Sunday, May 19, 2013

HANYA ADA SATU RESEP KAYA RAYA





Ibu saya berkali-kali menasehati saya, kata beliau hanya ada satu resep kaya raya. "Hidup hemat !" Bekas bos saya almarhum Bapak MS Kurnia, juga mengatakan hal yang sama. Ibaratnya kita punya dua saku. Saku kanan adalah tempat uang masuk. Saku kiri adalah tempat uang keluar. Selama uang keluar jauh lebih sedikit dengan uang masuk. Kita bakal aman. Ada uang lebih - maka ada kesempatan menabung. Hanya dengan cara ini kita bisa kaya raya. Tidak ada jalan lain. Tidak ada resep lain. Cuma satu ini.

Bill Gates, orang terkaya didunia, pernah membela kebiasaan-nya naik pesawat di kelas ekonomi. Kata beliau, apakah kita duduk dikelas bisnis atau kelas ekonomi, semua penumpang tiba pada saat yang bersama-an. Jadi buat apa menghamburkan uang duduk dikelas bisnis. Begitu kilah Bill Gates. Seorang konglomerat Indonesia, senang sekali memakai baju batik. Ketika saya tanya kenapa, ia berbisik bahwa baju batik itu warna-warni, sehingga tidak mudah kotor. Dan menurut mantu sang konglomerat, mertuanya bisa memakai baju batik itu berkali-kali, sampai ia merasa kotor, dan baru mencucinya. Ia sangat berhemat di ongkos cuci. Beda lagi dengan konglomerat yang satu ini, ia senang punya kantor yang berdesak-desak-an dengan anak dan mantu. Kalau ditanya mengapa, ia selalu menjawab biar akrab. Alasan utamanya, menghemat ongkos. Seorang pengusaha di Surabaya, punya strategi lain, ia menugaskan supirnya untuk selalu menghafal promosi gencar kartu kredit. Ia selalu makan bersama klien hanya direstoran yang memberikan diskon terbesar. Jadi kalau anda bertemu orang kaya raya, dan mereka punya kebiasaan aneh, jangan menuduh mereka pelit. Tapi itu rahasia kaya raya yang sesungguhnya. Hidup hemat dengan berbagai kebiasaan dan disiplin.

Kebalikan-nya banyak teman-teman saya, yang punya komentar, " ..... kenapa yah orang-orang yang mendapatkan uang secara mudah selalu tidak bertahan ?" Uangnya cepat habis. Sehingga ada istilah uang panas. Yang cepat menguap dan hilang begitu saja. Saya kebetulan pernah menemani belanja bersama seorang pejabat di Hongkong, dan dalam hanya 2 jam, sang pejabat menghabisakan uang hampir 500 juta rupiah. Saya sampai garuk-garuk kepala. Sang ajudan berbisik kepada saya, "Habis duitnya datang dengan gampang sih !". Saya cuma meringis. Secara psikologis, kata teman saya yang kebetulan adalah pemerhati gaya hidup, kebanyakan orang yang mencari uang dengan mudah maka mereka juga cenderung untuk menghabiskan uangnya dengan mudah dan boros. Kebalikan-nya orang yang sangat susah mencari uang, yang tahu berkeringat bercampur darah, maka polanya untuk menggunakan uang cenderung hati-hati dan juga sangat hemat. Ini perbedaan yang sebenarnya.

Maka persepsi yang salah banyak juga beredar. Misalnya ada juga sih, teman-teman saya yang punya strategi beda. Kalau mau kaya ? Cari uang sebanyak-banyaknya. Sehingga bisa boros se-enaknya. Demikian motto hidup mereka. Fokus mereka di mencari uang. Dan bukan berhemat menyimpan uang. Strategi ini jelas berbahaya. Sekali saja sumber uang mereka kering. Mereka akan kelabakan tanpa tabungan.

Yang sering bikin kabur adalah persepsi bahwa sukses dan kaya raya itu satu paket. Kata Mpu Peniti - mentor saya - "Sukses itu artinya sangat mahir dalam satu bidang sehingga dapat dikatakan dia-lah jagoan-nya". Betapa banyak atlet olah raga kita yang dulunya sangat berprestasi namun ternyata tidak begitu baik kondisi ekonominya. Demikian juga sejumlah artis dan penyanyi yang sangat terkenal dan sukses, tetapi kondisi ekonominya tidak sesukses karirnya. Tak terhitung juga pelukis dan seniwan yang sangat sukses dalam karirnya, tetapi kehidupan ekonominya tidak secermerlang karirnya. Sukses dan kaya raya, ternyata dua hal yang sangat berbeda. Konsep ini yang semestinya kita dalami. Bahwa anda bisa saja sukses dalam satu bidang - namun bilamana anda tidak kaya raya, jangan anda berkecil hati. Karena memang keduanya butuh cara dan strategi yang sangat berbeda.

Jadi dalam hidup ini - mana yang anda pilih ? Atau mana yang anda harus lakukan terlebih dahulu ? Sukses dulu baru kaya raya ? Atau kaya raya dulu baru anda sukses ? Sejujur-jujur-nya buat saya pribadi, pertanyaan ini tidak pernah hinggap dikepala saya. Pertanyaan ini baru muncul setelah dalam satu kuliah saya, dosen saya bertanya dengan serius dan filsosofis, "Apa gunanya kaya raya ? Dan kenapa kita harus kaya raya ? Apa kaya raya adalah tujuan hidup semua orang ?" Mendengar pertanyaan seperti itu, kami para mahasiswa yang berada di usia idealis, menjawabnya secara idealis pula. Ada yang menjawab secara filosofis, bahwa dengan kaya raya, ia bisa menolong orang banyak. Berbuat amal. Jawaban seorang "Philanthropist". Yang lain menjawab secara politis, bahwa itu adalah cita-cita semua orang. Plus sejumlah jawaban yang berbeda-beda. Tapi tidak ada satu jawaban-pun yang sesuai dengan keinginan dosen saya.

