dan bisa anda jumpai dimana-mana di Jepang. Hanya saja harganya juga gila. Pertama kali muncul harganya sekitar sejuta rupiah. Tetapi sekarang konon dengan inflasi harganya sudah mencapai hampir 2 juta rupiah. Saya pernah melihatnya tampil disalah satu pasar swalayan di Jakarta.

Kalau dipikir-pikir, petani yang pertama kali menemukan ide ini, memang edan luar biasa. Imajinasinya melewati batas tantangan. Kadang dalam hidup ini, untuk membuat terobosan yang paling berarti kita butuh imajinasi sebesar ini. Kita tidak boleh takut untuk berimajinasi. Imajinasi harus dibiarkan bebas dan liar.

Sejak kemunculan semangka kotak di Jepang, petani di Jepang dari wilayah-wilayah lain, berlumba untuk berkompetisi menciptakan semangka dalam bentuk yang berbeda dan lebih edan. Petani semangka di Hokaido misalnya telah berhasil menciptakan semangka dalam bentuk piramida. Karena bentuknya semakin susah, harganya juga berlipat ganda. Konon bisa mencapai hampir 7-8 juta rupiah perbuah. Semangat berkompetisi dan tidak mau kalah inilah yang membuat Jepang tampil sangat kompetitif dan inovatif dalam perdagangan global. Usai penampilan semangka piramida, maka petani di Fukuoka berhasil menciptakan semangka mirip dengan wajah manusia, lengkap dengan mata, hidung, dan mulut.
Sejak heboh semangka dalam berbagai bentuk, maka kini di Jepang muncul juga melon dengan bentuk kotak kubus yang sama. Dan malah sudah ada mentimun dengan bentuk penampang hati dan bintang. Semuanya membuktikan sebuah ungkapan dalam pribahasa Jepang, bahwa tidak ada yang tidak mungkin dicapai dengan imajinasi ! Semuanya mungkin.

Tak heran apabila Albert Einstein sendiri mengumbar komentar bahwa imajinasi itu lebih penting dari ilmu pengetahuan. Alkisah, usai menemukan teori relativitas yang terkenal itu, maka Einstein banyak menerima tawaran memberikan kuliah tamu diberbagai universitas. Dalam kuliah keliling itu Einstein selalu datang hanya berdua dengan supir-nya yang setia. Konon setiap kali Einstein memberikan kuliah, supirnya selalu menonton dengan setia dibelakang. Sampai suatu ketika, setelah menonton kuliah yang sama lebih dari selusin kali, sang supir berkomentar, bahwa kalau saja kuliahnya sama selalu seperti itu, sang supir juga sanggup, karena ia mengaku sudah hafal betul. Mulanya Einstein cukup terkejut mendengarnya, tetapi kemudian Einstein menantang supirnya untuk berganti tempat dengan dirinya. Sang supir memberikan kuliah dan Einstein duduk dibelakang pura-pura menjadi supir. Sang supir menerima tantangan Einstein.

Minggu berikutnya, ketika tawaran kuliah datang dari sebuah universitas. Meraka tukar tempat. Einstein duduk dibelakang dan sang supir kedepan memberikan kuliah. Dengan percaya diri, dan suara lantang yang mantap sang supir memberikan kuliah dengan lancar sekali. Maklum ia telah hafal isinya semua. Usai kuliah, datanglah sesi tanya jawab. Einstein tersenyum - karena ia ingin tahu bagaimana caranya, sang supir mengatasi masalah ini. Seorang mahasiswa mengacungkan tangan, dan mulai bertanya sebuah pertanyaan yang teknis dan Einstein yakin sang supir tidak akan mungkin bisa menjawab. Dengan tersenyum lepas, sang supir berkata menanggapi pertanyaan sang mahasiswa :”Wah, pertanyaan anda itu sangat tidak bermutu. Jangankan saya yang menjawab, supir saya saja yang duduk dibelakang tau betul jawaban-nya !” Einstein yang duduk dibelakang tentu saja kaget mendengar jawaban sang supir. Tetapi akhirnya Einstein kedepan dan membebaskan sang supir dari jeratan masalah tanya jawab itu. Terbukti imajinasi itu lebih penting dari ilmu pengetahuan.

Ditengah situasi pertempuran bisnis yang makin sengit, dan kompetisi yang makin menggila. Dan ancaman datang dari segala penjuru, pemberdayaan imajinasi merupakan solusi manjur yang patut anda perhitungkan. Karena tidak mungkin adalah kata yang tak tidak akan kita temukan dalam kamus Imajinasi.

Friday, June 20, 2008

Tuesday, June 17, 2008

FILSAFAT CAP CAY GORENG

Salah satu masakan kesukaan Mpu Peniti, adalah “cap-cay” goreng. Masakan sederhana yang terdiri dari aneka sayuran dipotong kecil-kecil dan kadangkala dimasak dengan baso ikan, baso sapi, udang, dan daging ayam. Di Amerika “cap-cay” goreng disebut “chop-suey” dan konon diakui sebagai bagian ciptaan kuliner para imigran Cina di Amerika, dan merupakan salah satu ciptaan masakan Chinese-American. Anda, mungkin penasaran, bagaimana mungkin “cap-cay” goreng berkelana begitu jauh dari Amerika hingga Indonesia.

Jangan bingung, sejarah “cap-cay” goreng memang rancu. Versi terpopuler adalah ketika duta besar Cina Li Hung, mengunjungi kota New York pada tanggal 29 Agustus 1896, tukang masaknya berusaha menciptakan masakan yang bisa diterima oleh diplomat Cina dan Amerika. Dan menurut catatan sejarah, “cap-cay” goreng memang terhidang sebagai salah satu menu. Versi lain yang lebih kuno, menyebutkan bahwa makanan ini berasal dari dinasti Qing. Dimana jerohan di masak bersama sayur-sayuran untuk membuatnya tampil lebih elok dan lebih sehat.

Ada satu versi yang menurut saya lebih masuk akal, adalah masakan ini diciptakan oleh kaum Imigran Cina yang berkelana kemana-mana. Yaitu masakan yang ditentukan oleh nasib. Apapun sayur yang didapat hari ini, dipotong semua dan dimasak jadi satu. Kalau cuma ada 2 sayur, maka cap-cay-nya cuma terdiri 2 sayur itu. Tapi kalau nasib baik hari ini dan punya sayur lebih, maka cap-cay gorengnya lebih mewah. Sederhana dan praktis. Masalahnya kapan masakan cap-cay goreng ini ditemukan ? Karena di Cina sendiri, masakan ini tidak dikenal. Hanya di Taishan, Cina yang majoritas penduduknya berkelana dan menjadi kaum imigran, masakan cay-cay goreng dikenal.

Apapun sejarahnya, Mpu Peniti menganggap masakan ini punya arti filosofis yang dalam. Beliau menyebutnya ilmu kombinasi. Dan saya banyak belajar dari ilmu sederhana ini. Menurut Mpu Peniti, keseimbangan dan kesempurnaan hidup selalu datang dari sebuah kombinasi. Sebuah pohon apel bisa berbuah bagus apabila pohon itu ditanam dalam sebuah kombinasi tanah yang subur, sumber air yang baik, dan iklim yang pas. Kombinasinya salah, hasilnya juga akan ngawur. Demikian juga perkawinan, kongsi dagang, hingga praktek pemasaran. Kita butuh kombinasi yang pas dan harmonis.

