Tuesday, October 19, 2010

THE ART OF HEALING



Ada sebuah dongeng yang berawal dari Rusia. Alkisah ada seorang raja, yang memiliki 3 orang puteri yang sangat cantik. Sang raja memiliki satu pusaka kerajaan yang ia ingin wariskan kepada salah satu puterinya. Namun ia binggung memilih. Maka ia pun membuat sebuah sayembara kecil. Kepada ketiga puterinya ia bertanya, siapakah diantara ketiganya yang paling mencintai sang raja ? Sedalam apakah mereka mencintai sang raja ? Ketiga putrinya diberi waktu seminggu untuk berpikir.

Saat hari sayembara tiba. Puteri sulung dengan berbinar-binar, mengatakan ia sangat mencintai ayahnya, ibaratnya setinggi langit dan sedalam laut yang biru. Tidak terukur dan dipenuhi dengan keindahan bintang dan ikan-ikan. Raja sangat puas dan tersenyum bahagia. Giliran puteri yang kedua, ia bertutur mencintai ayahnya ibarat emas dan batu permata. Berkilau dan tidak ternilai harganya. Lagi lagi raja tersenyum puas. Ketika tiba giliran puteri bungsu, dengan polosnya, ia mengatakan cinta kepada ayahnya sedalam garam. Raja kaget. Marah dan merasa terhina. Ia lalu mengusir sang puteri bungsu. Puteri bungsu menjadi sangat sedih dan pergi dari kerajaan. Konon kesedihan sang puteri bungsu mengusik dewa dewi dikahyangan. Malam itu semua garam yang ada di kerajaan berubah menjadi air laut, bintang, emas dan permata. Esok harinya seluruh kerajaan gempar. Rakyat ribut tidak memiliki garam. Semua makanan menjadi hambar dan tidak enak. Rakyat kehilangan selera makan. Barulah raja mengerti arti cinta sesungguhnya dari sang puteri bungsunya. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Percaya atau tidak kebahagian itu mirip garam. Kita tidak pernah merasakan nikmatnya, sampai pada saat kita butuh. Garam harus hadir dalam dosis yang pas. Terlalu sedikit tidak akan membuat makanan menjadi enak. Terlalu banyak, makanan menjadi sangat asin dan tidak akan bisa dimakan. Garam adalah ibarat bandul yang membuat hidup kita pas dan dinamis. Dan bukan sebaliknya. Bukan kebahagian dan kesenangan yang membuat hidup kita apik sentosa. Tetapi hidup dalam takaran yang pas yang akan menghadirkan kebahagian dan kesenangan. Membuat keseimbangan itu didalam hidup kita adalah kebahagian hidup yang sesungguhnya.

Aksara hati dalam bahasa Mandarin, berbunyi “Xin”. Memiliki 2 simbol yang menyerupai telapak tangan yang bertemu ditengah dada. Seperti kita memberi salam. Dan sebuah symbol yang menyerupai perahu. Aksara ini menyiratkan konsep kesimbangan yang membentuk harmoni kebahagian didalam kehidupan kita. Sumber kebahagian adalah hati kita. Yang menjadi muara dari semua ilmu yang kita pelajari, semua pengalaman yang kita jalani, dan harta yang kita miliki. Tajam mengasah suara hati, maka tajam pula naluri kita. Disaat kita lebih banyak membuat kebaikan dan kebajikan, maka kebahagian mirip sebuah tabungan yang nilainya semakin bertambah.

Ketika saya mendesain TIRTAYU (The Water of Life) menjadi sebuah pusat penyembuhan atau “healing center” saya juga mengadopsi filsafat yang sama. Kesehatan sebagai salah satu pilar kebahagiaan hidup kita harus diawali dengan sikap dan kesadaran. Bahwa sikap penyembuhan dimulai dari pencarian diri yang membuang jauh-jauh sifat-sifat kesombongan dan mementingkan diri sendiri. TIRTAYU (The Water of Life) mengajarkan sebuah titik baru agar kita merendahkan diri untuk menyatu dengan alam semesta. Karena kita adalah bagian dari alam semesta itu sendiri.

“Tirtayu – Healing Center” sendiri, memiliki sebuah lokasi yang sangat strategis di Jalan Senopati 20 – Kebayoran Baru, hanya beberapa menit dari SCBD dan Jalan Sudirman. Didesain dengan sangat moderen, dengan lingkungan dan kenyamanan yang berkualitas. “Tirtayu – Healing Center” merupakan fasilitas gedung bertingkat tiga.

Dilevel Lantai 1 – disiapkan konsep Relax – didesain sebagai tempat khusus untuk total relaksasi, yang dilengkapi fasilitas pijat refleksi dan café detox dengan minuman dan jus buah yang didesain untuk memperbaiki tingkat enerji Chi.