Terus terang kami semua terkejut, ketika sang dosen menjawab pendek : "Praktis !". Dosen saya memberikan argumen, bahwa kekayaan yang berlimpah membuat kita praktis bisa berbuat banyak hal. Bisa menolong orang. Bisa liburan kemana-mana. Dan bisa membeli banyak hal. Apakah kekayaan berlimpah membuat kita berbahagia ? Itu 100% bergantung pada orangnya. Tapi jawaban itulah yang mengubah hidup saya. Saya sampai pada semua persimpangan pemikiran. Bahwa situasi yang paling ideal, adalah kita harus dan wajib sukses menjadi seseorang. Entah itu pengusaha. Artis. Sastrawan. Penulis. Apapun. Dan kesuksesan itu harus bisa kita komersialkan, dan memberikan kita nafkah yang baik. Itu idealnya. Lalu dimana batas sukses itu. Jawaban-nya tidak terbatas. Tergantung pada ketekunan dan kerja keras kita.

Peristiwa ini memberikan saya sebuah kearifan khusus untuk menghadapi kehidupan ini. Mpu Peniti - mentor saya - menasehati saya dengan sebuah perumpama-an. Kata beliau, hidup ini tidak beda dengan makan. Tuhan memberikan pelajaran yang sangat sakral dalam hal bagaimana kita makan. Pertama kata Mpu Peniti, kita jangan malu terhadap rasa lapar kita. Kita juga harus belajar mengerti rasa lapar kita. Artinya dalam hidup ini kita sudah diberikan naluri yang secara alami membentuk cita-cita dan ambisi kita. Orang yang tidak mengerti rasa laparnya, akan makan sebisanya dan sepuasnya. Orang yang tidak mengerti cita-cita dan ambisinya, hanya akan maju terus tanpa rencana, dan berprestasi apa adanya. Kedua, orang yang bijak pasti akan merencanakan apa yang dimakan pagi. Apa yang dimakan siang. Dan apa yang dimakan malam. Ia juga tidak akan seadanya memuaskan rasa laparnya, tetapi makan dengan makanan yang penuh nutrisi dan bergizi. Sehingga apa yang ia makan tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi memberi manfaat yang maksimal bagi tubuhnya. Orang yang bijak dan paham dengan rencana hidupnya, juga akan demikian. Karir yang ditempuhnya, bukan asal karir, tetapi jalan menuju cita-citanya. Bila tidak maka karirnya akan menguras sekian tahun dari hidupnya dengan percuma.

Ketiga, orang yang bijak tidak akan makan sepuas-puasnya sampai melewati kenyang. Ia tidak akan serakah. Dan menjadi pemuas nafsu lapar semata. Tapi ia akan makan secukupnya. Karena tahu bahwa masih ada makan siang, makan malam dan makan pagi esok hari. Orang yang bijak akan mengerti untuk menabung rasa laparnya untuk yang berikutnya. Ia akan hemat dengan rasa kenyang. Menyisakan-nya untuk berikutnya. Ia akan disiplin menabung. Hal yang sama dengan sukses dan rejeki. Perlu ditabung untuk yang berikutnya.

Bilamana ketiga hal tersebut dijalankan dengan seksama maka makan menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Lapar adalah berkah. Kenyang menjadi kemenangan yang bisa kita kenang setiap saat. Orang yang tidak tahu artinya makan, seringkali malas makan atau makan seadanya. Sehingga makan menjadi masalah yang merembet pada penyakit. Orang yang mengerti makan, tidak akan diperbudak oleh nafsu. Makan boleh jadi bukan semata untuk hidup. Tetapi hidup bisa juga untuk makan. Orang yang mengerti makan akan berdoa sebelum dan sesudah makan, bersyukur atas rejeki yang dihidangkan. Memuaskan rasa lapar hanya ada satu cara yaitu makan. Kaya raya juga hanya ada satu cara yaitu hidup hemat. Tetapi apa yang akan anda makan tergantung dengan selera dan nafsu makan. Sukses anda juga tergantung pada ambisi dan cita-cita anda. Sukses punya banyak jalan. Ini yang harus kita nikmati dalam kehidupan ini. Sukses punya banyak jalan dan kemungkinan.

Sunday, May 05, 2013

GANTUNGLAH CITA-CITA-MU SETINGGI LANGIT


Mpu Peniti, mentor spiritual saya - bertutur, "Dimana-pun kau berada dan dalam usia serta posisi apapun, jangan pernah berpikir bahwa hidupmu gagal, karena sesungguhnya hidup ini merupakan sebuah perlombaan maraton, yang belum selesai. Dan ketika engkau belum menyentuh garis finish, maka masih ada perjuangan dan masih ada harapan". Ucapan beliau pada saya ini, selalu menjadi pelita yang menerangi hidup saya setiapa kali saya menemukan ganjalan hidup.

Dan bahwa hidup ini adalah sebuah maraton, terasa seringkali benar adanya. Layaknya sebuah maraton, kita memerlukan persiapan sangat banyak. Mulai dari rencana hingga latihan. Rencana hidup adalah sesuatu yang seringkali terabaikan dan tidak pernah kita pikirkan. Sebuah titik awal yang penting tapi entah kenapa tidak pernah menjadi prioritas. Teman saya seorang pendidik, punya pengamatan yang menggelitik. Kata beliau, "ketika kita mulai sekolah - orang yang lebih tua selalu bertanya, apa cita-cita kita ?". Pertanyaan ini klasik. Maksud-nya baik, yaitu memotivasi kita agar punya cita-cita tinggi. Seperti pameo, gantunglah cita-cita-mu setinggi langit. Lalu saat belia itu, kita biasanya menjawab dengan 2 jawaban populer, menjadi dokter, atau insinyur. Selebihnya kita ada juga jawaban yang lebih bergengsi seperti pilot atau presiden. Percaya atau tidak itu cuma jawaban kebiasaan. Yang terlontar tanpa pikir panjang. Karena memang kita dituntut menjawab seperti itu. Nah, teman saya bertanya, berapa teman sekolah saya yang akhirnya benar-benar menjadi dokter dan insinyur ? Saya hitung-hitung ternyata kurang dari 10%. Saya jadi ikut terbahak.