Dari Ilmu Kombinasi ini Mpu Peniti mengajarkan saya beberapa hal. Pertama Tuhan yang maha pencipta dan maha kuasa menciptakan manusia semuanya sempurna. Jadi kalau anda punya sebuah team, dan anda merasa ada beberapa anggota team anda yang tidak memuaskan karena kinerja-nya lemah, jangan putus asa dan menyerah. Rahasianya, mereka butuh kombinasi partner yang bisa memotivasi dan membuat kinerja kerja mereka saling menunjang.

Seorang ahli HRD yang berkecimpung dalam “out-sourcing” dan “recruitment” pernah berguyon kepada saya. Menurut beliau, kalau anda punya meja resepsionis di kantor dan anda butuh 2 resepsionis. Maka sebaiknya anda mencari satu yang sangat cantik tetapi skillsnya boleh tidak terlalu tinggi dan cakap. Yang cantik, dilatih menjawab telpon dan melayani tamu. Satunya lagi pilih yang wajahnya biasa-biasa saja, tetapi skillsnya tinggi dan cakap. Cocok untuk mengerjakan administrasi. Kalau dua-duanya cantik, situasinya bakalan runyam, karena mereka berdua akan bersaing terus menerus dan saling iri. Kalau cantik dan skillsnya tinggi dan cakap, pasti umurnya pendek karena cepat dibajak orang, atau di ajak kawin oleh karyawan sendiri. Tapi kalau kombinasinya pas seperti diatas, umurnya bisa dijamin lebih lama.

Hal kedua yang saya pelajari dari Ilmu Kombinasi Mpu Peniti, adalah terkadang sumber daya kita terbatas dan tidak sempurna. Nah, strategi ces-plengnya adalah justru memanfaatkan kelemahan dan keterbatasan itu. Yaitu dengan mencari pasangan kombinasi yang bisa melengkapi-nya. Seorang teman saya, adalah seorang pedagang permata. Klien-nya banyak, dan dari berbagai kalangan. Ia dikenal sering menjual permata yang apik dengan harga miring. Selidik punya selidik, rupanya ia juga menjadi tempat orang butuh duit untuk menjual permata dengan cepat. Itu sebabnya ia selalu mendapat permata dengan harga murah. Tetapi ia tidak serakah dan loba. Ia tidak pernah mau menjual permata-permata itu dengan laba besar. Sambil tersenyum ia menjelaskan bahwa ia selalu senang bisa menolong orang dalam kesususahan. Besar amal dan pahalanya, kata beliau. Itu sebabnya permata yang ia beli, ia usahakan jual kembali dengan laba cukup. Biar duitnya muter, dan ia selalu siap siaga menolong orang butuh duit yang berikutnya.

SLOW DOWN


Monday, June 09, 2008

KERONCONG RUMAH SLEMAN

Saya kedatangan sejumlah tamu dari Amerika, yang ingin melancong ke kota Yogyakarta. Mereka ingin menyaksikan keagungan mahakarya Borobudur. Lalu batin saya bergejolak mencari hidangan megah yang setara untuk disajikan kepada tamu-tamu ini agar mereka juga merasakan bahwa kejayaan kuliner Indonesia setara dengan keagungan Borobudur. Bolak-balik saya berpikir, tidak juga muncul inspirasi yang pas.

Ketika asyik melamun, tiba-tiba saja sepotong inspirasi berkelebat. Saya jadi ingat konsep Slow Food ciptaan Carlo Petrini, di Italy tahun 1986. Carlo Petrini lahir di propinsi Cuneo, Italia. Tahun 1989 ia menemukan gerakan Slow Food Movement, sebagai sebuah gerakan anti-klimaks terhadap fenomena “fast-food” diseluruh jagad raya ini. Tahun 2004, ia terpilih sebagai salah satu pahlawan versi Majalah Time. Slow Food mempromosikan kembalinya makanan lokal, terutama pelesteraian bahan bakunya, tradisi dan tata cara memakan-nya. Sebagai contoh, banyak makanan tradisional kita, mulai dari masakan, minuman hingga hidangan kue-kue yang hilang satu demi satu terkikis budaya fast food moderen.

Setelah saya mendapatkan konsep untuk menyajikan Slow Food kepada tamu saya, kini datang masalah baru, yaitu dimana dan siapa yang bisa menyajikan-nya secara asri dan apik. Untung saya teringat dengan Rumah Sleman, miliki Ibu Anna Mathovani. Kalau anda pengagum musik-musik lama dijaman 60’an dengan sederetan penyanyi beken seperti Oslan Husen, Erny Djohan, Tuty Subardjo, Alwy AS, Alfian, Vivi Sumanty, Aida Mustafa, Diah Iskandar Bob Tutupoly, dan Lilis Suryani . Maka nama Anna Mathovani, ada dalam deretan penyanyi-penyanyi yang berjaya dijaman itu.

Ibu Anna Mathovani, kini mengelola sejumlah Private Residences, yaitu konsep ultra butik hotel yang terdiri dari rumah-rumah esklusif. Dibawah manajemen Annapola, muncul nama-nama Private Residence seperti Rumah Kertanegara, Rumah Iman Bonjol, Rumah Daksa dan Rumah Sleman. Rumah Sleman terletak di Jalan Purboyo didesa Warak Kidul, Sleman, Yogyakarta. Berasal dari sebuah rumah yang dibangun oleh Darah Dalem dari keluarga Kasunanan pada tahun 1814, di Kampung Sewu, Solo. Rumah kuno ini kemudian dipindahkan ke desa Warak Kidul dengan menggunakan desain lay-out asli yang sesuai dengan filosofis Jawa. Kini Rumah Sleman memiliki 4 kamar esklusif yang ditata secara unik dan sangat artistik.

Satu hal yang sangat mengejutkan saya, Ibu Anna Mathovani sangat mendukung ide saya, dan mau berbaik hati menerbangkan koki pribadi beliau, yaitu Mbok Iyem dari Jakarta ke Yogyakarta, untuk secara pribadi menghidangkan masakan Jawa secara otentik, sesuai dengan konsep slow food yang seutuhnya. Hasilnya memang ajaib luar biasa.
Malam itu, diteras Rumah Sleman, yang diberi nama Paseban Terrace, ditemani semilir angin malam yang turun dari lereng Merapi, kami berdelapan menikmati hidangan Indonesia ala Slow Food sejati. Meja panjang tempat kami makan, dihias untaian bunga mawar berwarna merah muda. Keharumannya menebar pesona dan nuansa romantisme yang sangat elegan. Menu malam itu sangat sederhana sekali, sebagai pembuka disiapkan kerupuk dan rempeyek. Ditambah dengan gorengan ikan wader dan perkedel kentang. Konon menurut cerita, gorengan ikan wader ini sejarahnya cukup panjang, populer di Trowolan sejak jaman ke-emasan Majapahit.