Dilevel Lantai 2 – dengan konsep Rejuvenate, anda bias melakukan Yoga, Pilates, Meditasi, dan sebuah klinik fisioterapi yang memiliki fasilitas kolam hidroterapi.

Dan di Lantai 3 - Reborn, disediakan multi kilinik dengan dokter umum, dokter gigi, dokter anak, dan dokter rehab. “Tirtayu – Healing Center” diharapkan menjadi pusat penyembuhan yang holistik berkualitas prima.


Untuk keterangan lebih lanjut :
Kafi Kurnia
“Tirtayu” – Healing Center
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Monday, October 11, 2010

JAIL BANGET SIH ...... LOMBA MEMBUKA BH DI CHINA




hahahahahahahahahahahahahahaha


ternyata membuka kait BH mmerlukan keahlian tersendiri,

dan menjadi seni ketrampilan khusus

itu sebabnya di China

di buat lomba membuka BH tercepat


hahahahahahahahahahahahahahahahahaha

sayangnya....

ketrampilan yang seharusnya dikuasai kaum pria ini

ternyata dimenangkan oleh wanita


dan rekornya .... 8 bh dalam 21 detik


kayaknya si Otong lebih cepet deh


hahahhahahahahahahahahahahahah

JAIL BANGET SIH ...... BILL BOARD AJAIB



hahahahahahahahahahahahahaha


billboard atau iklan luar ruang

untuk bisa menjadi perhatian

butuh kreatifitas dan tekhnologi bersaing,


di Eropa,

majalah Palyboy

memasang Bill-board yang berubah gambarnya

bilamana kena hujan .....


hahahahahahahahahahahahahaha


andaikata billboard ini dipasang di Indonesia ......


buset dah bisa tabrakan semua


hahahahahahahahahahahahaha

Saturday, October 09, 2010

JAIL BANGET SIH .... ANEKA GAYA MENYONTEK (PART III)



ha...ha....ha....ha.....ha.....ha......

andaikate mau dibikin kejuaran menyontek,
make
pemenangnye adalah kedua orang ini,

BRAVO deh !!!!

buset dah
tulisannye serba kecil banget,
pegimane bacanye ?

pasti mate-nye super awas
mate kalong

ha...ha...ha....ha....ha....ha....ha.....ha.......

Friday, October 08, 2010

JAIL BANGET SIH .... ANEKA GAYA MENYONTEK (PART II)



hahahahahahahahahahahahahahaha

anak-anak jaman sekarang

hobi nyonteknya teteup sama

budaya-nye sama

cuma tekhnologinye nyang beda

hahahahahahahahahahahahaha

Thursday, October 07, 2010

JAIL BANGET SIH .... ANEKA GAYA MENYONTEK




hahahahahahahahahahahahaha

dari jaman engkong
ampe sekarang
nyontek teteup asyik
dan kudu kite laksanaken

gayanya aje yang beda-beda

ini gaya nyang paling klasik

Wednesday, October 06, 2010

YUKKKK ..... KITA BERMALAS-MALASAN DI TIRTAYU



Kini saatnya anda relax dan bermalas-malas-an ! Melamun sambil menikmati sentuhan jari jemari yang mahir melancarkan sirkulasi sistim peredaran darah sambil memperbaiki level enerji anda !

“Tirtayu – Healing Center” terletak sangat strategis di Jalan Senopati 20 – Kebayoran Baru, hanya beberapa menit dari SCBD. Didesain dengan sangat moderen, dengan lingkungan dan kenyamanan yang berkualitas. “Tirtayu – Healing Center” merupakan fasilitas gedung bertingkat tiga.

Dilevel Lantai 1 – disiapkan konsep Relax – didesain sebagai tempat khusus untuk total relaksasi, yang dilengkapi fasilitas pijat refleksi dan café detox dengan minuman dan jus buah yang didesain untuk memperbaiki tingkat enerji Chi.

Dilevel Lantai 2 – dengan konsep Rejuvenate, anda bias melakukan Yoga, Pilates, Meditasi, dan sebuah klinik fisioterapi yang memiliki fasilitas kolam hidroterapi.

Dan di Lantai 3 - Reborn, disediakan multi kilinik dengan dokter gigi, dokter anak, dan dokter rehab. “Tirtayu – Healing Center” diharapkan menjadi pusat penyembuhan yang holistik berkualitas prima.

Untuk keterangan lebih lanjut :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu” – Healing Center
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Tuesday, October 05, 2010

TIRTAYU - HEALING CENTER



Seni penyembuhan dan merawat kebugaran jiwa raga, menjadi pilar kebahagian hidup yang terpenting. Kafi Kurnia mengurai keduanya, dan mengikatnya menjadi satu dalam sebuah pusat penyembuhan diri yang diberi nama TIRTAYU (THE WATER OF LIFE). 3 tingkat penyembuhan disiapkan dengan konsep RELAX – REJUVENATE – REBORN.

