Saturday, February 13, 2010

TAHUN HARIMAU 2010



Turun dari Yogyakarta pagi ini, Jakarta dirundung mendung yang cukup gelap. Semalam seorang teman mengabarkan lewat SMS bahwa Jakarta siaga I, karena terancam banjir kiriman dari Bogor. Dan besok 14 Pebruari 2010, adalah Imlek yang mengawali bertahtanya tahun Harimau. Sepanjang perjalanan pulang dari airport ke rumah, saya ingat cerita Ibu. Konon kalau hujan sangat merata dan cukup lama, terutama di hari-hari menjelang Imlek dan saat Imlek, adalah pertanda baik. Banyak rejeki dan keberuntungan yang bakal melimpah. Saya sungguh berharap agar hal itu terjadi.

Hampir lima puluh tahun terakhir ini, setiap kali kita mengalami siklus tahun shio HARIMAU, Indonesia selalu mengalami gonjang ganjing. Tahun 1974, ketika tahun shio HARIMAU, Indonesia diguncang dengan peristiwa MALARI. 12 tahun kemudian, tahun 1986 goncangan ekonomi membuat Rupiah di-devaluasi sekitar 21%. Ini adalah devaluasi Rupiah terakhir. Tahun 1998 ketika tahun HARIMAU kembali, kita mengalami peristiwa Kerusuhan Mei dan guncangan ekonomi yang lebih parah. Apakah tahun 2010 kita akan diguncang gonjang ganjing berikutnya. Seorang teman bercanda, jangan-jangan tanda-tanda menuju kesitu sudah terlihat. Lihat saja ekonomi dunia yang masih berantakan, dan di Indonesia kasus Bank Century bisa menjadi api yang sukar padam.

Harimau sebagai simbol dalam budaya Tionghoa sangat sentral dan strategis. Simbol Yin-Yang atau positif dan negatif memang disimbolkan dengan 2 hewan mitologi. Naga dan burung Hong atau Phoenix. Kedua hewan itu bersama Harimau dianggap sebagai aikon keberuntungan. Kepala Harimau yang biasanya memiliki 3 garis membujur, seringkali dianggap sangat mirip dengan aksara atau huruf Raja didalam bahasa Mandarin. Itu sebabnya Harimau merupakan simbol orang penting. Orang tua seringkali menjuluki anak-anaknya yang gesit dan cekatan dengan julukan “Harimau Kecil”. Yang menunjukan harapan orang tua yang ambisius terhadap putera dan puterinya. Disaat-saat Imlek, terkadang orang tua didaratan Tiongkok membelikan sepatu atau topi dengan desain harimau, karena dianggap mampu melindungi putera dan puteri mereka dari pengaruh-pengaruh jahat. Perusahaan produk olah-raga dunia Nike sendiri, mengeluarkan sepatu “limited” edition bergaya Harimau untuk merayakan tahun Imlek Harimau 2010.

Ketika pada abad ke 17, biara Shaolin diprovinsi Fukkien, dikenal sebagai kawah candradimuka yang mencetak pendekar-pendekar Kung-Fu terbaik diseluruh daratan Tiongkok. Pemerintahan Manchuria yang “dag-dig-dug” menghadapi sejumlah pemberontakan, akhirnya membakar biara Shaolin. Dengan harapan memutus supply pemberontak. Menurut kisah yang diturunkan turun temurun, ternyata ada 5 pendekar Kung-Fu yang lolos. Salah satunya adalah Hung Eee Kan. Beliau sangat menguasai Kung-Fu bergaya Harimau yang terkenal gesit dan memiliki pukulan mematikan.

Suatu hari, Hung Eee Kan melihat seorang kakek melatih seorang gadis muda berlatih Kung-Fu. Ia terpesona, karena tidak mengenali gayanya sama sekali. Berlainan dengan gaya Harimau, gaya Kung-Fu yang satu ini, sangat elok, elegan dan lemah gemulai. Hung Eee Kan akhirnya mengintip dengan seksama dibalik pohon. Tak lama kemudian, sang kakek mengendus keberadaan Hung Eee Kan. Lalu Hung diajak berlatih Kung-Fu bersama. Dan Hung Eee Kan sangat terkejut bahwa ternyata Kung-Fu gaya Harimau-nya tidak mempan melawan Kung-Fu sang wanita yang lemah gemulai. Wanita itu kemudian terkenal dengan nama Tee Eng Chon.

Akhirnya Hung Eee Kan tinggal dengan kakek Tee dan berguru ilmu Kung-Fu lemah gemulai itu, yang kemudian dikenal dengan nama ilmu Kung-Fu bangau putih. Lama-lama Hung Eee Kan jatuh cinta dengan Tee Eng Chon dan keduanya akhirnya menikah. Dari perkawinan inilah akhirnya lahir kesempurnaan ilmu Kung-Fu dengan kombinasi Harimau dan Bangau Putih.

Rahasia menghadapi tahun harimau 2010, konon cukup sederhana. Pertama, seperti harimau kita harus berani menghadapi berbagai peristiwa yang “unpredictable” dan selalu berubah. Kedua, kita harus sangat gesit seperti harimau dalam berburu peluang. Di tahun 2010, kecepatan bertindak adalah kata kunci yang penting. Ketiga dan yang terakhir, kita harus meminjam jurus Kung-Fu harimau dan bangau putih. Yaitu bakal banyak hal yang harus diselesaikan secara elegan, elok lewat diplomasi. Bukan dengan benturan kekuatan.

Ramalan 2010, Indonesia yang berada dititik “South-East” secara Feng-Shui memang dikaburkan dengan sejumlah enerji negatif bersama Thailand, dan Philipina. Sektor keuangan diperkirakan akan menguat. Dengan peringatan gonjang-ganjing pada bulan-bulan Juni-Juli-Agustus. Industri enerji akan terus menerus menjadi fokus baru ekonomi dunia. Perdagangan dunia tidak akan mulus, dan terus memicu sejumlah konflik. Apapun yang terjadi menurut saya – kita perlu meminjam naluri survival harimau. Bilamana kita berhasil survive selama 50 tahun terakhir. Kita juga akan survive 50 tahun berikutnya.

Gong Xi Fa Cai – Semoga tahun harimau 2010, membawa rejeki, keberuntungan dan sukses yang berlimpah.

1 comment:

Gie said...

makasih kang kafi...
mudah2an kita lebih bijak di taon 2010 ini!!!