Sup pembuka adalah Soto Ayam yang klasik. Hidangan makan malam itu tetap sederhana, nasi putih yang masih hangat dan mengepul, dihidangkan bersama gudeg, ayam goreng lengkap dengan lalap dan sambalnya. Goreng lidah sapi. Tumis daun pepaya, oseng-oseng terong dengan daging cincang, dan lodeh Jawa yang gurih dan lezat. Ditambah lagi dengan oseng-oseng kangkung. Terasa sekali kelezatan makanan yang membumi ini, menyatu dengan penyajian yang sangat artistik, menjadikan pengalaman makan malam itu sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Didepan teras terhampar kebun, dan dipojoknya ada sebuah Gazebo yang diberi nama Khayangan Gazebo. Malam itu Ibu Anna, berbaik hati menyajikan sebuah orkes keroncong di Gazebo. Mereka menyanyikan sejumlah lagu-lagu keroncong populer, mulai Bengawan Solo, hingga Ariati dan beberapa karya lama Ismail Marzuki. Hingga lagu-lagu cinta populer dalam bahasa Inggris. Termasuk lagu legendaris Frank Sinatra, My Way. Hidangan penutup tidak kalah sederhananya. Serabi Solo, dan pisang goreng, ditemani dengan buah-buah-an dari wilayah setempat, mulai dari jambu air, salak pondoh, manggis dan sawo. Diakhiri dengan kopi Jawa yang kental memikat.

Pengalaman malam itu sungguh bertuah. Membuat semua tamu saya dari Amerika terkagum-kagum. Gerakan Slow Food bukanlah alternatif dan juga bukan tindakan improvisasi yang mendadak. Justru sebaliknya gerakan Slow Food adalah sebuah upaya pelestarian terhadap tradisi, budaya dan filosofis makan. Slow Food adalah sebuah safari untuk menemukan kembali cita rasa yang sesungguhnya dan sejati. Sebuah pelatihan cita rasa, agar kita dan generasi setelah kita mampu membedakan dan merasakan kelezatan yang sesungguhnya.

Malam itu, ketika musik keroncong senyap dari Rumah Sleman, dikepala saya masih saja tertinggal sejumlah aroma dan kelezatan masakan Mbok Iyem. Membekas dan tidak mau pergi.

ILMU BERKELIT BRUCE LEE


Tuesday, June 03, 2008

ILMU BERKELIT

Seorang pria, yang menjadi pasien Mpu Peniti, datang berkonsultasi dan menceritakan bahwa ia tidak sanggup lagi hidup dengan isterinya. Yang menurut istilahnya, lebih licin dari belut. Selalu berkelit. Di dalam dunia profesi, isterinya rajin menipu kiri kanan. Meninggalkan hutang dimana-mana. Dalam kehidupan rumah tangga, juga sama saja. Isterinya selalu berkelit dengan berbohong seribu macam dusta yang kadang sampai luar biasa dan tidak masuk akal. Sang suami putus asa dibuatnya.

Ketika sang pasien pulang, saya dan Mpu Peniti, melanjutkan obrolan soal ilmu berkelit. Dalam contoh diatas ilmu berkelit memang dipraktekan secara keliru. Lalu Mpu Peniti bertutur secara filosofis. Secara strategi, ada serangan secara agresif. Dan ada berkelit secara defensif. Seorang jendral perang yang handal dan seorang praktisi bisnis yang cermat, dapat dipastikan menguasai kedua gerakan manuver ini secara mahir.

Hampir semua ilmu bela diri, punya jurus khusus untuk berkelit. Seorang petinju pernah berkelakar bercerita pada saya, “bayangkan betapa-pun jagonya seorang petinju, yang mampu membuat pukulan-pukulan yang mematikan, ….. tetapi tidak tahu caranya menghindar dan berkelit…… pasti cepat lambat ia akan ambruk juga” Jadi berkelit itu sama pentingnya dengan menyerang. Ada sebuah pribahasa terkenal yang berbunyi : “The best defense is a good offence” – Artinya sebuah taktik bertahan yang baik akan sama sempurnanya dengan sebuah taktik menyerang. Menurut Mpu Peniti, terkadang jawara-jawara yang sombong, hanya selalu memikirkan bagaimana caranya secara telak dan mematikan untuk menyerang lawan. Dan sering lupa bagaimana menciptakan pagar pertahanan yang ampuh.

Selama 20 tahun saya mengarungi lembah dan jurang dunia bisnis, ulah ilmu berkelit yang terbaik seringkali saya jumpai justru dikalangan pedagang dan pelaku bisnis yang sangat kecil. Mereka yang memiliki panca indera survival tertinggi untuk bertahan dari kebangkrutan, tanpa peduli apapun situasinya. Tanpa perlu belajar ilmu strategi perang, mereka tau secara naluri untuk berperang. Kadang saya suka malu dan bercampur kagum dengan mereka.

Pedagang-pedagang kecil umumnya secara naluri, mengerti ungkapan terkenal dari Jendral Sun-Tzu yang berbunyi bahwa kemenangan yang paling sempurna adalah kemenangan yang diraih tanpa harus bertempur. Didekat kantor saya, ada sebuah lorong kecil yang penuh dengan pedagang kaki lima yang menjual makanan. Dan selalu ramai setiap saat makan siang. Beberapa tahun yang lalu, di lorong sepi itu, awalnya menjelang makan siang parkir sebuah mobil pick-up kecil berwarna biru, dan dengan kain plastik biru sebagai atapnya, mulai berjualan sebagai warung berjalan. Jualan-nya mirip warung Tegal. Dalam waktu singkat office boys disekelilingnya langsung memberi julukan “warung tenda biru”. Mirip lagu terkenal itu.

Uniknya selang beberapa bulan kemudian, satu demi satu pedagang kaki lima berdatangan dan mulai berjualan disebelah dan disekeliling “warung tenda biru” tersebut. Semua yang datang belakangan, tidak ada satupun yang berjualan sama. Semuanya berkelit untuk berkompetisi satu dengan yang lain. Kini ditempat itu, ada tukang gado-gado, ketoprak, mie ayam, soto mie, sate padang, tukang rujak dan gorengan. Mirip sebuah food court mini. Semuanya berkelit untuk berkompetisi satu dengan lainnya. Kehadiran setiap pedagang untuk memperkuat konsep bisnis yang ada.

Ilmu berkelit kedua yang juga sangat populer, didalam dunia bisnis, berbunyi : “meminjam tangan lawan untuk membunuh musuh”. Atau “membunuh musuh dengan pisau pinjaman”. Ketika isu pemerintah mau menaik-kan BBM, para pedagang yang berjualan disekitar “warung tenda biru” semuanya secara seragam dan kompak menaik-kan harga seribu rupiah dari harga lama. Tidak ada satupun pedagang yang berbeda. Konsumen yang makan terpaksa harus pasrah. Dan semuanya menyalahkan pemerintah. Tidak ada satupun yang menyalahkan pedagang itu. Ketika saya bertanya kenapa mereka naik dulu sebelum pemerintah menaik-kan BBM, mereka berbisik kepada saya sebuah strategi unik. Mereka bilang, lebih baik naik seribu perak sebelum pengumuman pemerintah. Ibaratnya menjajal dalamnya sungai. Setelah pemerintah menaik-kan BBM, dan ternyata omzet penjualan mereka turun, ramai-ramai mereka masih bisa berkelit dan turun harga untuk menyesuaikan situasi. Sungguh licin ilmu berkelit mereka.