“Tirtayu – Healing Center” terletak sangat strategis di Jalan Senopati 20 – Kebayoran Baru, hanya beberapa menit dari SCBD. Didesain dengan sangat moderen, dengan lingkungan dan kenyamanan yang berkualitas. “Tirtayu – Healing Center” merupakan fasilitas gedung bertingkat tiga.
Dilevel Lantai 1 – disiapkan konsep Relax – didesain sebagai tempat khusus untuk total relaksasi, yang dilengkapi fasilitas pijat refleksi dan café detox dengan minuman dan jus buah yang didesain untuk memperbaiki tingkat enerji Chi. Dilevel Lantai 2 – dengan konsep Rejuvenate, anda bias melakukan Yoga, Pilates, Meditasi, dan sebuah klinik fisioterapi yang memiliki fasilitas kolam hidroterapi. Dan di Lantai 3 - Reborn, disediakan multi kilinik dengan dokter gigi, dokter anak, dan dokter rehab. “Tirtayu – Healing Center” diharapkan menjadi pusat penyembuhan yang holistik berkualitas prima.

Untuk keterangan lebih lanjut :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu” – Healing Center
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Monday, October 04, 2010

Pecinta Kopi dan Teh akan Dijauhi Tumor Otak Ganas



MetroTV
Lifestyle + / Senin, 4 Oktober 2010 12:38 WIB

Berbahagialah para penggemar kopi dan teh karena mereka adalah kelompok orang yang kecil kemungkinannya disinggahi tumor otak ganas, yang kerap menyerang orang dewasa.

Temuan terbaru yang didapat dari sebuah penelitian terhadap lebih dari 500.000 orang dewasa Eropa, menambah bukti pada hasil studi AS baru-baru ini yang menghubungkan asupan kopi dan teh yang lebih tinggi dengan penurunan risiko glioma, jenis tumor otak yang menyebabkan sekitar 80 persen dari kasus kanker otak ganas pada orang dewasa.

Namun, hasil penelitian ini sendiri belum dapat membuktikan bahwa kedua minuman itu memberikan perlindungan.

"Ini semua sangat sementara," kata ketua tim peneliti, Dominique Michaud, dari Brown University di Providence, Rhode Island, dan Imperial College London. "Studi ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi siapa pun juga untuk mengubah asupan kopi atau teh mereka."

Dan sekalipun jika kopi dan teh memiliki efek langsung terhadap risiko glioma, sepertinya dampaknya akan kecil. Tumor otak secara umum jarang terjadi; di Eropa, misalnya, tingkat kejadian tahunan diperkirakan antara empat hingga enam kasus per 100.000 perempuan, dan enam sampai delapan kasus untuk setiap 100.000 pria.

Secara keseluruhan, kemungkinan seseorang akan mengembangkan tumor (kanker) otak ganas dalam seumur hidup mereka kurang dari 1 persen.

Namun, ujar Michaud, jika asupan kopi dan teh yang lebih tinggi ternyata dapat melindungi terhadap glioma, ini akan dapat memberikan wawasan pada peneliti mengenai penyebab tumor. "Saat ini, kita tidak tahu banyak tentang apa yang menyebabkan kanker otak," katanya.

Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition itu berasal dari serangkaian penelitian yang dilakukan di 10 negara Eropa yang menyelidiki faktor-faktor risiko potensial terhadap kanker. Pada tahap awal studi, 521.488 pria dan wanita berusia antara 25 hingga 70 tahun melengkapi kuesioner tentang riwayat kesehatan, diet, kebiasaan olahraga, merokok dan faktor gaya hidup mereka lainnya.

Untuk analisis mereka, tim Michaud berfokus pada lebih dari 410.000 peserta studi yang bebas kanker di awal studi dan mempunyai informasi lengkap tentang pola makanan mereka. Setelah penelitian rata-rata selama 8,5 tahun, tercatat 343 pria dan wanita itu didiagnosis glioma; 245 lainnya didiagnosis memiliki tumor yang lain, biasanya adalah meningioma, yaitu jenis tumor otak jinak.

Ketika para peneliti membagi partisipan menjadi 4-5 kelompok berdasarkan asupan kopi dan teh di awal studi, mereka tidak menemukan bukti dari hubungan respons-dosis - yaitu risiko glioma menurun karena konsumsi kopi dan teh meningkat.

BALI KINTAMANI COFFEE DI TIRTAYU



TIRTAYU – Healing Centre
Mulai tanggal 4 Oktober 2010:
Menyajikan secara esklusif The Bali Kintamani Coffee.

