Tuesday, January 30, 2007
Monday, January 29, 2007
Wednesday, January 24, 2007
LANGKAH PEMBUKAAN
Pernah sekali, seorang pengusaha bertanya apakah saya bisa bermain catur. Karena kebetulan itu adalah salah satu hobi saya waktu SMA, maka saya iya-kan saja pertanyaan beliau itu. Mendengar jawaban saya, muka-nya langsung berseri-seri. Ia menyuruh pembantunya, untuk mengambil papan catur. Akhirnya, saya dipaksa bermain catur. Banyak negara yang mengklaim sebagai asal permainan catur. Termasuk, Arab, Persia, Yunani, Portugis dan Spanyol. Tetapi kalau ditelusuri asal muasal kata catur diberbagai bahasa asal negara-negara itu, nampaknya kata catur berasal dari bahasa sanskerta. Jadi kemungkinan besar asal muasal catur itu aslinya memang dari India. Bukti lain, dalam permainan catur dikenal 3 hewan yang secara tradisi digunakan dalam barisan kaveleri, yaitu kuda, unta, dan gajah. Dalam permainan catur sekarang, ketiga-tiga-nya masih dipertahankan walaupun namanya berubah menjadi “knight, bishop dan rook”. Teori lain mengatakan bahwa asal permainan catur kemungkinan juga berasal dari Cina, yang memiliki catatan bahwa sejak abad ke 4 sebelum Masehi, Tian Wen, penguasa di wilayah Mengchang, sudah populer memainkan Xiangqi atau catur Cina. Lalu pada abad ke 2 sebelum Masehi, kemungkinan permainan ini dibawa pedagang lewat jalur sutera, ke India dan Arab. Abad ke 7 catur konon sudah menyebrang ke Rusia dan daratan Mongolia.
Permainan catur memang melulu didasari strategi. Ada 64 bidak, dan tujuan dari permainan adalah mematikan raja milik musuh, sehingga situasinya menjadi “checkmate” yang konon berasal dari bahasa Persia yang berbunyi “shah mat” atau yang artinya “sang raja telah kalah”. Ketika kami bermain, sang pengusaha bercerita filosofi catur secara sederhana. Katanya, dalam catur yang paling penting, adalah langkah pembukaan. Ini memang benar. Beberapa Grand Master catur dunia terkenal karena menemukan langkah-langkah strategi pembukaan yang mematikan.
Dalam bisnis, langkah pembukaan juga penting dan strategis. Langkah ini menentukan emosi, ritme, dan “state-of-mind” sebagai motivasi kita berbisnis. Hal ini yang biasanya menentukan kita menang atau tidak. Misalnya, langkah pembukaan menentukan keseriusan kita berbisnis. Jangan asal iseng. Jangan asal untuk mengisi waktu. Jangan pula asal latah dan ikut-ikut-an. Langkah pembukaan menunjukan bahwa bisnis kita memiliki strategi dan perencanaan yang matang. Uniknya langkah pembukaan ini biasanya dilakukan oleh pion atau prajurit. Dan langkah pembukaan biasanya didesain sebagai benteng yang memperkuat posisi raja, agar kavaleri yang lain dapat maju dari kedua sayap dan melakukan serangan. Ini filosofi yang sangat penting. Yang seringkali disepelekan.
Saya jadi teringat warung mie, kesayangan saya di San Gabriel, Los Angeles. Namanya “Mien Nghia”. Setiap kali saya berkunjung ke Los Angeles, acara sarapan pagi saya yang paling favorite adalah semangkok mie ayam dan es kopi ala Vietnam, yang terkenal mantap. Warung mie “Mien Nghia” sangat sederhana. Tidak ada yang istimewa tempatnya. Tetapi mienya memang sangat gurih dan lezat. Selalu berhasil menjadi pengobat rindu, ketika kangen dengan Jakarta. Yang mengagumkan juga, adalah karena mereka seolah mengerti betul dengan apa yang disebut “langkah pembukaan” dalam catur. Kalau hari kebetulan sedang sangat panas, begitu anda tiba dan duduk dibangku, seorang pelayan akan dengan sigap mengantarkan 2 gelas es the, yang es-nya sangat banyak. Benar-benar sejuk, pas dan langsung mengguyur dahaga kita. Bagi anda, mungkin langkah ini agak sembrono. Karena konsumen cenderung akan terpuaskan dan tidak akan memesan minum lagi. Berarti mereka akan kehilangan penghasilan yang luamayan. Mungkin analisa itu benar. Disatu pihak mereka kehilangan sebagian penghasilan dari minuman. Tetapi dilain pihak, tindakan itu menciptakan simpati yang luar biasa. Dan buktinya menyentuh saya secara emosional.
Sang pengusaha teman saya main catur, berkomentar, kadang kita cukup memenangkan satu pertempuran tertentu, untuk memenangkan seluruh perang. Kadang kita perlu mengorbankan “pion” atau prajurit dalam permainan catur, untuk memenangkan bidak atau langkah yang strategis. Strategi ini, merupakan strategi klasik yang diterapkan oleh pengusaha-pengusaha kecil. Yang rela untuk mengorbankan sesuatu yang kecil untuk memenangkan sesuatu yang lebih besar.
Uniknya sesuatu yang kecil dan remeh itu, kadang efek psikologisnya sangatlah besar. Minggu kemarin, saya kebetulan harus ke Bandung karena sebuah keperluan. Diperjalanan, kami memutuskan untuk berhenti sejenak, istirahat sambil sekalian ke WC. Kami memilih sebuah café yang sangat terkenal, ditempat peristirahatan yang sekarang lagi sangat terkenal. Yang kebetulan merupakan juga franchise dari luar. Saat hari masih pagi. Ketika kami masuk dan memesan, pada saat membayar, kami diberikan kartu promosi, yang mirip dengan paspor. Sang kasir menjelaskan bahwa setiap kali kami ke café itu, dan belanja sampai jumlah tertentu, maka akan diberi satu bintang. Kalau bintang yang terkumpul sudah penuh satu paspor, kami akan memenangkan hadiah. Sembari bercanda, saya katakan bahwa café itu penjualan-nya pasti menurun. Sehingga mengadakan promosi seperti itu. Sang kasir cuma mesem-mesem saja mendengar komentar saya. Rekan kerja saya, juga setuju. Bahwa café itu konon sudah tidak seramai dulu lagi.
Saya sangat kaget, ketika masuk kedalam WC café yang bersangkutan. Ternyata sangat kotor dan tidak nyaman. Jadi pantas saja, kalau jumlah pengunjung mereka turun. Karena menurut saya, WC mereka adalah “langkah pembukaan” yang strategis dalam sebuah permainan catur. Kebanyakan konsumen termotivasi untuk berhenti, istirahat, dan belanja di café itu, tentulah dengan sebuah pengharapan besar, bahwa WC yang disediakan café yang terkenal itu, sangat bersih dan nyaman. Rupanya justru, kebalikan-nya. Dan langkah pembukaan itu gagal total. Padahal kalau saya pemilik café itu, saya akan pasang khusus seorang staff untuk selalu menjaga kebersihan WC itu. Kalau perlu akan saya hias dengan bunga, dan juga wewangian yang bisa membuat suasana sangat nyaman.