Ilmu berkelit yang sesungguhnya tidak sama dengan tindakan bersembunyi seorang penipu atau pembohong. Jawara tulen bisnis, tidak akan bersembunyi menghadapi setiap serangan lawan. Justru mereka menghadapinya dengan berkelit dan terhindar dari serangan yang mematikan. Mirip Muhammad Ali menghindari tonjokan lawannya dengan cara menari-nari lincah di kanvas tinju.

Saturday, May 31, 2008

Wednesday, May 28, 2008

PEDAS IS HOT-HOT-HOT

Pedas sedang ngetrend. Mulai dari makanan emperan hingga resto mewah. Nama sambal yang serem-serem muncul dimana-mana. Sampai-sampai resto waralaba impor juga memasang menu baru yang pedas. Buat kuliner Indonesia ini artinya angin balik yang menguntungkan. Bisa mengangkat dan membuat kuliner atau masakan Indonesia juga ikut ngetrend. Jelas ini peluang unik yang tidak boleh dilewatkan.

Kenapa sih pedas bisa tiba-tiba populer ? Pertama, biang keroknya selalu adalah globalisasi. Makanan pedas yang tadinya dimusuhi banyak orang, kini terlihat eksotik. Makanan pedas, dari Amerika Latin, Asia dan Afrika kini menjadi fusi yang unik. Ketika saya terakhir berkunjung ke Chicago, saya diajak makan di sebuah resto fusion yang memadukan makanan India dengan Latin. Namanya Vermilion. Yang artinya warna merah. Pas dengan warna cabe yang merah dan panas. Vermilion dimiliki oleh 2 wanita India yang menarik, yaitu Rohini Dey seorang bekas konsultan manajemen, dengan gelar doktor. Orangnya cerdas dan sangat cekatan. Executive Chef dari resto ini uniknya juga seorang perempuan yaitu Maneet Chauhan. Keduanya lalu berpartner mendirikan resto yang kini sedang menjadi buah bibir di Chicago.

Resto sejenis Vermilion yang mengusung eksotisme makanan “panas dan pedas” bermunculan dimana-mana bagaikan jamur dimusim hujan. Kedai-kedai ramen sepanjang Tokio hingga Singapore, hampir semuanya memasang menu pedas sebagai andalan baru. Di Medan ada ayam goreng yang diatasnya dibalur cabe hijau. Sebuah resto di Semarang, memberi nama Sambel Iblis karena saking pedasnya. Jangan lupa juga di Jakarta ada nasi goreng gila, yang konon pedasnya juga tak terkira. Pokoknya pedas sedang “hot” banget.

Dalam bagian-bagian tertentu dari kultur kita, cabe konon dianggap zat perangsang atau aphrodisiac. Karena memakan cabe akan membuat kita berkeringat, melancarkan sirkulasi darah, dan mempercepat detak jantung. Mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh Viagra. Wanita-wanita dari daerah yang makanan-nya pedas-pedas, sering dianggap lebih “hot” dan agresif di ranjang. Uniknya juga sejak jaman dahulu, cabe dan rasa pedas sudah digunakan sebagai bagian dari pengobatan. Yang paling mudah di-ingat barangkali adalah koyo cabe yang sudah populer sejak jaman eyang kita dahulu. Konon saat ini lebih dari 200 ilmuwan diseluruh dunia sedang berpacu dan berlumba menemukan zat-zat baru didalam cabe untuk kepentingan kesehatan. Padahal seringkali kita mendengar nasehat orang tua agar jangan makan sambel terlampau banyak. Karena berbahaya bagi lambung dan perut. Jadi mana yang benar nih ?

Menurut catatan sejarah, pengobatan menggunakan cabe, sudah dimulai sejak jaman Aztecs dahulu. Para ilmuwan dan peneliti menemukan bahwa zat pedas, yang disebut Capsaicin sebenarnya sangat bermanfaat. Team riset dari Universitas Tasmania, mempublikasikan hasil riset mereka pada bulan Juli 2006, di jurnal American Journal of Clinical Nutrition bahwa cabe memberikan dampak positif bagi orang yang kegemukan dan menderita diabetes. Cabe konon bisa mengontrol dan menstabilkan insulin. Akibatnya gula darah menjadi lebih stabil. Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa cabe berbahaya bagi perut dan lambung, penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang-orang didaerah tertentu di Asia yang makanannya banyak mengandung cabe, ternyata secara klinis, jumlah penderita kanker usus dan perut juga jauh berkurang.

Cabe sedang diteliti secara intensif diberbagai belahan dunia, karena dianggap memiliki sejumlah zat untuk melawan kanker lain, seperti misalnya kanker prostat. Jadi cabe memang sedang menjadi buah bibir dimana-mana. Capsaicin – zat aktif didalam cabe - dikenal memiliki Neuropeptide, yang berhubungan dengan rasa sakit dan mampu mengurangi “inflamation”. Artinya sejak jaman nenek moyang kita, cabe konon dikenal sebagai rempah-rempah yang bisa mengurangi rasa sakit. Dan bisa membuat orang lebih relax. Capsaicin mampu menahan zat kimia yang disebut Subtance P yang berperan dalam transmisi dan persepsi rasa sakit. Sehingga cabe dimasa mendatang bisa jadi obat alam untuk memerangi rasa sakit kepala dan migran.

Konon menurut para ahli nutrisi, yang berbahaya justru adalah zat tambahan yang digunakan ketika membuat sambal, seperti cuka yang berlebihan dan kemungkinan bahan-bahan pengawet tambahan. Jadi kalau mau aman, makanlah cabe dalam bentuk segar, dan bukan dalam bentuk olahan sambal.

Trend pedas, mesti kita siasati sebagai sebuah fenomena dan trend pemasaran untuk mengangkat kuliner Indonesia, seperti masakan Padang, dan masakan Menado, kejajaran Internasional. Cita-cita saya, masakan Indonesia bisa menjadi pagelaran cita rasa eksotisme yang unik. Sejak bangsa Eropah menemukan kepulauan Nusantara, maka karavan perdagangan Asia memiliki rute dan julukan baru. Yaitu Indonesia sebagai “the spice road” atau jalan rempah. Konon jalan rempah tidak kalah dengan jalan sutra yang melintasi eropa, cina dan asia. Jalan rempah adalah secara historis telah memperlihatkan kejayaan warisan kuliner Indonesia. Rempah-rempah seperti lada, cengkeh, pala, kayumanis, menjadi harta karun yang diperebutkan sejak dulu kala. Jalan rempah pula yang bakal menjadi DNA pemasaran kuliner Indonesia. Yang membuktikan kalau kuliner Indonesia sangat beragam dengan kompleksitas yang berlapis. Sebuah eksotisme yang tak tertandingi.