Coffee may reduce the risk of developing gallstones, discourage the development of colon cancer, improve cognitive function, reduce the risk of liver damage in people at high risk for liver disease, and reduce the risk of Parkinson's disease. Coffee has also been shown to improve endurance performance in long-duration physical activities. - Source: Harvard Health Publications, Harvard Medical School, 2006.

Tasting Notes - The Bali Kintamani Coffee

The dry fragrance was surprisingly sweet, with caramel-laced cookie character. The wet aromatics are more dark chocolaty, with peppery spice, fig, and dried fruit. The cup has fruit-infused chocolate, and a thick creamy body. The acidity is low, extremely low, and the finish remains fruity although the chocolate softens to a milk Swiss Cocoa tone. You get raisiny notes as the cup flavors fade.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Friday, October 01, 2010

WISCONSIN GINSENG TEA



TIRTAYU – Healing Centre
Mulai tanggal 4 Oktober 2010:
Menyajikan secara esklusif Wisconsin Ginseng Tea.

“Ginseng is a natural energy booster. It helps restore energy and improves circulation. This booster also improves brain function including acceleration and reaction time. Ginseng has the ability to boost the body’s resistance to viral infections and disease.”

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Thursday, September 30, 2010

KLINIK FISIOTERAPI DI TIRTAYU - HEALING CENTRE



TIRTAYU – Healing Centre
Mulai tanggal 4 Oktober 2010:
Mengoperasikan Klinik Fisoterapi, lengkap dengan konsul dokter spesialis.

• dr. Dr. Ronald Efraim Pakasi, SpKFR
• Praktek : Senin dan Rabu
• By Appointment

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Wednesday, September 29, 2010

YOGA DAN PILATES DI TIRTAYU - Healing Centre



TIRTAYU – Healing Centre
Mulai tanggal 4 Oktober 2010:
Menyelenggarakan kelas-kelas Yoga dan Pilates.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Monday, September 27, 2010

PRAKTEK DOKTER DI TIRTAYU



TIRTAYU – Healing Centre
Mulai tanggal 27 September 2010:
• dr. Johannes Ridwan Tjahyadi Sugiarto, SpA
• Praktek : Senin hingga Jumat
• Mulai Jam 12.00 – 16.00

• dr. Dr. Ronald Efraim Pakasi, SpKFR
• Praktek : Senin dan Rabu
• By Appointment

Untuk keterangan dan janji bertemu dokter hubungi :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Thursday, September 23, 2010

TIRTAYU DAN ARTI AKSARA "SHIN"



Aksara “Shin” dalam bahasa Mandarin, menunjukan lambang dua telapak tangan yang saling bertemu dan membentuk sikap konsentrasi, focus, dan meditasi. Ini, adalah salah satu filosofi dari Pusat Penyembuhan TIRTAYU. Bahwa sikap penyembuhan dimulai dari pencarian diri yang membuang jauh-jauh sifat-sifat kesombongan dan mementingkan diri sendiri. TIRTAYU mengajarkan sebuah titik baru agar kita merendahkan diri untuk menyatu dengan alam semesta. Karena kita adalah bagian dari alam semesta itu sendiri.

TIRTAYU akan soft opening tanggal 27 September 2010

Untuk keterangan lebih lanjut :
Ati Setyono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Wednesday, September 22, 2010

TIRTAYU (The Water of Life)



Seni menyembuhkan dan merawat kebugaran jiwa raga, menjadi pilar kebahagian yang terpenting. Kafi Kurnia mengurai keduanya, dan mengikatnya menjadi satu dalam sebuah pusat penyembuhan diri yang diberi nama TIRTAYU (THE WATER OF LIFE). 3 tingkat penyembuhan disiapkan dengan konsep RELAX – REJUVENATE – REBORN.

Dilevel Relax disiapkan tempat khusus untuk refleksi dan detox dengan minuman dan jus buah yang didesain untuk memperbaiki Chi. Dilevel Rejuvenate, anda bias melakukan Yoga, Pilates, Meditasi, dan sebuah klinik fisioterapi yang memiliki fasilitas kolam hidroterapi. Dan di level Reborn, disediakan multi kilinik dengan dokter gigi, dokter anak, dan dokter rehab.

Hari ini 22 September 2010, Tirtayu mengadakan syukuran dan akan mulai soft opening tanggal 27 September 2010.

Untuk keterangan lebih lanjut :
Ati Setijono / Astri
“Tirtayu”
Jalan Senopati 20
Kebayoran Baru
Jakarta 12110

Tel : 7280 0343
Fax: 720 0670

Sunday, September 19, 2010

JATUH MISKIN (BAGIAN KE DUA - VERA BERCERAI)



Setahun yang lalu, saya menulis sebuah artikel tentang teman kuliah saya Vera di Hongkong, yang jatuh bangkrut. Dua minggu yang lalu, ketika saya bertugas di Hongkong, saya dan Vera kembali bertemu dan sempat menikmati dim-sum. Wajahnya tidak berubah. Ia Nampak lebih santai. Hanya saja wajahnya terlihat sangat letih. Vera mengungkapkan bahwa sejak setahun yang lalu, nasibnya belum berubah. Malah situasinya makin memburuk.