Langkah pembukaan terbukti sangat penting. Karena menciptakan impresi, dan merupakan awal cerita yang seringkali menentukan klimaks sukses kita. Setiap kali saya check in ke-sebuah hotel, sangatlah lazim kita disajikan minuman “welcome drink”. Celakanya, kebanyakan “welcome drink” itu dibuat asal saja. Seringkali rasanya terlampau manis, atau rasanya tidak keruan. Kadang juga es-nya sudah mencair, dan kelihatan seperti sebuah minuman yang dibuat 3-4 jam yang lalu, dan dibiarkan di ruang terbuka. Pengalaman terbaik saya, menikmati “welcome drink” justru ketika berkunjung ke Jepang. Dan kebetulan saya menginap disebuah ryokan atau losmen tradisional Jepang. Saat itu memang kebetulan sedang musim panas, ketika check in, serta merta saya diberikan sebuah handuk yang sangat dingin, dan sebotol air mineral yang telah didinginkan disebuah baskom berisi es, selama berjam-jam. Langsung segala kepenatan dan dahaga saya hilang. Pengalaman itu masih membekas hingga kini.
Kalau anda adalah seorang pengusaha, berpikirlah sederhana seperti anda bermain catur. Pikirkan masak-masak langkah pembukaan anda. Tidak usah terlalu glamor dan sensasi. Tetapi sesuatu yang sederhana, mudah, tetapi secara emosional menciptakan simpati yang luarbiasa bagi konsumen dan pelanggan anda. Maka anda akan tetap jaya tak terkalahkan.
Permainan catur memang melulu didasari strategi. Ada 64 bidak, dan tujuan dari permainan adalah mematikan raja milik musuh, sehingga situasinya menjadi “checkmate” yang konon berasal dari bahasa Persia yang berbunyi “shah mat” atau yang artinya “sang raja telah kalah”. Ketika kami bermain, sang pengusaha bercerita filosofi catur secara sederhana. Katanya, dalam catur yang paling penting, adalah langkah pembukaan. Ini memang benar. Beberapa Grand Master catur dunia terkenal karena menemukan langkah-langkah strategi pembukaan yang mematikan.
Dalam bisnis, langkah pembukaan juga penting dan strategis. Langkah ini menentukan emosi, ritme, dan “state-of-mind” sebagai motivasi kita berbisnis. Hal ini yang biasanya menentukan kita menang atau tidak. Misalnya, langkah pembukaan menentukan keseriusan kita berbisnis. Jangan asal iseng. Jangan asal untuk mengisi waktu. Jangan pula asal latah dan ikut-ikut-an. Langkah pembukaan menunjukan bahwa bisnis kita memiliki strategi dan perencanaan yang matang. Uniknya langkah pembukaan ini biasanya dilakukan oleh pion atau prajurit. Dan langkah pembukaan biasanya didesain sebagai benteng yang memperkuat posisi raja, agar kavaleri yang lain dapat maju dari kedua sayap dan melakukan serangan. Ini filosofi yang sangat penting. Yang seringkali disepelekan.
Saya jadi teringat warung mie, kesayangan saya di San Gabriel, Los Angeles. Namanya “Mien Nghia”. Setiap kali saya berkunjung ke Los Angeles, acara sarapan pagi saya yang paling favorite adalah semangkok mie ayam dan es kopi ala Vietnam, yang terkenal mantap. Warung mie “Mien Nghia” sangat sederhana. Tidak ada yang istimewa tempatnya. Tetapi mienya memang sangat gurih dan lezat. Selalu berhasil menjadi pengobat rindu, ketika kangen dengan Jakarta. Yang mengagumkan juga, adalah karena mereka seolah mengerti betul dengan apa yang disebut “langkah pembukaan” dalam catur. Kalau hari kebetulan sedang sangat panas, begitu anda tiba dan duduk dibangku, seorang pelayan akan dengan sigap mengantarkan 2 gelas es the, yang es-nya sangat banyak. Benar-benar sejuk, pas dan langsung mengguyur dahaga kita. Bagi anda, mungkin langkah ini agak sembrono. Karena konsumen cenderung akan terpuaskan dan tidak akan memesan minum lagi. Berarti mereka akan kehilangan penghasilan yang luamayan. Mungkin analisa itu benar. Disatu pihak mereka kehilangan sebagian penghasilan dari minuman. Tetapi dilain pihak, tindakan itu menciptakan simpati yang luar biasa. Dan buktinya menyentuh saya secara emosional.
Sang pengusaha teman saya main catur, berkomentar, kadang kita cukup memenangkan satu pertempuran tertentu, untuk memenangkan seluruh perang. Kadang kita perlu mengorbankan “pion” atau prajurit dalam permainan catur, untuk memenangkan bidak atau langkah yang strategis. Strategi ini, merupakan strategi klasik yang diterapkan oleh pengusaha-pengusaha kecil. Yang rela untuk mengorbankan sesuatu yang kecil untuk memenangkan sesuatu yang lebih besar.
Uniknya sesuatu yang kecil dan remeh itu, kadang efek psikologisnya sangatlah besar. Minggu kemarin, saya kebetulan harus ke Bandung karena sebuah keperluan. Diperjalanan, kami memutuskan untuk berhenti sejenak, istirahat sambil sekalian ke WC. Kami memilih sebuah café yang sangat terkenal, ditempat peristirahatan yang sekarang lagi sangat terkenal. Yang kebetulan merupakan juga franchise dari luar. Saat hari masih pagi. Ketika kami masuk dan memesan, pada saat membayar, kami diberikan kartu promosi, yang mirip dengan paspor. Sang kasir menjelaskan bahwa setiap kali kami ke café itu, dan belanja sampai jumlah tertentu, maka akan diberi satu bintang. Kalau bintang yang terkumpul sudah penuh satu paspor, kami akan memenangkan hadiah. Sembari bercanda, saya katakan bahwa café itu penjualan-nya pasti menurun. Sehingga mengadakan promosi seperti itu. Sang kasir cuma mesem-mesem saja mendengar komentar saya. Rekan kerja saya, juga setuju. Bahwa café itu konon sudah tidak seramai dulu lagi.
Saya sangat kaget, ketika masuk kedalam WC café yang bersangkutan. Ternyata sangat kotor dan tidak nyaman. Jadi pantas saja, kalau jumlah pengunjung mereka turun. Karena menurut saya, WC mereka adalah “langkah pembukaan” yang strategis dalam sebuah permainan catur. Kebanyakan konsumen termotivasi untuk berhenti, istirahat, dan belanja di café itu, tentulah dengan sebuah pengharapan besar, bahwa WC yang disediakan café yang terkenal itu, sangat bersih dan nyaman. Rupanya justru, kebalikan-nya. Dan langkah pembukaan itu gagal total. Padahal kalau saya pemilik café itu, saya akan pasang khusus seorang staff untuk selalu menjaga kebersihan WC itu. Kalau perlu akan saya hias dengan bunga, dan juga wewangian yang bisa membuat suasana sangat nyaman.