Saturday, May 24, 2008

WE CHOOSE HOPE !

A NEW HOPE

Semalam saya tidak bisa tidur nyenyak. Gelisah. Dan juga mimpi buruk. Pagi-pagi saya menelpon Mpu Peniti, dan mengajaknya sarapan pagi. Ia menangkap kegelisahan saya. Mpu Peniti, mengajak saya sarapan nasi ulam dirumahnya. Berdua kami duduk diteras rumah, mengunyah nasi ulam sembari ditemani kopi tubruk. Lamat-lamat suara burung gereja terdengar saling berkejaran di pepohonan. Surat kabar hari ini, masih bicara krisis. Iseng saya meledek Mpu Peniti, soal isu krisis yang nampaknya dipertahankan selama 10 tahun sebagai komoditi politik. Seolah “state-of-mind” kita disandera dengan suasana krisis terus menerus.

Mpu Peniti sempat tertawa kecil. Lalu ia terdiam sejenak. Katanya lirih, bahwa seolah Tuhan sedang menyentil telinga kita. Hanya dalam seminggu dan dalam suasana 100 tahun Kebangkitan Nasional, kita kehilangan 3 tokoh dan pejuang. Sophan Sophian, SK Trimurti dan Bang Ali. Mungkin hanya kebetulan, tapi juga bisa pertanda. Kami berdua sempat terdiam cukup lama. Sesaat terasa kesedihan mendalam bagi kami berdua. Tadinya saya berharap team Thomas Cup dan Uber Cup kita menang. Karena kalau keduanya menang, perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional pasti terasa beda. Tapi apa boleh buat “shuttle cock” belok kearah yang berbeda.

Tiba-tiba saja, mata Mpu Peniti mendelik. Ia langsung tersenyum, “Lha, itu yang kita perlukan. Harapan !” Menurut beliau selama 10 tahun ini, kita seperti gadis yang mengurung diri dikamar, bersedih-sedih, karena putus pacaran. Tidak ada pemimpin yang memberikan rajin membakar semangat kita dan bicara postif soal harapan. Price Pritchett, penulis buku berjudul HARD OPTIMISM, menulis bahwa harapan itu seperti otot juga. Perlu dilatih setiap saat. Harapan konon bisa membuat hidup kita lebih berbahagia, dan juga baik untuk kesehatan.

Dr. Charles R. Snyder dari Universitas Kansas, yang giat melakukan riset dalam topik ini, menyimpulkan bahwa harapan terbukti merupakan faktor positif yang bisa menentukan keberhasilan seseorang. Baik itu didalam bidang akademis, bisnis, dan juga pasien-pasien yang menderita sakit. Uniknya Dr. Synder melakukan riset yang melibatkan 3.920 mahasiswa. Dan menemukan bahwa keberhasilan mereka bukan ditentukan oleh nilai-nilai akademis yang dicapai para mahasiswa. Melainkan intensitas dan kualitas harapan yang mereka miliki.

Jadi berharap dan selalu memiliki harapan yang positif harus juga dijadikan kebiasaan menurut Price. Karena bisa mengikis rasa dan sikap pesimisme dan menciptakan optimisme yang lebih sehat. Harapan adalah sebuah kekuatan emosi yang berfokus secara unik pada imajinasi dan mampu menimbulkan hal-hal yang positif. Harapan menjadi sumber enerji yang mendorong segala tindakan yang positif. Misalnya, harapan membuat seorang mahasiswa rajin belajar. Harapan membuat seorang pasien yang sakit mau berobat intensif. Harapan otomatis mendongkrak percaya diri kita. Harapan menjadi inspirasi yang membuat kita untuk membidik cita-cita yang lebih tinggi. Memperkuat daya juang dan stamina kita sekaligus.

Dengan harapan pola pikir kita terstruktur dalam batas-batas positif – terhadap segala hal kita menghadapainya dengan pendekatan mencari peluang, jawaban dan solusi. Sebaliknya, tanpa harapan pola pikir kita mudah terjerumus dalam batas-batas negatif – pendekatan kita terhadap segalanya, malah terjebak dalam keterbatasan, krisis, kegagalan dan juga ketakutan. Ini bedanya.

Penulis W.Wacker, dan J Taylor menulis dalam buku yang berjudul “The Visionary’s Handbook” bahwa, “apa yang telah terjadi tidak menentukan masa depan kita ……. Yang seharusnya menentukan masa depan kita adalah reaksi atas kejadian itu dan bukan kejadian itu sendiri”. Jadi menurut Mpu Peniti, krisis 10 tahun yang lalu bukanlah penentu masa depan kita. Tapi upaya dan perjuangan menghadapi krisis itulah yang menentukan masa depan kita. Untuk itu kita mesti tetap berharap pada kejayaan Indonesia. Saat ini dan selama-lamanya !


Friday, May 23, 2008

Tuesday, May 20, 2008

HASTA BRATA

Acap kali, saat memberikan konsultasi kepada banyak pengusaha muda, kebanyakan dari mereka punya satu penyakit yang gejala-nya hampir sama. Kebanyakan dari mereka, mulai berusaha dengan modal kecil, dan otomatis hanya dikerjakan sendiri, atau paling banter cuma nambah satu asisten. Lalu perusahaan tumbuh sangat cepat, dan pegawai bertambah cukup banyak. Timbulah masalah. Politik kantor muncul beragam. Intrik saling bersenggolan. Dan pribadi-pribadi tertentu mulai menampakan ego. Kalau tidak kuat, maka kepemimpinan sang pengusaha terancam dikudeta.

Maka pertanyaan yang muncul, “apa sih resep kepemimpinan yang sederhana tapi manjur ?” Begitu kebanyakan dari mereka bertanya kepada saya. Sebenarnya gaya memimpin datang dari pengalaman sehari-hari. Sesuatu yang selalu bertambah. Terakumulasi. Hanya saja apa yang bertambah itu harus menjadi yang membuat orang bertambah bijak. Mirip proses menabung. Sedihnya, banyak pemimpin terkadang teledor dalam proses ini. Sehingga ia gagal bertambah bijak.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang Bankir senior. Beliau bercerita tentang HASTA BRATA. Sebuah wejangan kuno dari perwayangan. Konon menurut cerita, ketika Raja Rama meninggal, tersebar kabar, bahwa mahkota beliau yang memiliki 8 permata telah hilang. Semua orang jadi sibuk mencari. Termasuk Arjuna. Dan dalam pencarian yang sia-sia, akhirnya Arjuna memberanikan dirinya bertanya kepada gurunya, agar diberikan wangsit untuk kemana mencarinya. Sang guru lalu tertawa, dan menjelaskan bahwa 8 permata itu cuma simbol belaka. 8 permata itu disebut HASTA BRATA, yaitu hasta = delapan dan brata = langkah . HASTA BRATA, merupakan 8 langkah bagaimana seorang pemimpin harus bertindak.