Lanjut teman saya, ketika masuk sekolah dan belajar disekolah, barangkali kita sudah melupakan cita-cita kita. Pelajaran sekolah yang begitu banyak, hanya bertujuan satu. Yaitu agar kita berhasil memenuhi target kurikulum dan punya angka ulangan yang bagus, dan naik kelas. Pengalaman saya sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama, hanya membuat kita lelah, berusaha mengisi otak kita dengan macam-macam pengetahuan. Tapi tidak ada satu-pun yang punya peta jelas, untuk mempersiapkan masa depan kita. Sekolah saat itu, tidak membuat kita punya perasaan penasaran, menjadikan kita manusia yang kreatif, dan mendidik kita menjadi manusia mandiri yang inovatif. Sekolah hanya menjadi sebuah kegiatan membaca, menulis, menghafal dan lulus ujian.

Yang sangat parah, adalah ketika kita masuk sekolah lanjutan atas. Setelah setahun kita sekolah, tiba-tiba masa depan kita mendapat vonis kematian. Kalau angka anda di subyek tertentu, seperti fisika, matematik, dan beberapa ilmu pasti nilainya kurang, maka anda dijuruskan masuk bagian sosial budaya. Hanya yang angkanya bagus di subyek itu yang akan dijuruskan masuk bagian pasti alam, alias pas-pal. Begitu dijaman saya. Dan stigma yang terjadi dijaman sekolah saya, adalah sebuah pengkotak-kan yang sangat keji. Pertama anak-anak jurusan pas-pal itu pandai dan cerdas. Anak-anak yang masuk jurusan sos-bud dianggap lebih bodoh dan kurang berbakat. Kedua selalu saja, cewe-cewe yang lebih cantik ada di jurusan sos-bud. Cewe di pas-pal selalu kurang cantik. Tanpa sengaja, kita dibentuk persepsinya bahwa yang cantik itu lebih malas dan lebih bodoh. Ketiga dan ini yang mematikan, dijaman saya kalau anda dari jurusan sos-bud anda tidak akan bisa mendaftar ke jurusan dokter dan insinyur. Artinya nasib dan masa depan anda sudah diputusakan oleh sekolah, sebelum anda berumur 17 tahun. Sebuah praktek yang sangat kejam dan keji bukan ?

Teman saya sang pendidik, bertanya saya masuk jurusan apa ? Sambil senyum saya menjawab pas-pal. Dia ikut terbahak. Saya sendiri punya pengalaman yang sangat unik ketika lulus SMA. Terus terang saya bingung mau melanjutkan jurusan apa setelah SMA ? Kebetulan ayah saya, punya kenalan yang punya pemikiran sangat moderen dan terbuka. Lalu saya berdiskusi dengan teman ayah saya itu. Awal diskusi kami, dia bertanya saya punya cita-cita apa ? Terus terang saat itu saya sempat bengong dan kehabisan kata-kata. Pikiran saya kosong. Dan saya baru menyadari bahwa saya bukan saja butuh jawaban, tapi saya butuh kepastian. Saya mau jadi apa ? Terus terang saya tidak tahu apa jawaban-nya. Nol kosong.

Lalu teman ayah saya berkisah. Ceritanya sangat seru tentang Al Capone. Bagaimana boss gangster ini menghindari hukum sekian lama. Lalu tertangkap dan dipenjarakan karena kasus pajak. Maka pelajaran yang paling menarik yang dikisahkan oleh teman ayah saya, bahwa dunia ini dikuasai oleh 2 golongan manusia. Pertama adalah mereka yang mengerti uang. Dan kedua adalah mereka yang mengerti hukum. Di negara-negara maju, yang berkuasa adalah ahli keuangan dan para akuntan. Baru kemudian diurutan kedua adalah pengacara. Di Indonesia awalnya akan terbalik. Para pengacara yang mengerti hukum akan lebih dulu berkuasa dan sangat kaya raya. Kedua baru ahli keuangan dan para akuntan. Tapi nanti kalau hukum di Indonesia sangat maju, situasi akan terbalik dan ahli keuangan akan lebih kaya raya dibanding pengacara. Begitu ramalan teman ayah saya. Dan kalau saya timbang-timbang, terasa sangat benar dan di Indonesia saat ini pengacara lebih kaya raya dibanding ahli keuangan.

Terbuai oleh cerita teman ayah saya, maka saya memutuskan untuk kuliah akuntansi dan per-bank-an. Padahal awalnya saya kepingin jadi sastrawan. Teman ayah saya, menasehati agar saya terus menulis dan menjadi penulis yang baik. Menulis bisa juga sebagai hobby yang serius. Akhirnya nasehat itu yang saya jalankan dan memang berhasil. Usai selesai kuliah akuntansi dan per-bank-an, suatu hari dosen hukum saya, bercerita tentang rahasia keberhasilan seorang pengacara. Kata beliau, seorang pengacara hanya akan bisa sukses besar, apabila ia tahu rahasia kemahiran menjual. Karena setiap kali ia berada dipengadilan, maka hal terpenting yang selalu ia lakukan adalah menjual sesuatu yang abstrak, yaitu ide ! Entah itu ide untuk membela klien-nya atau ide untuk menyerang lawan musuhnya. Seseorang yang mahir menjual tidak akan pernah kelaparan seumur hidupnya. Maka sehabis kuliah akutansi per-bank-an, saya memutuskan menyambung kuliah pemasaran. Semata saya ingin punya kemahiran menjual. Hasilnya memang manjur mujarab bukan kepalang. Peristiwa inilah yang menyelamatkan masa depan saya. Dan membentuk peta perjalanan karir saya selanjutnya.