Alkisah, suatu hari ketika suaminya pulang kerja, sang suami bercerita bahwa ia merasa hidupnya sangat membosankan. Ia ingin melakukan sejumlah hal-hal baru. Vera mulanya tersenyum, menganggap hal yang biasa bahwa suaminya mengalami sindroma yang populer disebut dengan “mid-life crisis”. Vera dengan supportif menganggap hal itu positif. Dengan situasi Vera yang tidak lagi sesibuk dahulu, Vera merasa bahwa ungkapan hati suaminya, akan menjadi tantangan hidup baru mereka berdua. Vera siap untuk berpartner dengan suaminya melakukan hal-hal yang baru. Vera berpikir mungkin inilah jalan yang ditunjukan oleh Tuhan.

Tebakan Vera sayangnya meleset semua. Suaminya minta cerai. Dengan alas an paling klasik didunia. Hidup ini membosankan dan suaminya ingin petualangan baru. Hati Vera hancur remuk redam. Bagaikan tertimpa halilintar dan palu godam terberat didunia. Ia merasakan persis seperti dikatakan pepatah. Sudah jatuh dan tertimpa tangga pula. Sakit bukan main. Tak lama kemudian Vera mengaku, merubah hidupnya seperti kebiasaan orang yang gagal. Secara naluri ia menghancurkan dirinya sendiri. Ia merokok. Ia mabuk-mabuk-kan. Dan diujung titik krisis yang terendah, Vera mencoba bunuh diri. Satu botol obat tidur diminum Vera. Tuhan masih berkendak lain. Vera dilarikan kerumah sakit dan selamat.

Kini Vera dalam proses bercerai dengan suaminya. Ia sedang mencari apartemen baru, dan mempersiapkan sebuah kehidupan yang harus dijalani-nya sendiri. Yang membuat Vera geram, adalah kenyataan hidup ini yang sangat tidak adil. Suaminya yang paruh baya, jatuh cinta dengan gadis muda belia. Dan gadis itu minta kepada suaminya untuk menceraikan Vera. Maka suaminya bertingkah dan dengan mudahnya meminta cerai. 20 puluh tahun lebih perkawinan mereka menjadi tidak berarti. Vera yang mendekati usia paruh baya, merasa dirinya tidak lagi cantik dan sumringah, merasa dirinya tidak memiliki kesempatan yang sama dengan suaminya. Vera dengan sengit mengumbar rasa keadilan ini. Saya sempat tertawa, ketika Vera bercerita bahwa selama 20 tahun lebih perkawinannya, ia selalu setia. Tidak pernah sekalipun membiarkan hati dan perasaan-nya berpaling. Padahal sebagai salah satu direktur pemasaran sebuah private investment company di Hongkong, betapa banyak klien yang kaya raya, menggodanya dan mengajaknya berselingkuh. Vera menyesal. Vera mengatakan kepada saya, ia seharusnya lebih genit dan menggunakan kesempatan itu untuk sesekali meladeni rayuan-rayuan yang dating kepadanya. Vera merasa semuanya terlambat. Itu yang membuat Vera putus asa.

Ketika dirawat dirumah sakit, Vera kedatangan paman yang kebetulan berasal dari suaminya. Sang paman sangat bersimpati dengan Vera. Setahun yang lalu, sang paman yang sama, memberikan semangat dan motivasi ketika Vera baru saja di PHK. Ia mengajarkan sebuah filosofi tentang kehidupan lewat ritual menyeduh teh. Kata sang paman survival hidup kita mirip ritual minum teh. Persiapan dan waktu adalah kunci strategi hidup. Dan untuk menikmati kebahagian hidup, ibarat kita ingin teh yang kental atau encer - kita tinggal mengatur jumlah daun kehidupan yang mau kita seduh. Hidup sesungguhnya sesederhana itu. Tidak lebih dan tidak kurang.

Usai bertemu dengan sang paman setahun yang lalu, Vera sempat menata seluruh keuangan-nya. Belajar hidup dengan lebih sederhana, dan menikmati kebahagian lewat hal-hal kecil. Vera mencoba belajar sebanyak-banyaknya lewat filosofi menyeduh teh yang diajarkan sang paman. Itu sebabnya ketika suaminya meminta mereka bercerai, Vera bercerita bahwa satu-satunya hal yang paling siap, adalah keuangan Vera. Ia siap mandiri. Vera sangat bersyukur bertemu dengan sang paman.