HASTA BRATA terdiri dari 8 simbol alam yang menyiratkan 8 prinsip kepemimpinan:

1. Surya atau matahari. Matahari adalah sumber kehidupan di bumi. Seorang pemimpin harus menjadi titik api yang sama. Dialah sumber inspirasi, semangat dan motivasi bagi para pengikutnya. Sang pemimpin juga harus selalu adil. Seperti matahari yang menerangi semua orang tidak peduli kaya atau miskin. Semuanya diperlakukan adil dan sama rata, tanpa diskriminasi.
2. Chandra atau bulan. Seorang pemimpin yang diteladani, justru disaat krisis dan masa-masa sulit harus bisa menjadi bulan. Yaitu pemimpin yang mampu memberikan pencerahan di kala gelap, memberi petunjuk dan arah untuk keluar dari kemelut, memberi solusi pada setiap permasalahan dan bila perlu menjadi orang yang mendamaikan konflik.
3. Kartika atau bintang. Bintang adalah simbol yang maha kuasa dan maha pencipta. Dari-Nya-lah kita semua berawal dan kepada Dia pula kita berpulang. Seorang pemimpin harus tahu dimana dia berdiri, dan tidak boleh merasa ditinggikan dan setara dengan Tuhan. Walaupun demekian, ia harus tetap menjadi bintang teladan dan panutan.
4. Bumi. Ini adalah simbol kesabaran dan kesuburan. Bumi menawarkan kesejahteraan bagi seluruh mahkluk hidup yang ada di atasnya. Hanya mereka-mereka yang sabar akan bertahan hingga akhir. Biarlah orang lain memperlihatkan sifat-sifat jahat mereka. Tetapi seorang pemimpin yang selalu sabar akan mampu menghadapi segala tantangan apapun juga bentuknya. Seorang pemimpin yang membumi, selalu tegas, konsisten, tak tergoyahkan tetapi tetap sederhana.
5. Geni atau api. Api adalah simbol hati-hati, dan penuh perhitungan. Seorang pemimpin harus tegas, dan tidak boleh plin-plan. Hal ini bisa dicapai kalau beliau secara teliti, hati-hati dan penuh perhitungan, mengkalkulasi setiap keputusan yang diambil. Sehingga keputusan itu akan tampil mantap dan bijaksana.
6. Banyu atau air. Tanpa air yang murni dan bersih, tanaman tidak akan tumbuh subur. Seorang pemimpin yang bijak harus bisa menjadi air, memberikan inspirasi kepada semua orang yang ia pimpin dan memperjuangkan semua aspirasi pengikut dan pendukungnya.
7. Maruto atau angin. Inilah simbol demokrasi. Seorang pemipin harus mampu menembus semua celah tatanan masyarakat. Bagaikan angin, ia mampu berhembus kemana saja, dan bergaul dengan siapa saja. Mulai dari pengemis, hingga pangeran. Mau merendahkan diri dimana saja dan kepada siapa saja. Belajar dari mereka dan menyebarkan ilmu kemana-mana.
8. Samudra atau laut lepas. Semua sumber air dan sungai akan berakhir di samudra luas. Artinya seorang pemimpin yang menganut HASTA BRATA, harus menjadi muara bagi semua pengikut dan pemimpinnya. Mengayomi mereka semua dan satu kesatuan. Disinilah samudra juga menjadi simbol kreatifitas dari seorang pemimpin dalam memberdayakan semua pengikutnya. Hanya dengan pemberdayaan yang pas, mereka akan menjadi ombak yang perkasa.

Saturday, May 17, 2008

SEX AND THE CITY

SUMMER BLOCK BUSTERS !!

22 Mei 2008 – Indiana Jones – The Kingdom of Crystall Skull
Ini seri ke 4 Indy setelah absen hampir 20 tahun ( serial ke 3 – Indiana Jones and the last crusade – dirilis tahun 1989). Ketiga film Indiana Jones sebelumnya berhasil meraih penjualan tiket 622 juta dolar lebih. Di film ini Indy sudah memiliki putera remaja, dan artis Karen Allen kembali main sebagai ibu putera Indy. Penjahatnya Cate Blanchett. Jadi dijamin bakalan seru.

30 Mei 2008 – SEX AND THE CITY
Film yang paling ditunggu. Serial aslinya di HBO selesai diputar 2004. Menurut gossip harusnya tahun 2006 film ini sudah tayang. Tapi apa boleh dikata Kim Cattrall dan HBO gagal akur, sehingga baru bisa tayang 2008.

13 Juni 2008 – The Incredible Hulk
Konon film versi Ang Lee tahun 2003 dengan judul yang sama, gagal menjadi box office dan hanya menghasilkan 132 juta dolar. Marvel pemilik karakter The Incredible Hulk menjadi penasaran dan menganggap tokoh ini bisa sama populernya dengan Spider Man. Sehingga Marvel mengumpulkan modal 525 juta dolar dan mendanai sendiri versi 2008 yang akan diperankan oleh Edward Norton ini. Marvel juga tidak mau ambil resiko dan memasang aktris sumringah Liv Tyler sebagai pemeran utama wanita.

13 Juni 2008 – THE HAPPENING
Karya sutradara terkenal Shymalan yang membuat fulm hit seperti THE SIXTH SENSE dan SIGNS. Bercerita tentang seorang guru yang diperankan Mark Wahlberg melawan sebuah kekuatan jahat yang tidak terlihat. Cerita thriller khas Shymalan. Hanya untuk fans fanatik.

20 Juni 2008 – GET SMART
Diangkat dari serial TV terkenal ditahun 60’an – 70’an. Untuk memastikan konyol dan lucu seperti aslinya maka aktor serial tv – The Office – Steve Carell dipilih sebagai pemeran utama agen rahasia Maxwell Smart. Konon kabarnya film ini bakalan lucu luar biasa.

27 Juni 2008 – WANTED
Diambil dari novel grafis Mark Millar – Wanted adalah kisah seorang pemuda biasa yang diperankan oleh James McAvoy yang kemudian diangkat dan dilatih oleh pembunuh bayaran wanita yang diperankan Angelina Jolie untuk menjadi “killing machine” untuk membalas dendam kematian ayahnya. Uniknya disutradarai oleh sutradara film laga beken dari Rusia – Timur Bekmambetov.

2 Juli 2008 – HANCOCK
Dibintangi oleh Will Smith dan Charlize Theron, film ini bercerita tentang seorang superhero yang sedang jatuh dan menjadi pemabuk. Lalu mendapat bantuan dari seorang konsultan marketing dan PR untuk mengembalikan citranya. Film ini separuh komedi, separuh film aksi dan juga separuh drama. Film ini dijagokan banyak orang bakal menjadi box-office

11 Juli 2008 – HELLBOY 2 : THE GOLDEN ARMY
Ron Perlman dan Selma Blair kembali dalam sekuel HELLBOY yang dirilis tahun 2004. Dengan cerita yang lebih seru dan tegang. Hellboy sendiri tahun 2004 cuma menghasilkan tiket 59 juta dolar. Tapi film ini berumur panjang berkat fans fanatik yang tumbuh semakin banyak. Jadi mungkin saja seru seperti janji sutradara.