Lalu anda bertanya, apakah ini artinya kita tidak boleh bercita-cita menjadi dokter ? Atau insinyur ? Tentu saja boleh. Namun menjadi dokter terkenal dan insinyur terkenal tidaklah mudah. Anda butuh bakat luar biasa. Tambahan kerja keras yang luar biasa. Bila tidak, anda cuma akan jadi dokter biasa biasa saja dan insinyur biasa biasa saja. Bukan berarti saya sinis atau kejam, namun kita perlu menjadi seorang optimis yang cerdas. Tahu berhitung untuk masa depan kita.

Nah, andaikata anda sudah terperosok selesai kuliah, lalu apapun jenis pekerjaan anda saat ini, apakah anda masih punya masa depan dan harapan ? Tentu saja masih ! Karena ingat hidup ini adalah sebuah maraton yang panjang dan belum selesai pula. Lalu langkah apa yang anda harus lakukan ? Mpu Peniti, menasehati pada saya, bahwa nasib hidup kita berubah menjadi baik, bukan semata karena kesempatan yang datang dan diberikan kepada kita. Melainkan lebih kepada perubahan apa yang ingin kita lakukan untuk mengubah nasib kita.

Ada orang yang bertubi-tubi mendapatkan kesempatan, namun selalu gagal memanfaatkan kesempatan itu. Nasibnya tidak pernah berubah. Tetapi ada orang yang tidak beruntung untuk mendapatkan kesempatan, tetapi punya tekad dan niat, dan melakukan perubahan. Maka akhirnya nasibnya ikut berubah. Kehidupannya ikut berubah. Niat, tekad dan keberanian berubah, adalah kunci yang dimaksud Mpu Peniti. Cita-cita cuma kompas dan peta perjalanan. Upaya menuju tujuan itu adalah ukuran keberhasilan yang nantinya akan menentukan prestasi kita dalam menempuh maraton kehidupan ini.


Sunday, April 21, 2013

MENCARI PRESIDEN GILA 2014 - (bagian 2)




Sehabis nulis artikel diatas bagian I, seorang teman politik jaman reformasi dulu, menilpun saya. Minta bertemu dan makan siang sembari diskusi. Awalnya saya merasa agak aneh. Maklum terakhir saya ketemu beliau di airport Bangkok, dan itupun sudah lebih dari 5 tahun yang lalu. Dan ketika bertemu, beliau tidak sendirian. Mereka berempat. 3 teman beliau semuanya berkaca mata. Tampangnya sangat intelek, macam profesor diperguruan tinggi. Teman saya mengatakan bahwa ia kini bekerja disebuah organisasi 'think-tank'. Yang tidak jelas mewakili siapa dan buat siapa.

Saat kita berdiskusi, topiknya memang berawal dari artikel saya. Salah satu diantara mereka bercerita tentang Pasal 9 UU Nomor 42 Tahun 2008, tentang persyaratan pengajuan calon presiden. Pasal itu mengatur parpol atau gabungan parpol dapat mengusung capres dan cawapres jika memiliki kursi minimal 20 persen dari total kursi di DPR atau memperoleh 25 persen suara sah nasional. Awalnya saya tidak menaruh banyak perhatian pada masalah ini. Namun setelah salah satu teman saya memaparkan peta politik saat ini, barulah bulu kuduk saya setengah berdiri. Karena kalau anda mau mencoba berhitung, partai politik yang bisa meraih suara sebesar itu sangat terbatas sekali. Optimisnya maksimum 1 atau 2. Sisanya kalau mau mencalonkan presiden dan calon wakil presiden, mereka harus mau tidak mau berkoalisi. Ini perhitungan yang sangat runyam dan sangat nyelimet. 2014 jelas sangat mengkhawatirkan.

Mari dengan kepala dingin kita belajar berhitung. Pertama hanya partai besar yang bisa mendulang 25% suara di Pemilu. Tahun 2009, ada 44 partai politik yang ikut Pemilu. 3 besar adalah Partai Demokrat = 20,85% lalu Golkar = 14,45% dan PDI-P = 14,03%. Tahun 2014 konon ada 12 partai politik yang bakal ikut bertarung di Pemilu. Karena jumlah partai berkurang, diatas kertas 3 partai terbesar otomatis bakal mendapat suara limpahan dari partai-partai kecil yang tidak lagi ikut pemilu. Artinya apabila mau lolos batas ambang 25%, maka peluang terbesar semestinya bakal diraih Demokrat, Golkar dan PDI-P. Masalahnya Demokrat mengalami sejumlah gonjang ganjing selama hampir 4 tahun terakhir. Bisa saja masyarakat pemilih, akan tidak lagi memilih Demokrat. Terlebih SBY sudah tidak dapat lagi dicalonkan menjadi Presiden. Besar kemungkinan Demokrat akan turun jauh dalam perolehan suara. Golkar dan PDI-P memiliki gonjang ganjing yang jauh lebih sepi. Namun dengan Ical masih bermasalah di Lapindo, barangkali Golkar tidak akan beringsut banyak dibanding tahun 2009. Hanya PDI-P yang barangkali punya potensi menaik-kan jumlah perolehan suara di tahun 2014. Berapa banyak, sangat sulit kita tebak.

Kalau dalam pemasaran, semuanya bergantung dalam 12 bulan mendatang. Andaikata Demokrat, Golkar dan PDI-P, ibaratnya sebuah merek, mampu melakukan "brand activation", yang sexy, unik dan khas. Maka bisa saja perolehan suara mereka tetap naik dan lolos batas ambang 25%. Bila tidak, mereka akan naik secara marjinal, karena jumlah pilihan yang berkurang dari 44 partai ke 12 partai saja.