Kali ini, sang paman mengajarkan hal yang berbeda. Sesuatu yang terbalik. Sang paman mengajarkan Vera untuk marah. Vera harus bangun, marah dan melawan. Jangan biarkan kehidupan ini mengalahkan kita, begitu kata sang paman. Barangkali anda akan menganggapnya sangat aneh. Nasehat yang mengajarkan kita untuk marah. Apalagi ditengah kemelut kehidupan yang semakin menjerumuskan kita kejurang stress, konon sering marah-marah, bukanlah pertanda yang baik. Berbahaya bagi kesehatan. Begitu cerita kebanyakan orang. Tapi mungkin sang paman benar juga. Saya ingat buku Stanley Bing - “Sun Tzu was a sissy”. Stanley Bing, yang berkerja sebagai kolumnis di majalah Fortune, memang gemar menulis sejumlah buku yang kontroversial.

Menurut Bing, marah itu sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Seorang pemimpin yang marah, artinya ia terusik dan gusar oleh sesuatu hal. Sekaligus membuktikan bahwa pemimpin itu eling, atau sadar karena ada sesuatu yang tidak beres dan perlu dikoreksi. Pemimpin yang tidak pernah marah, sama dengan pemimpin acuh tak acuh. Itu menurut Bing. Lalu, kalau seorang pemimpin marah, ia butuh emosi yang dahsyat. Marah membangkitkan enerji yang luar biasa. Pemimpin yang marah, biasanya segera melakukan perubahan, peremajaan, dan perbaikan. Artinya pemimpin marah memungkinkan terjadinya perubahan yang lebih cepat dan berarti.

Dalam hal yang satu ini, saya rada setuju. Kita kan sering melihat betapa pemimpin kita kerjanya cuma basa-basi, klemar – klemer, tidak menciptakan gebrakan apa-apa. Yang kita takuti adalah pemimpin yang pemarah, atau marah-marah tanpa sebab. Ini yang berbahaya. Barangkali salah satu pemimpin kita yang legendaris dalam hal marah ini, adalah Bang Ali, bekas gubernur Jakarta dulu. Konon pernah ada cerita, beliau sedang naik mobil, dan jalanan macet semrawut, gara-gara tukang beca yang se-enaknya saja mengendarai becaknya. Lanjut cerita Bang Ali, tidak segan-segan turun dan memarahi tukang beca tersebut. Disamping cerita marahnya Bang Ali tadi, masih banyak lagi kata orang cerita lain tentang marahnya Bang Ali. Dan kenyataan-nya memang begitu, dibawah kepemimpinan Bang Ali, Jakarta terbukti maju pesat luar biasa. Jadi teori Stanley Bing ada benarnya juga.

Dr. Stephen Diamond, menulis didalam bukunya yang sangat kontroversial, “Anger, Madness, and Daimonic : The Psychological Genesis of Violence, Evil, and Creativity” bahwa marah adalah emosi yang paling bermasalah. Namun percaya tidak ada korelasi yang sangat kuat antara marah dan kreatifitas. Menurutnya marah dan kreatifitas seringkali bersumber pada hal yang sama. Hanya saja marah memiliki potensi destruktif yang jauh lebih besar. Orang-orang yang berbakat dan jenius, umumnya memiliki naluri yang sangat tajam untuk menyalurkan enerji ini, agar tidak merusak dan merubahnya menjadi sebuah upaya yang konstruktif.

Ketika kita dilanda krisis moneter tahun 1998 yang lalu, teman saya berseloroh, katanya kita butuh pemimpin seperti Bang Ali, pemimpin yang berani marah. Tapi jangan pemimpin, yang mudah marah dan ngambek. Atau pemimpin yang suka marah-marah tidak keruan. Katanya itu pemimpin sewot. Dr. Stephen Diamond menulis lebih lanjut, bahwa beberapa artis seperti Van Gough, dan Picasso konon dikenal memiliki kehidupan yang penuh amarah dan kekerasan. Barangkali benar pula kalau enerji yang sama disalurkan mereka kedalam sebagian karya-karya lukisan mereka pula. Hasilnya memang luar biasa. Lukisan mereka sangat spektakuler.

Untuk membuat se-ekor kuda berlari, biasanya ada 2 cara populer. Lewat cemeti, atau hadiah wortel. Menurut Stanley Bing, marah bisa menjadi cemeti yang kreatif. Marah sebagai terapi kehidupan, memang anti-budaya. Budaya kita terkenal untuk mengajarkan kita agar selalu santun, dan bersabar. Namun untuk menerobos sebuah kemapanan yang buntu dan berkarat, marah bisa saja menjadi anti-budaya yang dibenarkan. Asal jangan saja asal marah. Marahlah dengan bijaksana.