Langkah pembukaan terbukti sangat penting. Karena menciptakan impresi, dan merupakan awal cerita yang seringkali menentukan klimaks sukses kita. Setiap kali saya check in ke-sebuah hotel, sangatlah lazim kita disajikan minuman “welcome drink”. Celakanya, kebanyakan “welcome drink” itu dibuat asal saja. Seringkali rasanya terlampau manis, atau rasanya tidak keruan. Kadang juga es-nya sudah mencair, dan kelihatan seperti sebuah minuman yang dibuat 3-4 jam yang lalu, dan dibiarkan di ruang terbuka. Pengalaman terbaik saya, menikmati “welcome drink” justru ketika berkunjung ke Jepang. Dan kebetulan saya menginap disebuah ryokan atau losmen tradisional Jepang. Saat itu memang kebetulan sedang musim panas, ketika check in, serta merta saya diberikan sebuah handuk yang sangat dingin, dan sebotol air mineral yang telah didinginkan disebuah baskom berisi es, selama berjam-jam. Langsung segala kepenatan dan dahaga saya hilang. Pengalaman itu masih membekas hingga kini.
Kalau anda adalah seorang pengusaha, berpikirlah sederhana seperti anda bermain catur. Pikirkan masak-masak langkah pembukaan anda. Tidak usah terlalu glamor dan sensasi. Tetapi sesuatu yang sederhana, mudah, tetapi secara emosional menciptakan simpati yang luarbiasa bagi konsumen dan pelanggan anda. Maka anda akan tetap jaya tak terkalahkan.
Sunday, January 21, 2007
Wednesday, January 17, 2007
TIGA NASEHAT IBU
“THRIFTY - Means a lot more than putting pennies away, and it is the opposite of cheap. Common sense covers it just about as well as anything. “– John Wayne
TIGA NASIHAT IBU
PERAN ibu sebagai figur paternalistik dalam budaya kita cukup unik. Tak jarang, truk-truk angkutan luar kota mencantumkan tulisan ''Doa Ibu'' di badannya. Seolah ''Doa Ibu'' adalah mantra yang membuat mereka selamat di perjalanan. Warung dan restoran padang juga sering menggunakan ibu sebagai bagian dari mereknya. Di antara semua fenomena itu, yang paling unik mungkin adalah nasihat ibu.
Seorang pengusaha muda Indonesia belum lama ini mengobrol dengan saya. Ia tengah mengalami berbagai kesulitan setelah badai krisis ekonomi, tak beda jauh dengan pengusaha atau konglomerat lain. Sepuluh tahun lalu, ia pengusaha yang cukup sukses. Ia memiliki aneka aset berharga, baik di dalam maupun luar negeri. Kini, hampir semuanya ludes. Ia menyesal karena lalai mengamankan tiga nasihat ibunya.
Ketika ia baru mulai berusaha, ibunya memberi nasihat unik. Menurut ibunya, uang memiliki tiga wajah. Yang pertama, wajah uang yang berasal dari laba atau untung usaha. Kedua, uang yang berwajah deposito. Ketiga, wajah uang dalam bentuk tanah.
Mulanya ia mengiyakan saja nasihat itu. Namun, ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, dan ia jatuh, ia merenung. Barulah ia menemukan arti sesungguhnya tiga nasihat itu.
Yang pertama adalah wajah uang dalam bentuk laba usaha. Ini berarti, apa pun yang kita kerjakan, kita harus hati-hati menghitung. Jangan sampai sekali pun merugi. Perhatikan baik-baik para pedagang di pasar grosir, seperti Tanah Abang dan Mangga Dua, keduanya di Jakarta. Semua rata-rata sangat agresif. Mereka tak peduli laba kecil. Yang penting berlaba. Biar kecil, kalau jumlahnya banyak, lama-lama akan menggunung.
Nasihat kedua secara harfiah mengajarkan agar laba jangan dihabiskan begitu saja. Belajarlah berhemat, dan selalu menabung. Selalu siap menghadapi situasi buruk. Nasihat ini mengajarkan pada kita hidup sederhana, selalu sedia payung untuk hari hujan.
Nasihat ibu yang terakhir mengajarkan trik sederhana untuk kaya raya: investasikan uang Anda dengan bijaksana. Kalau deposito Anda sudah tinggi nilainya, konversikan deposito itu menjadi aset berharga. Sejak dulu, properti atau tanah selalu dianggap investasi paling aman dan bijaksana.
Teman saya, sang pengusaha, menyesal tak mengikuti dengan saksama nasihat ibunya. Saya yang ikut mendengar ceritanya tak kuasa menahan haru. Dalam perjalanan pulang, cerita tentang tiga nasihat itu terus menghantui pikiran saya. Kalau saya urut, tiga nasihat ibu itu adalah rahasia bagi siapa saja untuk kaya raya.
Bekas bos saya pernah menasihati saya dengan cerita mirip. Ia menyimpulkan, mencari uang itu mudah sekali. Namun, untuk bisa kaya, dibutuhkan gaya hidup telaten, seperti tiga nasihat ibu itu.
Ketika kecil, saya suka menyisakan makanan. Ibu sering marah. Ia suka mengingatkan saya bahwa di dunia ini banyak orang miskin yang masih hidup kelaparan. Salah satu cerita favorit ibu saya adalah kisah tentang kerak nasi.
Alkisah, ada keluarga kaya yang hidup boros. Mereka memiliki pembantu rumah tangga yang bijaksana. Setiap kali mencuci dandang, ia mengambil kerak nasi, lalu menjemurnya. Setelah nasi itu kering, ia simpan. Tak lama kemudian datang paceklik. Keluarga kaya itu jatuh miskin, tak memiliki makanan lagi.
Namun, sang pembantu dengan rajin tiap hari selalu berhasil menyajikan bubur. Majikan heran. Ia ingin tahu dari mana bubur itu datang. Dengan malu-malu, si pembantu mengatakan, bubur itu dari kerak nasi yang selalu ia simpan.
Untuk menjadi kaya rupanya hanya ada satu jalan: hidup disiplin secara hemat. Warren Buffet, milyarder ala Wall Street di Amerika, memberikan nasihat unik tentang cara menjadi kaya raya. Aturan pertama adalah jangan pernah merugi dan kehilangan uang. Aturan kedua, jangan sampai lupa aturan pertama.
TIGA NASIHAT IBU
PERAN ibu sebagai figur paternalistik dalam budaya kita cukup unik. Tak jarang, truk-truk angkutan luar kota mencantumkan tulisan ''Doa Ibu'' di badannya. Seolah ''Doa Ibu'' adalah mantra yang membuat mereka selamat di perjalanan. Warung dan restoran padang juga sering menggunakan ibu sebagai bagian dari mereknya. Di antara semua fenomena itu, yang paling unik mungkin adalah nasihat ibu.
Seorang pengusaha muda Indonesia belum lama ini mengobrol dengan saya. Ia tengah mengalami berbagai kesulitan setelah badai krisis ekonomi, tak beda jauh dengan pengusaha atau konglomerat lain. Sepuluh tahun lalu, ia pengusaha yang cukup sukses. Ia memiliki aneka aset berharga, baik di dalam maupun luar negeri. Kini, hampir semuanya ludes. Ia menyesal karena lalai mengamankan tiga nasihat ibunya.
Ketika ia baru mulai berusaha, ibunya memberi nasihat unik. Menurut ibunya, uang memiliki tiga wajah. Yang pertama, wajah uang yang berasal dari laba atau untung usaha. Kedua, uang yang berwajah deposito. Ketiga, wajah uang dalam bentuk tanah.