Kekuatan kedua adalah gabungan partai Islam. Tahun 2009 - PKS,PAN,PKB dan PPP mendulang suara gabungan hampir 25%. Namun dengan PKS dirundung sangat banyak gonjang-ganjing, kemungkinan suaranya akan beralih ke sisa tiga partai lain-nya. Apapun yang terjadi umat Islam harus menentukan suaranya nanti ditahun 2014. Memberikan suara ke partai Islam atau memberikan suara ke partai besar lain-nya. Peluangnya adalah apabila ada seorang pemimpin yang sangat kharismatik dan mampu mengayomi ke 4 partai itu dan membentuk sebuah koalisi Islam Nasional, bisa saja ke-empat partai itu mendulang suara diatas 30% atau malah lebih. Masalahnya siapa tokoh itu ? Yang sekaligus bisa menjaga mereka berempat akur selama 6 tahun mendatang. Karena koalisi partai politik di Indonesia terkenal rapuh dan mudah retak.

Sisanya adalah kuda hitam seperti Nasdem, Gerindra (4,46%) dan Hanura (3,77%). Berapa yang bakal mereka peroleh ? Gerinda dengan Prabowo jelas akan naik perolehan-nya di tahun 2014. Gerindra yang juga aktif memasang iklan untuk menjaring caleg, barangkali akan punya komposisi yang unik. Hanya saja mereka belum mengumumkan siapa-siapa saja tokoh nasional yang berhasil mereka jaring. Agar Prabowo bisa melangkah langsung ke calon presiden, maka Gerindra butuh 25% perolehan suara, yang mungkin akan sangat sulit. Apabila Prabowo melakukan koalisi, karena suaranya tidak cukup, kemungkinan besar Prabowo harus puas hanya menjadi cawapres seperti tahun 2009 kemarin. Dan ini tetap menjadi perhitungan sangat sulit.

Kongsi Hary Tanoe dan Wiranto di Hanura menjadi kuda hitam yang cukup menarik. Pertama apakah kongsi ini bakal tetap utuh hingga tahun 2014 ? Bila ya, apakah Hary Tanoe bisa merangkul suara dan simpati dari golongan keturunan Tionghoa ? Kalau dua faktor ini terpenuhi, maka Hanura bisa saja naik kelas ditahun 2014 dan punya suara yang sangat signifikan. Kuda hitam yang terakhir adalah Nasdem. Sangat sulit diramalkan, tapi bisa saja mereka jadi kekuatan politik baru.

Melihat perhitungan ini, dan kalau kita dipaksa memilih dari apa yang ada dan apa yang bakal disodorkan pada kita, rasanya ibarat makanan, sudah hampir basi dan tidak menarik lagi. Padahal Indonesia butuh pemimpin baru yang bisa meletakan dasar-dasar baru menuju Indonesia 2020. Pemimpin yang punya visi besar, untuk menjadikan Indonesia mercu suar ASIA yang baru setelah, Jepang, Korea dan China. Kita butuh itu !

Teman saya, dan rekan-rekan-nya mengatakan Indonesia harus punya pilihan lain. Tapi dengan sistim politik yang ada sekarang ini rasanya sangat sukar. Kepemimpinan Nasional kita disandera oleh sistim politik yang ada saat ini. Saya cuma tertawa mendengarnya. Rasanya benar juga. Kita semakin banyak mendengar betapa kepemimpinan politik di negeri ini yang semakin dilanggengkan menjadi warisan keluarga. Kata teman saya sudah mirip seperti perusahaan keluarga. Dimana anak dan cucu secara gotong royong mengurus perusahaan. Dan pimpinan perusahaan diwariskan hanya berdasarkan garis keturunan. Partai politik di negeri ini juga semakin hari cenderung semakin seperti perusahaan keluarga. Anak, ipar, mantu, dan keponakan ramai-ramai ikut mengurus partai. Yang juga semakin parah, adalah jabatan bupati, walikota, dan gubernur, di negeri ini mulai juga diwariskan kepada suami atau istri. Indonesia seperti miskin dan melarat tokoh pemimpin. Sebuah kemiskinan yang perlu kita dobrak bersama.

Esok harinya, pengalaman diatas saya cerita-kan dengan Mpu Peniti, mentor spiritual saya. Beliau ikut prihatin. Sebuah kelumpuhan yang fatal. Begitu komentar beliau. Lalu beliau memberikan komentar bagaimana dalam olah raga kita juga gagal menemukan bibit-bibit berprestasi. Padahal penduduk kita sangat banyak. Apabila kita serius mencari - masa sih dari Sabang hingga Merauke, kita tidak bisa menemukan bibit bibit terbaik negeri ini ? Barangkali Mpu Peniti membang benar. Bahwa kita tidak serius mencari dan menanam. Kepemimpinan nasional negeri ini, bukan lagi soal tokoh tertentu. Tetapi harus menjadi sebuah upaya bersama-sama dari sebuah tradisi budi daya. Ibaratnya kita ingin punya kebun mangga super. Maka kita harus mencari bibit terbaik. Menyiapkan lahan. Lalu menanam. Memelihara. Hingga menghasilkan mangga berkualitas terbaik. Bilamana kita bisa melakukannya pada mangga, maka kita mestinya juga bisa melakukan terhadap calon pemimpin di negeri ini.


(bersambung bagian 3)










Sunday, April 07, 2013

MENCARI PRESIDEN GILA 2014


Sudah hampir 3 bulan saya tidak bertemu Mpu Peniti. Beliau sedang menyelesaikan tapa sebelum pergantian tahun baru Imlek kemarin. Dan saya penasaran banget untuk mengetahui hasilnya. Lalu tanpa saya duga muncul SMS yang saya tunggu. Mpu Peniti mengajak saya bertemu dirumahnya.