18 Juli 2008 – BATMAN : THE DARK NIGHT
Ini juga film yang ditunggu-tunggu. Karena merupakan film terkahir aktor berbakat Heath Ledger sebelum ia wafat secara kontroversial. Didalam film ini, Heath justru mengambil peran antagonis sebagai the Joker. Pemeran Batman masih Christian Bale, dan sutradara Christopher Nolan yang membuat Batman Begins tahun 2005. Film ini akan bergaya lebih “dark” dan “noir” persis seperti film 2005.

25 Juli 2008 – THE X – FILES
Yup – David Duchovny dan Gillian Anderson, kembali bersatu dalam film baru – THE X-FILES. Agen rahasia Fox Mulder dan Scully berduet kembali memecahkan sebuah misteri baru. Berbeda dengan film sebelumnya ditahun 1998 yang dibuat ditengah-tengah keberhasilan serial tv-nya yang saat itu masih tayang, maka film THE X-FILES kali ini dijanjikan lebih seru. Bocoran ceritanya hampir tidak ada. Yang jelas difilm ini akan dimunculkan putera Mulder dan Scully yang bernama William. Itu saja sudah bikin merinding dan seru. Iya kan ?

1 Agustus 2008 – THE MUMMY : TOMB OF THE DRAGON EMPEROR
Film ketiga The Mummy ini diset di China dengan mumi dari China pula. Duh, seremnya akan sangat berbeda. Masih dibintangi oleh Brendan Fraser, dan Mario Bello sebagai putera Brendan yang sudah remaja. Sayangnya Rachel Weisz absen kali ini, tapi sebagai bonus tampil Jet Li. Seru banget yah !


Tuesday, May 13, 2008

KELLY CLARKSON - AMERICAN IDOL 2002


MEMBAL - PANTUL - LENTING

Saat artikel ini ditulis, American Idol tahun 2008, hampir berakhir, dan segera akan masuk ke ke babak final tanggal 22 Mei mendatang. Sejak tahun 2002, American Idol menjadi sebuah fenomena yang unik. Di Amerika tentu saja sangat sukses, karena sangat pas dengan kredo yang populer di Amerika, tentang – “The American Dream”. Konon – “The American Dream”, secara konsep kemungkinan besar pertama kali diungkapkan oleh James Truslow Adams, pada tahun 1931, yang berjudul The Epic of America. Yaitu tentang Amerika yang memungkinkan siapa saja untuk berhasil dan menikmati kehidupan yang lebih baik dan makmur.

Didalam deklarasi kemerdekaan Amerika sendiri, termuat kata-kata : "…held certain truths to be self-evident, that all Men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are life, Liberty and the Pursuit of Happiness." Amerika sejak ditemukan oleh Columbus, memang menjadi tanah impian bagi banyak kaum imigran yang memimpikan kehidupan yang lebih baik. Dan acara TV American Idol, secara filosofis terlihat setara dengan mimpi itu.

Awal dari acara American Idol sendiri cukup unik. Adalah juri Simon Cowell yang terkenal judes dan ceriwis itu, yang konon kabarnya bersama Simon Fuller menciptakan Pop Idol di Inggris. Lalu acara itu dibeli TV Fox, dibawa ke Amerika dan menjadi American Idol. Simon Fuller sendiri dikenal sebagai manajer yang membuat Spice Girls beken dan menjadi kaya raya. Namun nasibnya mujurnya tidak berlangsung lama, karena konon menurut gosip, tak lama kemudian ia ditinggalkan oleh Spice Girls. Simon Cowell, nasibnya juga mirip apesnya. Mulanya ia adalah produser musik dengan label Fanfare Records, yang kemudian bangkrut dan berhutang kepada bank lebih dari sejuta dollar. Saking malangnya nasib Simon Cowell, hingga ia terpaksa mengungsi dan numpang tinggal dirumah orang tuanya. Kedua orang yang namanya sama dan mirip ini kemudian berjodoh. Simon Cowell setelah bangkrut, berhasil menciptakan acara di Australia, yang dinamakan Pop Stars, yang merupakan nenek moyang dari American Idol.

Bersama Simon Fuller, acara itu dibawa ke Inggris dan sukses dengan nama Pop Idol. Tak lama kemudian, keduanya membawa acara itu ke Amerika. Berdua mereka menawarkannya kepada 3 stasiun tv terbesar. Tetapi tak satupun tertarik. Lagi menurut gosip, Elizabeth Murdoch yang merupakan fans berat dari Pop Idol, konon mengadu kepada bapaknya yang merupakan konglomerat media, Rupert Murdoch. Barulah berkat jasa Elizabeth, acara American Idol terwujud dan sukses hingga kini.

Cerita perjuangan jatuh bangun kedua kongsi yang sama-sama namanya Simon, dikenal sebagai cerita romantik bagaimana 2 orang yang sudah gagal itu berhasil kembali – melalukan “reinventing” yang tidak mudah dan kembali sukses secara gemilang. Barangkali itupula yang membuat Simon Cowell, selalu ketus dalam menjalankan tugasnya sebagai juri.

Kisah hidup Simon Cowell, dijadikan bahan tulisan oleh Barry J. Moltz, yang menulis buku berjudul “Bounce”. Yang artinya membal atau memantul. Mirip bola. Konon menurut Barry, kita harus punya kemampuan untuk membal dan memantul didalam hidup ini. Karena secara sederhana hidup ini tidak akan pernah kita jalani dalam sebuah garis lurus menanjak yang dipenuhi dengan sukses terus menerus. Melainkan justru naik turun, antara satu sukses dengan satu kegagalan lain-nya. Selalu akan ada jatuh bangun. Kalau ngak pintar-pintar bisa melenting dan memantulkan diri, sekali kita terperosok lubang kegagalan, maka kita akan jatuh kedalam lubang dan tidak pernah bisa bangkit lagi.

Untuk bisa membal dan memantul, kita harus belajar 3 jurus jitu menurut Barry. Yang pertama adalah kegagalan. Banyak orang yang selalu menyumpahi sebuah kegagalan. Tidak pernah ada orang yang mengharapkan gagal dan bersyukur darinya. Tetapi menurut Barry, kegagalan itu mirip sebuah sudut tajam yang justru bisa membuat pantulan hidup kita melenting lebih tinggi dan meraih sukses yang lebih besar. Novelis populer John Grisham’s menulis novelnya yang pertama “A Time to Kill” dan menawarkannya kepada lebih dari 16 agen, dan sejumlah penerbit. Barulah tahun 1989, sebuah penerbit Wynwood Press menerbitkan 5000 buku novel itu, yang ternyata hampir semuanya tidak laku. Beberapa tahun kemudian, John Grisham mulai terkenal, dan novel-novel-nya seperti “The Pelican Brief” dan “The Firm” kemudian laris luar biasa dan berhasil difilm-kan. Uniknya setelah terkenal maka tahun 1996, novelnya yang tidak laku “A Time to Kill” berhasil difilmkan dan novelnya laris jutaan buku.