Mulanya ia mengiyakan saja nasihat itu. Namun, ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, dan ia jatuh, ia merenung. Barulah ia menemukan arti sesungguhnya tiga nasihat itu.
Yang pertama adalah wajah uang dalam bentuk laba usaha. Ini berarti, apa pun yang kita kerjakan, kita harus hati-hati menghitung. Jangan sampai sekali pun merugi. Perhatikan baik-baik para pedagang di pasar grosir, seperti Tanah Abang dan Mangga Dua, keduanya di Jakarta. Semua rata-rata sangat agresif. Mereka tak peduli laba kecil. Yang penting berlaba. Biar kecil, kalau jumlahnya banyak, lama-lama akan menggunung.
Nasihat kedua secara harfiah mengajarkan agar laba jangan dihabiskan begitu saja. Belajarlah berhemat, dan selalu menabung. Selalu siap menghadapi situasi buruk. Nasihat ini mengajarkan pada kita hidup sederhana, selalu sedia payung untuk hari hujan.
Nasihat ibu yang terakhir mengajarkan trik sederhana untuk kaya raya: investasikan uang Anda dengan bijaksana. Kalau deposito Anda sudah tinggi nilainya, konversikan deposito itu menjadi aset berharga. Sejak dulu, properti atau tanah selalu dianggap investasi paling aman dan bijaksana.
Teman saya, sang pengusaha, menyesal tak mengikuti dengan saksama nasihat ibunya. Saya yang ikut mendengar ceritanya tak kuasa menahan haru. Dalam perjalanan pulang, cerita tentang tiga nasihat itu terus menghantui pikiran saya. Kalau saya urut, tiga nasihat ibu itu adalah rahasia bagi siapa saja untuk kaya raya.
Bekas bos saya pernah menasihati saya dengan cerita mirip. Ia menyimpulkan, mencari uang itu mudah sekali. Namun, untuk bisa kaya, dibutuhkan gaya hidup telaten, seperti tiga nasihat ibu itu.
Ketika kecil, saya suka menyisakan makanan. Ibu sering marah. Ia suka mengingatkan saya bahwa di dunia ini banyak orang miskin yang masih hidup kelaparan. Salah satu cerita favorit ibu saya adalah kisah tentang kerak nasi.
Alkisah, ada keluarga kaya yang hidup boros. Mereka memiliki pembantu rumah tangga yang bijaksana. Setiap kali mencuci dandang, ia mengambil kerak nasi, lalu menjemurnya. Setelah nasi itu kering, ia simpan. Tak lama kemudian datang paceklik. Keluarga kaya itu jatuh miskin, tak memiliki makanan lagi.
Namun, sang pembantu dengan rajin tiap hari selalu berhasil menyajikan bubur. Majikan heran. Ia ingin tahu dari mana bubur itu datang. Dengan malu-malu, si pembantu mengatakan, bubur itu dari kerak nasi yang selalu ia simpan.
Untuk menjadi kaya rupanya hanya ada satu jalan: hidup disiplin secara hemat. Warren Buffet, milyarder ala Wall Street di Amerika, memberikan nasihat unik tentang cara menjadi kaya raya. Aturan pertama adalah jangan pernah merugi dan kehilangan uang. Aturan kedua, jangan sampai lupa aturan pertama.
Monday, January 08, 2007
Friday, December 29, 2006
STRATEGI ALA JAMES BOND - 007
Tahun 2007 konon adalah tahun James Bond. Setidaknya, itu yang diisyaratkan seorang paranormal kondang kepada saya. Terus saya sendiri bingung membuat interpretasinya. Pergilah saya berkonsultasi pada Mpu Peniti. Kebetulan, ketika saya datang, Mpu Peniti, mentor saya, sedang asyik menonton DVD James Bond. Mpu Peniti menonton episode ke-20 yang berjudul Die Another Day. Film James Bond dengan bujet tertinggi, hingga US$ 142 juta, dan merupakan film Pierce Brosnan yang terakhir sebagai James Bond. Film ini termasuk film James Bond yang sukses karena berhasil menjadi box-office dengan pendapatan di atas US$ 431 juta.
Usai menonton, iseng-iseng saya tanya Mpu Peniti soal hubungan 2007 dengan 007 milik James Bond. Dan beliau cuma terkekeh menanggapi kebingungan saya. Menurut Mpu Peniti, film James Bond sukses karena tiga hal. Pertama, filmnya akan seru luar biasa kalau James Bond punya musuh yang sangat tangguh. Semakin dahsyat musuhnya, semakin luar biasa filmnya.
Kedua, wanita cantik yang selalu disebut "Bond's Girl". Inilah elemen yang menjanjikan misteri dan penasaran. Pemilihan wanita cantik untuk mendampingi James Bond biasanya dilakukan sangat teliti dan saksama. Di dalam film, ada wanita yang memang berperan sebagai agen rahasia untuk mendampingi James Bond. Tapi ada juga yang awalnya di pihak musuh dan kemudian di akhir cerita menjadi kekasih James Bond.
Yang ketiga, dan terakhir, James Bond tidak pernah kehilangan akal. Apa pun situasinya, ia pasti bisa meloloskan diri.
Jadi, kalau mau sukses dan berhasil pada tahun 2007, resepnya sederhana. Persis seperti film James Bond. Dalam film James Bond, di awal cerita selalu ada bagian ketika James Bond bertemu dengan Q, tokoh yang jenius dan selalu menyediakan berbagai peralatan untuk meloloskan diri. Jadi, pertama-tama yang harus Anda siapkan adalah strategi untuk meloloskan diri, the exit strategy. Di dalam film James Bond tahun 1999 berjudul The World Is Not Enough, terjadi percakapan antara Q dan James Bond:
Q: "I've always tried to teach you two things. First, never let them see you bleed."
James Bond: "And the second?"
Q: "Always have an escape plan."
Artinya, apa pun yang terjadi, dan biar separah apa pun luka Anda, jangan pernah memperlihatkan kepada musuh bahwa Anda sedang berdarah-darah. Dan yang paling penting, selalu punya strategi untuk meloloskan diri.
Wanita cantik dalam film James Bond biasanya diberi peran bermacam-macam. Ada yang memang kolega dan sesama agen rahasia yang ditugasi membantu James Bond. Tapi ada juga yang berperan dari pihak musuh, yang kemudian di akhir cerita kadang membantu James Bond atau juga diselamatkan oleh James Bond dan akhirnya menjadi kekasih James Bond. Walaupun kadang wanita cantik ini perannya remeh, dan seringkali dijadikan pemanis saja, toh tetap saja mereka merupakan elemen yang bikin penasaran dan memberikan kejutan sesekali.
Menurut Mpu Peniti, kita harus cerdas memanfaatkan karisma yang ada di dalam diri kita. Tidak jarang, dalam kehidupan bisnis sehari-hari, Tuhan Yang Mahakuasa memberikan kita jalan dan petunjuk. Kadang bisa dari teman, bisa juga dari lawan. Kadang petunjuknya sangat jelas dan kadang-kadang sesekali mengejutkan datang dengan petunjuk samar-samar. Ibaratnya wanita cantik dalam film James Bond, menurut Mpu Peniti, keberuntungan itu ada di mana-mana. Tinggal kita sigap, tangkas, selalu siap sedia memanfaatkan setiap momentum dan peluang. Persis seperti James Bond. Selalu melakukan improvisasi.