Sore itu berbekal nasi uduk, saya datang menjenguk Mpu Peniti dirumahnya. Rupanya ada beberapa teman Mpu Peniti yang sudah tiba duluan. Salah satunya adalah wanita yang sangat ayu dan cantik. Walaupun umurnya saya taksir sudah diatas 60′an. Namun tubuhnya masih sangat tegap dan singset. Saya lalu diperkenalkan Mpu Peniti kepada teman-temannya. Sebut saja nama wanita itu Tante Kemayu. Langsung saja kami ngobrol dengan lancar. Mulai dari banjir, inflasi, hingga kegaduhan politik. Tante Kemayu memaparkan penglihatan-nya. Konon menurut beliau kegaduhan politik yang akan memuncak tahun 2014, akan meledak mirip gunung berapi. Karena berdasarkan penentuan KPU soal partai politik yang akan bertarung di tahun 2014, kita sudah bisa mengira-ngira siapa yang bakal bertaruk maju menjadi capres. Saya sendiri termasuk orang yang skeptis. Terus terang saya tidak terangsang sama sekali dengan calon-calon yang ada diatas kertas saat ini. Tekanan untuk menghadirkan calon alternatif kelihatannya makin menguat. Ini bisa saja menjadi salah satu ledakan gunung berapi itu.

Namun tante Kemayu, memaparkan sebuah gambaran yang beda. Beliau meminjam teori ANTI MARKETING saya. Kata beliau, “Siapa yang berani melawan arus. Melawan pakem. Melawan semua teori, barulah dia akan menjadi Presiden 2014″. Begitu paparan tante Kemayu sambil menebar senyum. Artinya tahun 2014, para calon presiden harus berani adu gila. Siapa yang paling gila. Dia-lah yang akan menang. Saya ikut tertawa mendengarnya. Tapi memang ada benarnya juga.

Tante Kemayu lalu melanjutkan paparan-nya dengan pertama-tama menghitung peluang partai besar. Menurut Tante Kemayu, Partai Demokrat yang sekarang ketuanya dirangkap oleh SBY, adalah partai politik yang paling sarat dengan koneksi keluarga. Mulai dari sekjen partai yang dijabat oleh puteranya, hingga adik ipar dan besan yang juga menduduki posisi penting di dalam pemerintahan. Ibaratnya orang mau mandi, sudah basah hingga leher. Tinggal satu langkah untuk mencelup kepala saja. Jadi tutur tante Kemayu, sudah tanggung tinggal mengusung istrinya menjadi calon presiden 2014. Lalu siapa calon wakil presidennya ? Bisa Hatta Rajasa - Ketua partai PAN yang kebetulan juga besan. Kombinasi ini melahirkan koalisi partai Demokrat dengan partai PAN yang bisa sangat menguntungkan secara matematis. Cukup gila bukan ?

Kalau masih kurang gila, kombinasi berikutnya adalah apabila partai Demokrat mau merapat ke partai PDIP. Apabila memungkinkan - bisa saja dimunculkan duet Megawati dan Ani Yudhoyono. Nah, ini baru gila abis. Tetapi secara politik akan menjadi terobosan yang luar biasa. Dimana baik calon presiden dan dan calon wakil presiden adalah kedua-duanya wanita. Koalisi ini sangat gila, tapi punya kemungkinan sangat besar untuk menang. Masalahnya apa mungkin kegilaan ini terjadi ? Koalisi ini bilamana di negosiasikan ke besan dan membuat PAN juga ikut, maka gelombang politiknya akan sangat besar sekali. Gila banget kan ?

Partai berikutnya yang dibedah Tante Kemayu adalah PDIP. Menurut tante Kemayu, apabila Mega bertindak cerdas dan cermat, maka Mega akan menampilkan duet Mega + Jokowi. Ini ide gila yang menurut saya di atas kertas sangat brilyan. Pertama PDIP punya elektibitas yang sedang menanjak plus kader seperti Jokowi yang sangat populer. Asalkan PDIP hati-hati dan sangat cermat bertindak. Ide ini bisa saja meng-goal-kan Megawati untuk jadi Presiden kembali di 2014. Kemungkinan kedua adalah menampilkan duet Jokowi dengan puteri Megawati - Puan Maharani. Tapi buat saya ide ini terlampau lemah. Dan sangat sulit peluang menangnya diatas kertas. Bagi saya duet megawati dan Jokowi ide gila yang sangat menarik !

Tante Kemayu lalu melihat Golkar. Dan memang posisi Ical belum sepenuhnya aman. Karena gangguan dari dalam sangat luar biasa. Prediksi tante Kemayu, Ical pasti akan maju jadi calon presiden. Lalu siapa yang bakal diusung menjadi calon wakil presiden-nya. Ini teka teki yang paling dilematis. Tetapi andaikata Ical mau jadi Presiden beneran, ia harus berani gila abis-abisan. Partai Golkar barangkali akan paling diuntungkan apabila bisa mengambil suara mayoritas dari partai-partai Islam. Ide yang paling gila tentunya adalah apabila Ical berani berduet dengan Rhoma Irama. Gila tapi sangat rasional. Rhoma Irama dikenal dikalangan bawah yang sangat populis. Ical bisa saja menang dengan formula ini. Hanya saja mengemas kedua-nya memang rada sulit juga. Tapi bukan berati tidak mungkin dan tidak bisa. Namanya juga ide gila. Pilihan lain, adalah berduet dengan kader PKS yang saat ini menjadi wakil gubernur Jabar yaitu aktor Dedy Mizwar. Walaupun elektibitas PKS sedang dirundung berbagai petaka, dikalangan bawah, asalkan Dedy Mizwar rajin dan PKS mau dengan jujur berjuang untuk duet ini, rasanya ide gila ini bisa juga berhasil. Yaitu duet Ical dengan Dedy.