Usai acara dim-sum kami, Vera mengaku ia kini punya sejumlah kemarahan yang terpendam. Hanya saja ia belum tahu bagaimana merubahnya menjadi sebuah kekuatan kreatif. Bagi Vera, ia merasakan hidupnya tidak lagi sebuah kanvas besar yang kosong. Kini ia punya sejumlah coretan dan warna. Walaupun warna dan coretan itu belum menjadi komposisi terbaiknya. Vera berjanji akan tetap maju dan melawan. Itu semangat Vera. Dalam perjalanan pulang dari Hongkong, dipesawat saya menonton film aksi, “Street Fighter – The Legend of Chun Li”. Ada sebuah dialog yang menggugah saya, “kadang kita harus tegar dan berusaha bangkit …… walaupun posisi kita untuk berdiri saja begitu menyulitkan dan begitu menyakitkan”. Vera memang harus marah dan bangkit.

Thursday, August 19, 2010

KEMERDEKAAN, ALIA DAN KEMISKINAN



Sebuah media nasional menulis tentang fenomena maraknya bunuh diri dikalangan masyarakat bawah, semata karena tidak tahan menghadapi kemiskinan. Membacanya berita seperti itu dari hari ke hari, kepedihan kita meluap. Nyeri dan sakit hanyalah satu-satunya perasaan yang kita miliki. Dan setelah 65 tahun merdeka, kita masih menyimpan cerita seperti itu, terasa benar cacat dan ketidak berdayaan yang kita alami. Kita menjadi renta tanpa karya. Hanya itu yang saya rasakan ketika menonton perayaan kemerdekaan di televisi.

Kata Mpu Peniti, miskin adalah penyakit yang paling berbahaya di negeri ini. Bukan saja menular, tetapi seringkali fatal. Belum lama ini, seorang wanita cantik datang berkunjung kepada Mpu Peniti. Muda, cantik, dan bertubuh sexy. Sebut saja namanya Alia. Dan Alia minta tolong kepada Mpu Peniti, agar diberikan susuk khusus. Alia bekerja disebuah panti pijat di kota Bandung. Bukan panti pijat biasa. Melainkan panti pijat plus. Kulit Alia kebetulan memang agak hitam, dan ia merasakan itu kelemahan-nya yang utama untuk berkompetisi. Sehingga para tamu jarang memilih dia. Alia kepingin laris. Itu sebabnya ia mau pasang susuk.

Tentu saja Mpu Peniti menolak permintaan itu secara halus. Ia hanya mendoakan Alia. Itu terapi yang paling manjur yang diberikan Mpu Peniti. Cerita tentang Alia barangkali sangat using dan terlalu banyak masuk telinga kita. Tetapi itulah kenyataan tentang kemiskinan di negeri ini. Alia datang dari keluarga petani miskin di sebuah desa di Jawa Barat. Keluarganya termasuk besar, dengan 8 anak, dan Alia adalah anak bungsu. Ayahnya telah meninggal. Hanya ia saja yang belum menikah. Karena mereka adalah keluarga miskin, kakak-kakak Alia juga menikah dengan keluarga-keluarga yang setara. Rata-rata juga dengan derajat kemiskinan yang sama. 5 kakak prianya hanya bekerja serabutan. Itu istilah Alia. Artinya tidak ada yang punya karir tetap. Akibatnya penghasilan mereka juga tidak tetap. Dua kakak wanitanya menikah dan hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Ibu Alia sudah tua dan sering sakit. Itu sebabnya beban dan harapan keluarga semuanya ditumpahkan pada Alia.

Ketika Alia bercerita pada saya dan Mpu Peniti, diujung matanya terlihat genangan air mata. Saya ikut sedih. Alia yang bungsu dan semestinya memiliki sejumlah harapan dan masa depan, menjadi tidak berdaya karena terhimpit kemiskinan. Alia akhirnya memutuskan datang kekota Bandung dan mencari pekerjaan di kafe. Sebagai pramusaji. Berkat kecantikan wajahnya, ia mudah saja mendapat perkerjaan. Namun profesi sebagai pramusaji hanya memberikan nafkah yang pas-pas-an. Tanpa banyak insentif. Dipotong biaya kos dan transport sehari-hari, Alia hamper tidak bias menabung. Apa dikata suatu hari ia pulang kampung, dan mendapati Ibunya sakit. Dan beberapa kakaknya mengeluh tentang kehidupan didesa yang sering kekurangan. Alia menjadi sedih bukan main. Itu awalnya.

Ketika kembali ke Bandung, teman satu kos Alia mengajak Alia bekerja di karaoke. Ceritanya disana bekerja sangat mudah, hanya ikut bernyanyi dan mendapat tip banyak. Maka pindalah Alia dari seorang pramusaji menjadi seorang pramuria. Barangkali setelah itu banyak kejadian yang memalukan. Alia segan bercerita kepada kami lanjutan cerita itu secara rinci. Alia hanya bercerita bahwa suatu hari ia mulai bias mengirim uang ke desa. Tidak banyak.Hanya beberapa ratus ribu. Tetapi sambutan keluarganya menjadi sangat luar biasa. Alia kini menjadi pahlawan keluarga. Jeleknya keluarga sangat mendambakan dan seringkali tergantung kepada kiriman uang Alia. Tanpa mau tahu penderitaan dan kerja keras Alia di Bandung.