Dan yang terakhir, James Bond hadir begitu populer di tengah-tengah kita sejak 1962, dengan episode pertamanya Dr. NO, semata-mata karena James Bond adalah jagoan kita yang tak terkalahkan untuk menghadapi segala macam krisis dan musuh. Salah satu dialog favorit saya adalah kalimat yang diucapkan tokoh Paris Carver (diperankan Teri Hatcher), dalam film James Bond berjudul Tomorrow Never Dies: "Tell me James, do you still sleep with a gun under your pillow?" Ini menunjukan, apa pun situasinya, James Bond selalu siap menghadapi segala tantangan. James Bond selalu punya persiapan.
Barangkali ramalan sang paranormal sangat berbeda dengan uraian Mpu Peniti di atas. Buat saya, wejangan Mpu Peniti terasa pas dengan segala tantangan yang mesti kita hadapi pada tahun 2007. Jadi, jangan takut dan waswas. Tahun baru 2007 pasti akan hadir dengan tantangan baru, masalah baru, dan krisis baru. Saya berniat menyongsong tantangan itu dan menikmatinya. Musuh James Bond dalam episode The World is not Enough, Elektra King yang diperankan aktris sensual Sophie Marceau, berkata dengan sangat bijak: "There's no point in living if you can't feel alive." Mari kita songsong 2007 dengan bersikap optimistis!
Usai menonton, iseng-iseng saya tanya Mpu Peniti soal hubungan 2007 dengan 007 milik James Bond. Dan beliau cuma terkekeh menanggapi kebingungan saya. Menurut Mpu Peniti, film James Bond sukses karena tiga hal. Pertama, filmnya akan seru luar biasa kalau James Bond punya musuh yang sangat tangguh. Semakin dahsyat musuhnya, semakin luar biasa filmnya.
Kedua, wanita cantik yang selalu disebut "Bond's Girl". Inilah elemen yang menjanjikan misteri dan penasaran. Pemilihan wanita cantik untuk mendampingi James Bond biasanya dilakukan sangat teliti dan saksama. Di dalam film, ada wanita yang memang berperan sebagai agen rahasia untuk mendampingi James Bond. Tapi ada juga yang awalnya di pihak musuh dan kemudian di akhir cerita menjadi kekasih James Bond.
Yang ketiga, dan terakhir, James Bond tidak pernah kehilangan akal. Apa pun situasinya, ia pasti bisa meloloskan diri.
Jadi, kalau mau sukses dan berhasil pada tahun 2007, resepnya sederhana. Persis seperti film James Bond. Dalam film James Bond, di awal cerita selalu ada bagian ketika James Bond bertemu dengan Q, tokoh yang jenius dan selalu menyediakan berbagai peralatan untuk meloloskan diri. Jadi, pertama-tama yang harus Anda siapkan adalah strategi untuk meloloskan diri, the exit strategy. Di dalam film James Bond tahun 1999 berjudul The World Is Not Enough, terjadi percakapan antara Q dan James Bond:
Q: "I've always tried to teach you two things. First, never let them see you bleed."
James Bond: "And the second?"
Q: "Always have an escape plan."
Artinya, apa pun yang terjadi, dan biar separah apa pun luka Anda, jangan pernah memperlihatkan kepada musuh bahwa Anda sedang berdarah-darah. Dan yang paling penting, selalu punya strategi untuk meloloskan diri.
Wanita cantik dalam film James Bond biasanya diberi peran bermacam-macam. Ada yang memang kolega dan sesama agen rahasia yang ditugasi membantu James Bond. Tapi ada juga yang berperan dari pihak musuh, yang kemudian di akhir cerita kadang membantu James Bond atau juga diselamatkan oleh James Bond dan akhirnya menjadi kekasih James Bond. Walaupun kadang wanita cantik ini perannya remeh, dan seringkali dijadikan pemanis saja, toh tetap saja mereka merupakan elemen yang bikin penasaran dan memberikan kejutan sesekali.
Menurut Mpu Peniti, kita harus cerdas memanfaatkan karisma yang ada di dalam diri kita. Tidak jarang, dalam kehidupan bisnis sehari-hari, Tuhan Yang Mahakuasa memberikan kita jalan dan petunjuk. Kadang bisa dari teman, bisa juga dari lawan. Kadang petunjuknya sangat jelas dan kadang-kadang sesekali mengejutkan datang dengan petunjuk samar-samar. Ibaratnya wanita cantik dalam film James Bond, menurut Mpu Peniti, keberuntungan itu ada di mana-mana. Tinggal kita sigap, tangkas, selalu siap sedia memanfaatkan setiap momentum dan peluang. Persis seperti James Bond. Selalu melakukan improvisasi.
Dan yang terakhir, James Bond hadir begitu populer di tengah-tengah kita sejak 1962, dengan episode pertamanya Dr. NO, semata-mata karena James Bond adalah jagoan kita yang tak terkalahkan untuk menghadapi segala macam krisis dan musuh. Salah satu dialog favorit saya adalah kalimat yang diucapkan tokoh Paris Carver (diperankan Teri Hatcher), dalam film James Bond berjudul Tomorrow Never Dies: "Tell me James, do you still sleep with a gun under your pillow?" Ini menunjukan, apa pun situasinya, James Bond selalu siap menghadapi segala tantangan. James Bond selalu punya persiapan.
Barangkali ramalan sang paranormal sangat berbeda dengan uraian Mpu Peniti di atas. Buat saya, wejangan Mpu Peniti terasa pas dengan segala tantangan yang mesti kita hadapi pada tahun 2007. Jadi, jangan takut dan waswas. Tahun baru 2007 pasti akan hadir dengan tantangan baru, masalah baru, dan krisis baru. Saya berniat menyongsong tantangan itu dan menikmatinya. Musuh James Bond dalam episode The World is not Enough, Elektra King yang diperankan aktris sensual Sophie Marceau, berkata dengan sangat bijak: "There's no point in living if you can't feel alive." Mari kita songsong 2007 dengan bersikap optimistis!
Monday, December 25, 2006
Sunday, December 24, 2006
Saturday, December 23, 2006
Friday, December 15, 2006
Thursday, December 14, 2006
TITIK KECUKUPAN
Lima belas tahun lalu, ketika nenek teman saya berulang tahun ke-90, ibunya mewanti-wanti agar jangan melewatkan kesempatan perayaan ulang tahun sang nenek. Ada rasa khawatir yang besar umur sang nenek tidak bisa berlanjut panjang. Nenek teman saya tinggal di sebuah kota kecil Taiping, di wilayah negara Perak, Malaysia. Taiping memang unik, berada di sebuah teluk yang dikelilingi perbukitan subur, sehingga udaranya selalu sejuk. Sepuluh menit dari Taiping ada tempat peristirahatan Bukit Larut yang terkenal. Dan merupakan salah satu wilayah dengan curah hujan terbanyak di Malaysia.