Diantara semua ini, barangkali yang paling spektakuler adalah Prabowo. Disatu sisi Prabowo punya sejumlah reputasi dan persepsi negatif. Namun selama satu dekade Prabowo mencoba menghapus semuanya dengan pencitraan yang lebih populis dan berpihak kepada rakyat dibawah. Menurut perhitungan tante Kemayu, Prabowo yang kebetulan duda, bilamana ingin menang maka Prabowo perlu tokoh perempuan untuk mendampinginya. Mirip sebuah perhitungan Yin dan Yang. Muncul-lah problem kedua. Yaitu siapa tokoh perempuan-nya ? Yang populis tapi juga mampu membangun kekuatan yang membuat situasi berimbang dan menjadi sangat kuat. Tokoh perempuan Indonesia sendiri sangat banyak. Tetapi yang dipilih tante Kemayu adalah justru Sri Mulyani. Ini tantangan berat banget. Pertama belum tentu Sri Mulyani mau berduet dengan Prabowo. Dan apakah mungkin ? Barangkali hitungan-nya sangat jauh. Namanya juga adu gila. Namun andaikata ini terjadi, kombinasi dan duet ini sangat berbahaya. Sri Mulyani punya persepsi sangat cerdas dan positif. Sehingga pasti membuat terobosan yang dahsyat. Sri Mulyani juga punya persepsi sebagai korban politik yang diasingkan. Pendukungnya dari kalangan menengah cukup banyak. Bayangkan ide gila ini apabila Prabowo dan Sri Mulyani berhasil menang 2014 ? Prabowo yang dikenal memiliki persepsi tegas dan berani serta Sri Mulyani yang dikenal dengan persepsi positif cerdas dan penuh integritas, barangkali sebuah kegilaan yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Mencerna paparan tante Kemayu - saya koq jadi berbalik optimis. Sama dengan ANTI MARKETING, siapa yang berani tampil ekstrim dan melawan pakem. Kayaknya memang bakal yang berhasil jadi presiden di 2014.

Pertempuran 2014 kayaknya bakalan sangat seru. Barangkali justru lebih seru dari tahun 2009. Masalahnya ada ngak yang berani adu gila ? Gila abis. Dan gila beneran ???

(bersambung ke bagian II)

Monday, February 11, 2013

TAHUN ULAR 2013 YANG MENCEKAM !



Ketika tahun 2012, penanggalan Lunar Tiongkok masuk kedalam pengaruh Shio Naga, yang dianggap keramat. Banyak orang menandai-nya dengan sebuah pergolakan dan pembaharuan yang maha besar. Ditambah lagi berakhirnya kalender bangsa Indian Maya pada tanggal 21 Desember 2012. Semuanya menandakan sebuah gonjang ganjing yang sangat besar. Benarkah semuanya akan berakhir ? Ataukah justru ada sebuah awal baru yang sangat menjanjikan ?

Mentor saya Mpu Peniti, melihatnya secara gaib dengan pandangan yang lebih optimis. Yaitu awal baru yang penuh dengan harapan. Perubahan besar memang sedang terjadi seperti gema dan ombak yang saling bersahut-sahutan. Di Timur Tengah secara politik terus menerus rusuh dan dimana-mana terjadi revolusi dan pergantian pemimpin. Demikian juga secara mengejutkan di Tiongkok dan Amerika sendiri. Kekuatan politik bergeser. Krisis ekonomi di Eropa seperti api didalam sekam. Tidak padam. Tapi terus membara. Asia juga mengalami perubahan yang tidak sedikit. Demikian pula Indonesia. Skandal demi skandal tumbuh bermunculan tanpa henti. Apakah ini akan memuncak di tahun Ular 2013 ?

Pada tanggal 10 Pebruari 2013, kalender lunar Tiongkok, akan memasuki tahun yang baru, dibawah bayang-bayang zodiak Ular. Konon tanggal itu punya makna yang dahsyat luar biasa pengaruhnya terhadap umat manusia. Di India, misalnya, akan dilaksanakan upacara suci yang unik yaitu Maha Kumbh Mela. Menurut legenda, di awal penciptaan alam, para dewa sakit kena kutukan kekuatan jahat. Dewa Brahma lalu memerintahkan dewi Dhanwantari untuk mencari air abadi untuk mengobati para dewa. Ditengah perjalanan pulang, dewi Dhanwantari diserang kekuatan jahat, sehingga sebagian air abadi itu tumpah di 4 tempat yaitu, Allahabad, Hariwidar, Nasik dan Ujjain. Ketika itu pula alam bereaksi dengan pergesaran planet. Jupiter memasuki garis edar Taurus dan Matahari memasuki garis edar Capricorn. Yang berulang terjadi setiap 144 tahun sekali. Sejak saat itu, di Allahabad, setiap 12 tahun sekali, ada upacara khusus mandi bersama di sungai Gangga. Karena dipercaya air abadi ketika jatuh ke bumi sempat menetes di sungai Gangga.

Tahun ini, pergeseran planet yang terjadi setiap 144 tahun itu kembali terulang. Konon kabarnya tak kurang 70 juta orang dari seluruh dunia akan datang mengunjungi Maha Kumbh Mela termasuk berbagai selebriti dunia. Ular sendiri dalam berbagai kultur seringkali dipuja sebagai dewa. Namun dalam hal kepribadian ular dianggap mewakili tokoh yang cerdik tapi licik. Ingat cerita Adam dan Hawa ? Sehingga orang yang diberi julukan “berhati ular”, menjadi pertanda negatif. Tahun Ular, konon akan diwarnai dengan aneka kelicikan yang sama. Berhati-hatilah dengan penghianatan yang akan dilakukan oleh orang dekat anda.

Tapi ular juga memiliki serangkaian tanda positif. Misalnya sebagai lambang penyembuhan. Hati ular konon dipercaya memiliki kekuatan misterius untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Daging ular juga dipercaya memiliki khasiat khusus. Malah dalam berbagai kultur, kalau anda mimpi dikejar ular, konon itu juga pertanda baik. Ular juga dianggap mahluk yang sensual. Malah di Cina, kalau anda mimpi bertemu ular, artinya anda akan menemukan jodoh ideal. Cleopatra, memiliki banyak atribut dengan hiasan ular.