Jurus yang kedua, adalah kemampuan untuk memantul. Dan cerita tentang Simon Fuller dan Simon Cowell adalah contoh terbaik. Bagaimana keduanya memiliki stamina, dan kelentingan untuk memantul. Yang ketiga adalah percaya diri. Illustrasi terbaik barangkali adalah cerita tentang J.K. Rowling pengarang Harry Potter. J.K. Rowling mulai menulis cerita Harry Potter tahun 1990, pada saat keretanya terlambat berangkat antara Manchester dan London. Lalu Rowling sempat ke Portugal menjadi guru. Tahun 1993, ia kembali ke Inggris, dengan status janda dan dibebani seorang bayi. Bangkrut, pengangguran dan mengalami depresi, Rowling meneruskan menulis novel Harry Potter disebuah café, setelah menidurkan bayinya. Rowling menulisnya dengan penuh percaya diri. Setelah itu benar-benar ajaib. Rowling melenting keatas dan sukses secara fenomenal. Jadi apapun kisah hidup anda, jangan pernah pesimis dengan setiap kegagalan yang menerpa diri anda. Itu adalah celah untuk membuat anda melenting dan meraih sukses yang lebih besar.

Sunday, May 04, 2008

THE POWER OF KINDNESS


BAIK HATI

Dalam keadaan sangat letih, ketika pulang dari New York ke Jakarta tahun yang lalu, di airport JFK saya membeli sebuah buku kecil, berjudul “The Power of Kindness”, karangan Piero Ferruci, seorang psychotherapist dan filsuf moderen yang tinggal di Florence, Itali. Buku itu saya beli karena judulnya yang lompat menohok kalbu saya. Rasanya seperti sebuah kesejukan yang luar biasa menyiram semua kepenatan saya.

Berbulan-bulan buku itu nangkring dimeja saya. Pernah berkali-kali saya baca sekilas- sekilas saja. Juga pernah sekali saya tunjukan kepada Mpu Peniti. Ia membaca pikiran saya, yang tidak pernah tuntas membacanya. Komentar beliau, “… pasti takut, karena habis membaca, terbukalah rahasia hidup ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu menjadi orang baik yang selalu baik hati”. Saya cuma tersenyum kecut mendengar komentar beliau. Karena sesungguhnya dalam hidup ini, kadang kita kapok juga menjadi orang baik. Menjadi orang baik yang selalu baik hati, tidak selalu mudah. Itu sebabnya hampir 20 tahun saya berguru kepada Mpu Peniti, saya belum sampai 10% pun mewarisi kebaikan hatinya.

Minggu lalu, baru saja seorang pengusaha mengeluh panjang lebar. Ia bosan jadi orang baik. Ia merasa terlalu banyak dimanfaatkan orang-orang disekelilingnya. Ia merasa reputasinya sebagai orang baik yang baik hati adalah beban hidupnya. Mpu Peniti, rada kurang setuju. Menurut beliau, hidup ini mirip sebuah lakon. Cuma ada dua pilihan. Orang baik jadi jagoan. Dan orang jahat jadi bandit. Pilih yang mana ? Menjadi orang baik yang baik hati, mirip menanam bunga mawar. Indah dan harum bunganya, tetapi sesekali kita disengat durinya. Kitapun luka dan berdarah. “Luka selalu akan sembuh pada akhirnya”, ujar Mpu Peniti. Jangan gara-gara luka itu kita kapok menanam bunga mawar. Jangan gara-gara kita disakiti dan dikecewakan sejumlah orang kita kapok jadi orang baik. Malah pindah jadi orang jahat. “Suatu saat Tuhan akan mengajarkan kamu pelajaran tentang berbaik hati”, itu kata Mpu Peniti menjelang tahun baru 2008. Dan pelajaran itu datang minggu lalu, secara tiba-tiba.

Saya sedang dalam perjalanan pulang dari Chicago ke Jakarta. Ketika boarding kedalam pesawat, dan menuju tempat duduk sesuai boarding pass, saya menemukan seorang nenek sedang asyik duduk dibangku saya. Dengan halus saya mencoba menegurnya. Sang nenek cuma tersenyum dan tertawa-tawa, sambil bergumam dalam bahasa yang tidak saya mengerti. Tebakan saya, sang nenek dari Vietnam. Dan benar saja, setelah sekian menit mencari di tas-nya, akhirnya ketemu juga sang tiket. Nama sang nenek memang khas nama Vietnam, dan rupanya ia duduk disebelah saya. Mulanya saya sempat kesal juga, karena dalam perjalanan panjang 15.5 jam dari Chicago ke Hong Kong, saya sangat berharap bangku disebelah saya kosong. Eh, malah diisi nenek-nenek. Kekesalan saya bertambah setelah saya juga mencium bau balsem yang dipakai sang nenek. Bukan-nya keharuman parfum yang saya hirup, malah bau balsem yang menyengat.

Tak lama ketika kapal sudah berangkat, kami mulai ditawari minum dan snack. Saya memilih Coca-Cola. Sang pramugari mulanya bertanya kepada saya minuman apa yang diinginkan sang nenek. Ia pikir saya puteranya. Ketika sang pramugari sadar kekeliruannya, saya mencoba membantu. Dengan bahasa tangan mencoba bertanya kepada sang nenek, dan menawarinya minum. Sang nenek kembali tertawa renyah dan menunjuk kaleng Coca-Cola saya. Demikian pula ketika ditawari makan. Sang nenek selalu tertawa, dan selalu saja ia lolos dari segala kesulitan memilih. Lama-lama saya tersentuh juga dengan gayanya itu. Terutama setelah makan, ia menawarkan saya tusuk gigi sambil tertawa-tawa. Juga ketika ia menawarkan permen karet. Dan memperlihatkan foto-foto cucunya di Amerika. Ia melakukannya dengan tertawa-tawa. Seketika itu saya merasakan kebaikan hatinya. Saat itu juga saya tersentak, seperti ada tangan yang menampar pipi saya. Membuat saya terbangun, inikah pelajaran “THE POWER OF KINDNESS” yang dimaksud Mpu Peniti ? Dan Tuhan telah memperlihatkannya langsung didepan mata saya. Apapun juga bentuknya, yang jelas saya merasakan betul, kekuataan orang baik yang baik hati. Selama 15 jam, kami berdua yang tidak mengerti bahasa masing-masing, namun dengan kebaikan hati kami sempat berkomunikasi, dan merasakan sebuah kehangatan yang unik. Terakhir saya melihat sang nenek bergandengan tangan dengan salah seorang teman-nya, naik kapal melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh, Vietnam. Dari kejauhan saya masih melihat ia tertawa kepada saya.

Di Hong Kong, saya sempat transit hampir 3 jam. Dan di toko buku saya membeli sebuah buku kecil, lucunya berjudul “The Art of Being Kind”, karangan Stefan Einhorn. Entah kenapa secara spiritual saya merasa tersentuh. Sebuah pencerahan total. Dalai Lama menulis dalam kata sambutan di buku “The Power of Kindess”, - “Kindness and compassion are among the principal things that make our lives meaningful. They are the source of lasting happiness and joy”. Hari itu saya merasakan seutuhnya !

DALAI LAMA