Lingkungan Taiping yang begitu asri sangat baik untuk kesehatan sang nenek. Beberapa minggu lalu, sang nenek berulang tahun ke-105. Luar biasa, bukan? Meski, setahun terakhir, penglihatannya menurun drastis. Sang nenek mengeluh kualitas hidupnya juga ikut menurun. Kurang lebih tiga bulan lalu, sang nenek ditemani sopir yang setia minta berkunjung ke sebuah danau kecil dekat Taiping.
Danau itu memang tempat favorit sang nenek. Beliau sempat mengagumi keindahan danau itu sesaat. Lalu, anehnya, beliau mengatakan pada sopirnya: "Cukup. Ini kesempatan aku yang terakhir untuk menikmati danau itu." Tentu saja sopirnya heran atas komentar itu. Dan sebelum pulang, sang nenek juga minta mampir di bekas sekolahnya dulu. Di sana sang nenek sejenak merenung dan mengenang. Lalu mereka pulang.
Tak lama kemudian, sang nenek mulai menolak makan. Beliau benar-benar berpuasa. Cuma minum saja. Hal ini berjalan enam minggu. Menurut dokter, entah kenapa sang nenek kehilangan semangat hidup. Secara tidak langsung, ia memang berpuasa untuk meninggal. Di usia 105 tahun, mungkin sang nenek sudah merasakan hidup yang sangat cukup. Kini saatnya ia pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah sebabnya, ketika sang nenek berulang tahun ke-105, kurang lebih dua minggu lalu, hampir semua kerabatnya di seluruh penjuru dunia datang untuk merayakan.
Walaupun fisik sang nenek sangat lemah, perayaan tetap berjalan meriah. Yang menakjubkan adalah komentar sang dokter, yaitu biarpun keinginan untuk mati sang nenek begitu besar, fisiknya tetap tegar, seolah tidak mau menyerah begitu saja. Tak lama setelah semua kerabat ke airport untuk kembali ke masing-masing tempat tinggal mereka, dokter melaporkan sesuatu yang unik, tiba-tiba saja fisik sang nenek melemah. Dan dua hari setelah pesta ulang tahunnya, sang nenek wafat.
Saat teman saya mengabari ihwal wafatnya sang nenek, pikiran saya menerawang sangat jauh. Teman saya sendiri sangat antusias untuk kembali ke Taiping untuk acara penguburan sang nenek. Ia mengatakan jarang sekali menghadiri pemakaman dengan hati yang penuh kelegaan dan sukacita. Hanya kali ini ia mengalaminya. Pemakaman neneknya bukanlah sebuah kesedihan, melainkan perayaan tentang hidup yang sangat luar biasa. Tidak banyak orang bisa hidup hingga 100 tahun, dengan sebuah kebahagiaan seperti neneknya. Barangkali metode puasa untuk mengakhiri hidupnya agak radikal. Tetapi sang nenek mengilhami kita bagaimana dalam hidup ini punya keberanian untuk mengatakan cukup.
Mpu Peniti juga punya cerita menarik. Seorang pengusaha yang sudah memiliki dua istri datang ke Mpu Peniti. Dia minta diberi petunjuk agar dibukakan jalan untuk bisa menambah satu istri lagi. Ia ingin punya tiga istri. Mpu Peniti sempat sewot. Ia bertanya, apakah dua istri itu tidak cukup. Menurut Mpu Peniti, kalau nanti sudah punya tiga istri, pasti akan ingin punya empat istri. Dan kalau sudah ketagihan, pasti nanti akan ada istri yang dicerai untuk mendapatkan istri baru. Menurut Mpu Peniti, pengusaha itu tidak tahu batas di mana cukup yang sebenarnya.
Menurut Mpu Peniti, dalam hidup ini kita harus punya naluri yang mengerti titik kecukupan. Bila tidak, kita akan menjadi orang yang serakah dan loba. Karena sesungguhnya kenikmatan dan kebahagiaan hidup ini ada di titik kecukupan itu. Makan yang nikmat adalah kalau kita kenyang dengan cukup. Kekenyangan akan membuat sesak dan susah bernapas. Tidur yang paling nikmat adalah tidur yang berkecukupan. Terlalu banyak tidur akan membuat kita malas.
Dalam bisnis dan manajemen, kita juga harus tahu batas kecukupan yang sama. Kurang marah, kita akan dianggap lemah. Terlalu banyak marah, kita pasti dianggap sebagai pemimpin pemarah yang kasar dan kebakaran jenggot. Jadi, marahlah secukupnya. Sama pula halnya dengan pengembangan bisnis. Kurang agresif mengembangkan bisnis, kita akan mudah tersaingi. Terlalu agresif mengembangkan bisnis, maka anak-anak perusahaan yang dikembangkan cenderung lemah fondasi dan mudah bangkrut dalam waktu yang tidak lama.
Kita harus memiliki ambisi dalam hidup dan bisnis. Tetapi, berapa jauh ambisi itu akan terwujudkan, tergantung naluri kita untuk mengetahui di mana titik kecukupan yang kita miliki. Indahnya, kebahagiaan hidup seringkali juga berada di titik kecukupan yang sama.
Lingkungan Taiping yang begitu asri sangat baik untuk kesehatan sang nenek. Beberapa minggu lalu, sang nenek berulang tahun ke-105. Luar biasa, bukan? Meski, setahun terakhir, penglihatannya menurun drastis. Sang nenek mengeluh kualitas hidupnya juga ikut menurun. Kurang lebih tiga bulan lalu, sang nenek ditemani sopir yang setia minta berkunjung ke sebuah danau kecil dekat Taiping.
Danau itu memang tempat favorit sang nenek. Beliau sempat mengagumi keindahan danau itu sesaat. Lalu, anehnya, beliau mengatakan pada sopirnya: "Cukup. Ini kesempatan aku yang terakhir untuk menikmati danau itu." Tentu saja sopirnya heran atas komentar itu. Dan sebelum pulang, sang nenek juga minta mampir di bekas sekolahnya dulu. Di sana sang nenek sejenak merenung dan mengenang. Lalu mereka pulang.
Tak lama kemudian, sang nenek mulai menolak makan. Beliau benar-benar berpuasa. Cuma minum saja. Hal ini berjalan enam minggu. Menurut dokter, entah kenapa sang nenek kehilangan semangat hidup. Secara tidak langsung, ia memang berpuasa untuk meninggal. Di usia 105 tahun, mungkin sang nenek sudah merasakan hidup yang sangat cukup. Kini saatnya ia pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah sebabnya, ketika sang nenek berulang tahun ke-105, kurang lebih dua minggu lalu, hampir semua kerabatnya di seluruh penjuru dunia datang untuk merayakan.
Walaupun fisik sang nenek sangat lemah, perayaan tetap berjalan meriah. Yang menakjubkan adalah komentar sang dokter, yaitu biarpun keinginan untuk mati sang nenek begitu besar, fisiknya tetap tegar, seolah tidak mau menyerah begitu saja. Tak lama setelah semua kerabat ke airport untuk kembali ke masing-masing tempat tinggal mereka, dokter melaporkan sesuatu yang unik, tiba-tiba saja fisik sang nenek melemah. Dan dua hari setelah pesta ulang tahunnya, sang nenek wafat.