Alia mengumpamakan hidupnya mirip teh poci. Awalnya panas dengan gula batu. Rasanya pahit. Tetapi setelah teh dingin dan semua gula batu larut, teh menjadi kental dan manis. Semua larut , tanpa perlawanan. Begitu cerita Alia. Tanpa perlawanan, akhirnya Aulia bekerja di sebuah panti pijat. Tanpa perlawanan Alia akhirnya menjual tubuhnya. Cerita seperti Aulia memang membosankan. Karena cerita ini sudah kit abaca entah kesekian ratus kali. Juga kita tonton di sinetron dan film berkali-kali. Sehingga cerita tentang Aulia tidak lagi memiliki kekuatan untuk merongrong emosi kita. Tidak lagi ada air mata. Kecuali hela-an nafas kecil. Kesadaran kita semakin mati rasa. Seolah Alia adalah bagian dari sebuah kehidupan modern disebuah kota besar. Tidak ada yang aneh.

Alia sendiri bercerita bahwa kini rata-rata ia bisa mengantongi uang antara 400 ribu hingga 500 ribu setiap malam. Sebulan ia minimal bisa menghasilkan uang antara 6 juta hingga 8 juta. Mulanya ia gigih menabung. Tetapi keluarganya semakin pandai mengarang cerita tentang kebutuhan ini dan itu. Persis seperti cerita the poci. Alia larut begitu saja dan terus menerus mengirim uang ke kampong. Yang didapat Alia cuma pujian bahwa ia adalah pahlawan dan tiang bersandar keluarga. Cerita tentang Alia bertambah seru, karena Alia pernah ditipu sekian banyak lelaki yang bersumpah mencintai Alia. Serta Alia kehilangan lebih dari 10 juta karena percaya pada temannya yang mengajak berkongsi berdagang pakaian disebuah mall.

Yang membuat saya sangat terluka, adalah kenyataan bahwa Alia menjadi takut dan kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri. Alia takut pada masa depan. Alia menjadi pesimis. Itu sebabnya ia menempuh jalan pintas. Alia mencari susuk. Seperti kata Mpu Peniti, kemisikinan adalah penyakit yang menular. Menciptakan penderitaan dan masalah yang berlapis-lapis. Barangkali ketika kita kenyang usai menonton perayaan kemerdekaan Indonesia di televisi, dan mensyukuri hidangan saat berbuka puasa, tidak ada salahnya kita berdoa untuk mereka yang miskin. Agar mereka dibukakan jalan. Para pemimpin negeri mau merenung dan mencari jalan yang bijak agar kemiskinan di negeri ini di tumpas habis. Saya berdoa agar ada pemimpin negeri ini yang mau berjuang memerdeka-kan negeri ini dari kemiskinan. Secepat-cepatnya dan selama-lamanya.

NEKAD BUNUH DIRI KARENA MISKIN



Tragis, Akibat Hutang Rp 20 Ribu Ibu Ajak Anak Bunuh Diri

Yogyakarta, CyberNews. Benar-benar tragis, karena persoalan ekonomi seorang ibu nekat bunuh diri dengan membakar dirinya. Peristiwa ini menjadi semakin miris karena ibua tersebut juga membakar kedua anaknya yang masih balita, Rabu (11/8).

Akibatnya bukan hanya Khoir Umi Latifah (25) saja yang meregang nyawa namun anak bungsunya Muhamad Dwi Arya Saputra (2,5) ikut tewas meski sebelumnya sudah mendapat penanganan secara intensif di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Sedangkan satu putranya lagi Muhamad Lindu Aji (4) kondisinya masih kritis dan hanya mukjizat Tuhan yang bisa membuatnya mampu melewati fase ini.

Muhammad Lindu Aji menurut Kepala Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Trisno Heru Nugroho mengalami luka bakar 72 persen pada grade 3, selain itu Salurang pernafasan Aji sudah terbakar saat menghirup asap.

Khoir Umi Latifah yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga rumah kos Wisma Perkutut, Gang Ori II, No 16 B Papringan, Catur Tunggal, Depok, Sleman diduga mengalami depresi akibat persoalan ekonomi yang dialami keluarganya. Ibu dua putra itu meninggalkan surat yang ditujukan ke suaminya Slamet (30) isi surat itu meminta suaminya untuk melunasi hutangnya kepada seseorang yang jumlahnya Rp 20 ribu.