Tahun ular dipercaya juga hadir dengan sejumlah kekuatan negatif. Jepang menyerang Pearl Harbour di tahun ular 1941 dan memicu perang dunia ke 2. Bursa saham ambruk di tahun ular 1929 dan menyebabkan depresi ekonomi dunia. Peristiwa Tian An Men di Tiongkok dan serangan teroris 9-11 juga terjadi ditahun ular. Para ahli Feng Shui meramalkan tahun 2013 adalah tahun ular air yang pengaruhnya dipercaya lebih jinak. Konon kabarnya semester pertama ekonomi dunia akan lumayan baik. Pada semester kedua ketika sang ular menyapukan sisa badannya, maka ekornya akan menciptakan kekacauan dan benturan disana sini.

Dari segi ilmu angka atau numerlogi - Mpu Peniti memberikan sejumlah wacana. Tahun 2013, memang terlihat seram karena angka 13-nya. Tapi bila dijumlah menjadi enam, alias angka yang merupakan simbul dari perubahan. Angka enam mengisyaratkan harmonisasi yang seimbang. Perubahan yang anda lakukan di tahun 2013, apakah itu untuk bisnis, pribadi atau keluarga, haruslah perubahan-perubahan yang mengarah pada keseimbangan. Bila anda serakah, bisa saja angka 6 menjadi senjata makan tuan. Karena dalam Injil angka setan di lambangkan dengan 666.

Penanggalan 10-2-2013, saat Imlek - bila dijumlah menjadi 9 alias angka kesempurnaan. Atau angka 6 yang kita balik. Ini adalah angka spiritual yang sangat penting. Kata Mpu Peniti, rumusnya sederhana, barangsiapa yang bisa memanfaatkan enerji perubahan ini secara spiritual, maka tahun 2013 akan memberikan akhir pada anda yang serba sempurna.

Menurut NASA, tahun 2013 akan terjadi badai di Matahari yang dikenal dengan 'solar flare' dan kemungkinan akan merusak sebagian jalur komunikasi, mempengaruhi cuaca dan menciptakan gangguan pasang surut air laut. Pengaruh cuaca ini akan sangat besar dampaknya terhadap prilaku manusia. Kita harus lebih hati-hati dan lebih sabar dalam menghadapi setiap komunikasi diantara sesama. Secara positif karena ular merupakan simbol dari pengobatan dan kesehatan, biasanya di tahun ular dunia medis akan menemukan sejumlah terobosan baru. Obat baru biasanya juga ditemukan. Tetapi tahun 2013 juga akan menjadi tahun penuh hasutan, dan para politisi akan saling menjatuhkan.

Mpu Peniti meramalkan 2013 akan menjadi tahun kegaduhan politik yang sangat negatif bagi Indonesia. Fitnah, skandal, dan jebakan akan terus menerus bermunculan, dan sejumlah tokoh politik akan ambruk total di tahun 2013. Rakyat Indonesia akan kebingungan menentukan pemimpinnya yang baru ditahun 2014 nanti. Tetapi menurut Mpu Peniti, bila rakyat jeli memilih, justru akan tampil tokoh baru yang akan membawa Indonesia sejahtera setelah tahun 2020. Tahun 2013 bisa jadi tahun babat alas.

Agar sukses berbisnis di tahun ular, konon anda perlu mengadakan sejumlah persiapan. Pertama-tama, anda perlu lebih waspada, jangan mudah tergoda, dan hati-hati dengan penghianatan. Kedua anda butuh strategi khusus dalam menghadapi kecerdikan ular. Bila kita menilik 36 strategi kuno Cina, maka dalam strategi ke 13, ada strategi unik yaitu “ Memporak porandakan rumput, untuk mengejutkan sang ular”. Strategi ini merupakan taktik pertama dalam situasi menyerang. Pada tahun 1956, dalam perang melawan Mesir, pasukan Inggris dan Perancis, menerjunkan boneka-boneka berparasut di kota pelabuhan Said. Dalam kegelapan malam, mereka tidak bisa membedakan boneka itu dengan prajurit sungguhan. Akibatnya pasukan Mesir mulai menembaki boneka tersebut dengan gencar. Saat itu, Inggris dan Perancis mulai melihat posisi artileri Mesir yang sesungguhnya, tiba-tiba melakukan serangan ke dua, ketitik-titik artileri itu dan langsung merebut kemenangan.

Strategi ini berfokus pada kecerdikan otak daripada otot. Langkah pertama adalah menghimpun kekuatan  informasi sebelum menyerang. Langkah kedua, bilamana perlu memberi umpan yang mengejutkan. Dan barulah penyerangan dilakukan secara maksimal ketitik terlemah lawan. Uniknya strategi yang dirumuskan ribuan tahun yang lalu, ternyata kembali jitu dan pas untuk diterapkan dijaman super informasi saat ini.

Didalam pemasaran jurus memporak porandakan rumput, sering dilakukan lewat uji coba produk dan riset pemasaran. Kejadian yang sering terjadi adalah kompetitor kita mendapat bocoran aktivitas kita, lalu kaget dan panik. Pada saat melakukan reaksi, seringkali reaksinya berlebihan sehingga justru memperlihatkan kelemahan mereka sendiri, sehingga membuka lubang untuk kita menyerang.

Harus diwaspadai untuk strategi ini, kita memang siap dengan rencana penyerangan yang masak. Bila tidak strategi ini akan menjadi bumerang. Anda tentu ingat dengan istilah “membangunkan macan tidur”. Jangan sampai anda mengacau dan memporak porandakan rumput, tapi yang muncul bukan ular tapi justru macan bangun tidur. Berbahaya sekali.

Di tahun ular ini, strategi pemasaran kita jelas bertumpu pada informasi dan adu cerdik. Kalau perlu malah adu licik. Sebaliknya, tahun ular juga akan diwarnai dengan aneka jebakan dari kompetitor. Berhati-hatilah ! Jangan sampai sembrono melakukan langkah. Sun Tzu mengatakan, “ Bila anda ingin menyerang, seranglah titik yang tidak dipertahankan musuh. Bila anda ingin bertahan, pertahankanlah titik yang tidak diserang musuh.” Cerdik dan lincah adalah kata kunci untuk tahun ular ini. Gong Xi Fa Cai !