Saat teman saya mengabari ihwal wafatnya sang nenek, pikiran saya menerawang sangat jauh. Teman saya sendiri sangat antusias untuk kembali ke Taiping untuk acara penguburan sang nenek. Ia mengatakan jarang sekali menghadiri pemakaman dengan hati yang penuh kelegaan dan sukacita. Hanya kali ini ia mengalaminya. Pemakaman neneknya bukanlah sebuah kesedihan, melainkan perayaan tentang hidup yang sangat luar biasa. Tidak banyak orang bisa hidup hingga 100 tahun, dengan sebuah kebahagiaan seperti neneknya. Barangkali metode puasa untuk mengakhiri hidupnya agak radikal. Tetapi sang nenek mengilhami kita bagaimana dalam hidup ini punya keberanian untuk mengatakan cukup.
Mpu Peniti juga punya cerita menarik. Seorang pengusaha yang sudah memiliki dua istri datang ke Mpu Peniti. Dia minta diberi petunjuk agar dibukakan jalan untuk bisa menambah satu istri lagi. Ia ingin punya tiga istri. Mpu Peniti sempat sewot. Ia bertanya, apakah dua istri itu tidak cukup. Menurut Mpu Peniti, kalau nanti sudah punya tiga istri, pasti akan ingin punya empat istri. Dan kalau sudah ketagihan, pasti nanti akan ada istri yang dicerai untuk mendapatkan istri baru. Menurut Mpu Peniti, pengusaha itu tidak tahu batas di mana cukup yang sebenarnya.
Menurut Mpu Peniti, dalam hidup ini kita harus punya naluri yang mengerti titik kecukupan. Bila tidak, kita akan menjadi orang yang serakah dan loba. Karena sesungguhnya kenikmatan dan kebahagiaan hidup ini ada di titik kecukupan itu. Makan yang nikmat adalah kalau kita kenyang dengan cukup. Kekenyangan akan membuat sesak dan susah bernapas. Tidur yang paling nikmat adalah tidur yang berkecukupan. Terlalu banyak tidur akan membuat kita malas.
Dalam bisnis dan manajemen, kita juga harus tahu batas kecukupan yang sama. Kurang marah, kita akan dianggap lemah. Terlalu banyak marah, kita pasti dianggap sebagai pemimpin pemarah yang kasar dan kebakaran jenggot. Jadi, marahlah secukupnya. Sama pula halnya dengan pengembangan bisnis. Kurang agresif mengembangkan bisnis, kita akan mudah tersaingi. Terlalu agresif mengembangkan bisnis, maka anak-anak perusahaan yang dikembangkan cenderung lemah fondasi dan mudah bangkrut dalam waktu yang tidak lama.
Kita harus memiliki ambisi dalam hidup dan bisnis. Tetapi, berapa jauh ambisi itu akan terwujudkan, tergantung naluri kita untuk mengetahui di mana titik kecukupan yang kita miliki. Indahnya, kebahagiaan hidup seringkali juga berada di titik kecukupan yang sama.
Tuesday, December 12, 2006
Monday, December 11, 2006
Sunday, December 10, 2006
Friday, December 08, 2006
Thursday, December 07, 2006
NOMER 20
“36 strategi”, begitu judulnya, merupakan koleksi strategi Cina kuno yang sangat terkenal dan amat yahud untuk diterapkan dalam berbagai situasi, termasuk strategi berdagang. Konon tiada yang tahu siapa pengarang ke 36 strategi ini, namun yang jelas ke 36 strategi merupakan referensi penting dalam literatur kerakyatan bangsa Cina. Ke 36 strategi ini dibagi atas 6 bagian, dan diduga erat hubungan-nya dengan I-Ching yaitu ilmu perubahan. Begitu populernya 36 strategi ini, sehingga ahli perang kuno seperti Sun Tzu, Sun Bin, Han Xin dan Li Chin, semuanya mengandalkan implementasi dari 36 strategi ini.
Ke 36 strategi ini semuanya menarik dan punya daya tarik sendiri-sendiri. Saya sendiri menyukai strategi nomer 20, yaitu “Ilmu Mengail di Air Keruh”. Pertama saya amat terkesan dengan strategi ini, karena kita juga memiliki ungkapan yang sama. Kedua, strategi unik ini memberikan semangat optimisme kepada saya dalam berbagai situasi. Dan berkali-kali saya sudah diselamatkan dengan strategi ini. Itu sebabnya strategi ini memiliki nilai nostalgia yang mendalam buat saya. Berkat strategi ini, kita disuruh berpikir kreatif, waspada selalu, jangan pantang menyerah, dan biar bagaimanapun situasinya, bakalan ada peluang yang bisa kita manfaatkan.
Belum lama ini ketika membaca koran, saya di-ingatkan lagi dengan strategi unik ini. Yaitu ketika membaca fenomena Monica Lewinsky belum lama ini. Jelas-jelas skandal Monica memang bikin heboh luar biasa. Ketika masih dalam masa persidangan, tak urung Monica dicemohkan banyak orang. Pokoknya skandal Monica persis seperti air keruh yang bergolak. Namun kini keada-an-nya telah berubah 180 derajat. Monica menjadi sumber rejeki yang luar biasa. Di Philipina ada pengusaha cerutu yang memanfaatkan cerita porno Bill Clinton dan Monica, dan membuat cerutu yang diberi nama ….. apa lagi kalau bukan Monica ? Hasilnya ? Tebak saja sendiri. Laris manis tanjung kimpul ! Fenomena Monica tidak berhenti disitu saja, tapi konon masih berlanjut panjang.
Misalnya saja dalam interview Monica dengan Barbara Walters, konon ditonton sampai 70 juta penonton. Dalam interview ini, Monica yang tidak ramping, seksi dan terlampau cantik, ternyata justru mengundang simpati kebanyakan wanita yang menontonnya. Yang justru mirip dengan Monica, yaitu tidak memiliki kecantikan ideal seperti tubuh seksi dan kecantikan ala model. Dalam interview ini wanita ternyata diam-diam menyimak serius penampilan Monica. Dan yang menjadi perhatian utama mereka adalah make-up Monica. Yang memang cukup ajaib. Monica dalam interview itu memang di make-up dengan penampilan baru, agar lebih lembut dan stylish. Hasilnya memukau habis para pemirsa penonton wanita. Diakhir acara, disebutkan kalau Monica memakai lipstick dan kosmetik Club Monaco. Hanya dalam seminggu, kosmetik ala Monica ini, diborong ludes oleh para wanita di 30 toko Club Monaco di Kanada dan Amerika. Pemilik butik Club Monaco sampai kewalahan tuntas. Kosmetik ala Monica jelas merupakan hasil mengail diair keruh. Rejeki nomplok.
Dongeng lainnya yang tak kalah seru, adalah sukses di balik rokok Marlboro. Rokok Marlboro lahir tahun 1924, sebagai salah satu rokok berfilter yang ditujukan untuk wanita. Mulanya dipasarkan dengan konsep segmentasi khusus wanita. Pokoknya Marlboro dibuat sebagai rokok yang lebih pas dan lebih sopan untuk wanita. Itu sebabnya kotak Marlboro berwarna merah, karena dulunya diposisikan sebagai rokok feminin. Malah dalam desain awalnya, ujung filternyapun berwarna merah, agar lipstick wanita yang mengisapnya tidak meninggalkan bekas noda. Kesannya agar lebih rapi dan tidak vulgar. Namun ide ini tidak dibeli mentah-mentah oleh kaum wanita jaman itu. Mengisap rokok tanpa filter jelas lebih nikmat. Tak heran apabila penjualan Marlboro amatlah kecil.
Barulah pada tahun 1950, dipublikasikan untuk pertama kalinya bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit kanker paru-paru. Tahun 1953, mulai kelihatan tanda bahayanya. Penjualan rokok di Amerika tiba-tiba merosot. Produsen Marlboro melihat “ikan diair keruh”. Marlboro dari rokok feminin, kini diubah menjadi rokok yang lebih aman bagi konsumen. Berkat perlengkapan filter yang dimilikinya saat itu. Marlboro pun ikut program ganti kelamin. Ia jadi rokok macho sekarang. Rencana promosi dan iklanpun dibuat. Marlboro akan diiklankan dengan serangkaian tokoh macho yang perkasa dari pelaut hingga tentara. Namun biro iklannya, membujuk agar Marlboro diiklankan lewat koboi saja. Ternyata resep itu cespleng dan manjur. Koboi memang visi yang tepat. Hanya dalam setahun saja Marlboro melesat dari cuma menguasai pangsa pasar dibawah 1%, tiba-tiba menjadi salah satu dari 4 besar. Tak heran apabila promosi ala koboi itu tetap dipertahankan hingga kini.
Ditengah krisis dalam bentuk apapun, saya yakin ada celah untuk menyelipkan strategi nomer 20 ini. Saya optimis akan hal itu, karena telah saya alami sendiri. Kuncinya hanya satu. Jangan takut cebur ke air keruh ini. Pokoknya asal mau obok-obok, anda pasti kebagian ikan. Percayalah !
Ke 36 strategi ini semuanya menarik dan punya daya tarik sendiri-sendiri. Saya sendiri menyukai strategi nomer 20, yaitu “Ilmu Mengail di Air Keruh”. Pertama saya amat terkesan dengan strategi ini, karena kita juga memiliki ungkapan yang sama. Kedua, strategi unik ini memberikan semangat optimisme kepada saya dalam berbagai situasi. Dan berkali-kali saya sudah diselamatkan dengan strategi ini. Itu sebabnya strategi ini memiliki nilai nostalgia yang mendalam buat saya. Berkat strategi ini, kita disuruh berpikir kreatif, waspada selalu, jangan pantang menyerah, dan biar bagaimanapun situasinya, bakalan ada peluang yang bisa kita manfaatkan.
Belum lama ini ketika membaca koran, saya di-ingatkan lagi dengan strategi unik ini. Yaitu ketika membaca fenomena Monica Lewinsky belum lama ini. Jelas-jelas skandal Monica memang bikin heboh luar biasa. Ketika masih dalam masa persidangan, tak urung Monica dicemohkan banyak orang. Pokoknya skandal Monica persis seperti air keruh yang bergolak. Namun kini keada-an-nya telah berubah 180 derajat. Monica menjadi sumber rejeki yang luar biasa. Di Philipina ada pengusaha cerutu yang memanfaatkan cerita porno Bill Clinton dan Monica, dan membuat cerutu yang diberi nama ….. apa lagi kalau bukan Monica ? Hasilnya ? Tebak saja sendiri. Laris manis tanjung kimpul ! Fenomena Monica tidak berhenti disitu saja, tapi konon masih berlanjut panjang.
Misalnya saja dalam interview Monica dengan Barbara Walters, konon ditonton sampai 70 juta penonton. Dalam interview ini, Monica yang tidak ramping, seksi dan terlampau cantik, ternyata justru mengundang simpati kebanyakan wanita yang menontonnya. Yang justru mirip dengan Monica, yaitu tidak memiliki kecantikan ideal seperti tubuh seksi dan kecantikan ala model. Dalam interview ini wanita ternyata diam-diam menyimak serius penampilan Monica. Dan yang menjadi perhatian utama mereka adalah make-up Monica. Yang memang cukup ajaib. Monica dalam interview itu memang di make-up dengan penampilan baru, agar lebih lembut dan stylish. Hasilnya memukau habis para pemirsa penonton wanita. Diakhir acara, disebutkan kalau Monica memakai lipstick dan kosmetik Club Monaco. Hanya dalam seminggu, kosmetik ala Monica ini, diborong ludes oleh para wanita di 30 toko Club Monaco di Kanada dan Amerika. Pemilik butik Club Monaco sampai kewalahan tuntas. Kosmetik ala Monica jelas merupakan hasil mengail diair keruh. Rejeki nomplok.
Dongeng lainnya yang tak kalah seru, adalah sukses di balik rokok Marlboro. Rokok Marlboro lahir tahun 1924, sebagai salah satu rokok berfilter yang ditujukan untuk wanita. Mulanya dipasarkan dengan konsep segmentasi khusus wanita. Pokoknya Marlboro dibuat sebagai rokok yang lebih pas dan lebih sopan untuk wanita. Itu sebabnya kotak Marlboro berwarna merah, karena dulunya diposisikan sebagai rokok feminin. Malah dalam desain awalnya, ujung filternyapun berwarna merah, agar lipstick wanita yang mengisapnya tidak meninggalkan bekas noda. Kesannya agar lebih rapi dan tidak vulgar. Namun ide ini tidak dibeli mentah-mentah oleh kaum wanita jaman itu. Mengisap rokok tanpa filter jelas lebih nikmat. Tak heran apabila penjualan Marlboro amatlah kecil.
Barulah pada tahun 1950, dipublikasikan untuk pertama kalinya bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit kanker paru-paru. Tahun 1953, mulai kelihatan tanda bahayanya. Penjualan rokok di Amerika tiba-tiba merosot. Produsen Marlboro melihat “ikan diair keruh”. Marlboro dari rokok feminin, kini diubah menjadi rokok yang lebih aman bagi konsumen. Berkat perlengkapan filter yang dimilikinya saat itu. Marlboro pun ikut program ganti kelamin. Ia jadi rokok macho sekarang. Rencana promosi dan iklanpun dibuat. Marlboro akan diiklankan dengan serangkaian tokoh macho yang perkasa dari pelaut hingga tentara. Namun biro iklannya, membujuk agar Marlboro diiklankan lewat koboi saja. Ternyata resep itu cespleng dan manjur. Koboi memang visi yang tepat. Hanya dalam setahun saja Marlboro melesat dari cuma menguasai pangsa pasar dibawah 1%, tiba-tiba menjadi salah satu dari 4 besar. Tak heran apabila promosi ala koboi itu tetap dipertahankan hingga kini.
Ditengah krisis dalam bentuk apapun, saya yakin ada celah untuk menyelipkan strategi nomer 20 ini. Saya optimis akan hal itu, karena telah saya alami sendiri. Kuncinya hanya satu. Jangan takut cebur ke air keruh ini. Pokoknya asal mau obok-obok, anda pasti kebagian ikan. Percayalah !
Thursday, November 23, 2006
THE POWER OF DREAMS
“Never underestimate the power of dreams and the influence of the human spirit. We are all the same in this notion: The potential for greatness lives within each of us.” - Wilma Rudolph
Tuesday, November 21, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)












